
Reyna tidak tau mulai dari mana. Setelah beberapa menit diam Reyna berpikir lagi walaupun mulai dari mana pun pasti Yuna yang ada pasti akan terkejut juga.
Reyna langsung saja menceritakan dengan singkat. Yuna yang mendengarkan cerita Reyna terkejut. Yuna tidak menyangka kalau Reyna bertemu dengan salah satu terkaya di dunia tuan Riku berada di pesta itu.
"Kau sangat beruntung Reyna bisa bertemu dengan tuan Riku. Aku dengar tuan riku sangat ganteng dan tampan. Walaupun sepertinya dia sangat dingin dan datar." kata Yuna.
'Aku malah tidak ingin bertemu dengannya. Bahkan sangat sial bertemu dengannya di pesta itu.' batin Reyna.
"Setelah kau bicara dengan tuan Riku kau tiba-tiba bertemu dengan Rachel dan memanggilmu mommy." kata Yuna.
"Ya. Aku juga sangat terkejut Rachel memanggil aku dengan sebutan mommy. Aku pikir dia salah orang tapi sayangnya Rachel langsung menangis jika aku mengatakan bukan mommynya. Akhirnya aku mengizinkannya karena kasihan dengannya karena tidak pernah melihat mommy nya." kata Reyna.
"Tapi kasihan juga ya orang tua mereka berdua kena kecelakaan. Jika aku di posisi Rachel pasti aku juga sangat sedih dan ingin mencari mommy." kata Yuna merasa kasihan juga dengan Rachel.
"Maka dari itu hari ini aku mengajaknya pergi jalan karena akhir-akhir ini Rachel tidak makan dan hanya sendirian saja di rumah." kata Reyna.
"Kita mau mengajak mereka ke mana?" tanya Yuna.
"Ke taman bermain. Disana banyak permainan untuk anak-anak." kata Reyna.
"Boleh juga. Disana juga banyak jual makanan yang enak." kata Yuna.
"Mommy." teriak Rachel keluar dari kamarnya langsung mendekati Reyna dan memeluknya.
Rachel memakai baju pink gaun casual lengan panjang dan bermotif kotak-kotak.
"Baju yang cantik." kata Reyna dengan senyum.
"Hehe.... Paman yang beli untuk Rachel." kata Rachel dengan senyum manis.
"Rambut Rachel sepertinya lebih baik di ikat. Apa ada karet?" tanya Reyna.
"Aku ada. Nih ada ikat rambut motif pita bulu." kata Yuna mengambil ikat rambut di tasnya.
__ADS_1
Reyna mengikat rambut Rachel seperti ekor kuda lurus ke atas.
"Selesai. Ini baru cantik." kata Reyna selesai mengikat rambut Rachel.
"Apa Rachel cantik?" tanya Rachel.
"Tentu saja. Rachel cantik dan imut berpakaian seperti ini." kata Yuna.
Rachel sangat senang kalau Reyna dan Yuna mengatakan bahwa dirinya cantik. Rachel langsung memeluk Reyna dan Yuna bersamaan.
"Terima kasih mommy. Terima kasih Tante." kata Rachel memeluk Reyna dan Yuna dengan lembut dan bergantian.
"Sama sama adik imut." kata Yuna merasa gemes dengan Rachel karena sangat imut.
"Richie kemana? Apa kakakmu tidak mau ikut?" tanya Reyna.
"Rachel pergi panggil kak Richie." kata Rachel langsung ke kamar memanggil kakaknya.
"Rachel lagi memanggil Richie di kamar." jawab Reyna.
"Hari ini kakak mengajak Rachel keluar kan?" tanya Harry.
"Ya. Kami mau ke taman bermain. Sekalian mengajak Rachel dan Richie sekalian." kata Reyna.
"Kalau begitu aku lega jika kakak mengajak Richie juga. Karena aku tiba-tiba ada perlu penting jadi tidak bisa tinggalkan Richie sendirian." kata Harry.
"Tidak masalah. Karena memang aku ingin membawa Rachel dan Richie pergi ke taman bermain. Jika aku hanya membawa Rachel takut Richie merasa iri." kata Reyna.
"Mommy. Aku sudah mengajak kak Richie ikut." kata Rachel keluar dari kamar menarik Richie keluar.
"Rachel kakak tidak mau ikut. Rachel pergi saja sendiri dengan Tante. Kakak dan paman di rumah saja." kata Richie merasa tidak ingin ikut.
"Jangan kak. Rachel tidak mau bermain sendirian. Jika ada kak Richie pasti akan lebih meriah." kata Rachel.
__ADS_1
"Tapi..." Richie merasa tidak ingin ikut karena Richie tidak begitu suka keluar rumah.
"Richie." Harry mendekati Richie dan menundukkan kepala supaya sejajar dengan Richie.
"Apa paman?" kata Richie karena Harry memanggilnya.
"Paman hari ini tidak bisa di rumah karena ada keperluan mendadak. Richie ikut bersama Rachel dan Tante Reyna pergi ke taman bermain ya."
"Sekalian Richie menjaga Rachel sambil bermain. Richie pergi lah bersenang-senang dengan Rachel hari ini." kata Harry dengan lembut.
"Tapi paman.... " Richie merasa sangat tidak ingin pergi karena tau kalau pergi ke taman bermain pasti biaya masuknya mahal belum lagi main di dalam taman bermain.
"Dan lagi tidak mungkin paman biarkan Richie sendirian di rumah kan. Mendingan pergi dengan Rachel bersama kak Reyna. Jadi paman bisa tenang jika Richie bersama kak Reyna."
"Jangan pikirkan uang ya. Paman ada uang untuk kalian bermain. Sesekali kalian berdua main lah dengan puas seperti anak kecil yang lain. Paman juga ingin kalian berdua bersenang-senang dan memiliki masa yang indah di masa kecil kalian." kata Harry.
"Baik paman. Richie akan pergi dengan Rachel." kata Richie walaupun sangat tidak ingin pergi ke taman bermain. Dan pamannya pasti juga tidak akan membiarkannya sendirian di apartemen.
Harry mendengar Richie menurut hanya tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Kak Reyna tidak apakan jika Richie juga ikut bersama dengan kakak." kata Harry langsung berdiri melihat ke Reyna.
"Tidak masalah. Semakin banyak semakin asik bermain. Benarkan Yuna?" kata Reyna ke Yuna.
"Ya. Justru semakin banyak semakin asik bermain. Dan Richie sebagai kakak sudah harus memperhatikan adiknya." kata Yuna.
"Kalian berdua ingat kata Paman untuk ikutin kata kak Reyna dan kak Yuna ya. Jangan merepotkan mereka atau memarahi ya." kata Harry ke Rachel dan Richie.
"Iya paman." kata Rachel dan Richie serempak.
"Jika semua sudah siap. Ayo kita berangkat sekarang. Nanti waktu main kita semakin sempit." kata Reyna.
Reyna, Yuna, Rachel dan Richie pergi ke taman bermain naik taxi. Sedangkan Harry naik motor nya pergi.
__ADS_1