Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 134 - TELPON


__ADS_3

Ren seperti tidak mau menyerah langsung melihat ke mamanya. Reyna yang melihat Ren ingin seperti ingin Hana membujuknya langsung mencegahnya.


"Tidak boleh menyuruh tante untuk membujukku." kata Reyna.


Ren    : "......"


"Waaa..... Rey kau sangat jahat...." kata Ren sudah mau menangis.


"Pilih sekarang. Aku hitung sampai 3 jika tidak mau pilih maka aku akan pulang." ancam Reyna. Reyna beneran kesal melihat Ren berperilaku seperti anak kecil di depannya.


"Sudah, sudah... Aku tidak mau berpisah denganmu. Walaupun aku ingin sekali memakan bolu buatan mu tapi aku tidak sanggup berpisah denganmu. Ini terlalu menyakitkan. Aku merasa seperti kesepian jika tidak ada kau di sisiku." kata Ren merengek.


Ren beneran tidak sanggup jika berpisah dengan Reyna. Sehari saja sudah bagaikan sebulan bagi Ren apa lagi seminggu.


"Karena kau sudah jawab jadi aku tidak akan membuat untuk mu." kata Reyna.


Ren masih sedih karena tidak bisa menyuruh Reyna membuat kan kue bolu untuknya. Tapi apa dayanya kalau Reyna memberikan syarat yang terdengar menakutkan sampai membuatnya terdiam dan tidak bisa berkata apapun.


Hana, Aizen dan Bibi terdiam mendengar kalau Ren lebih memilih tetap bersama dengannya dari pada Ren tidak mau memakan bolu buatan Reyna.


Ren masih memeluk Reyna dengan erat dan tidak mau melepaskannya takut Reyna akan menjauh darinya.


"Em... Reyna. Sebenarnya apa yang kau lakukan pada Ren sampai dia lengket bahkan bersifat anak kecil di depanmu?" tanya Hana penasaran.


"Aku tidak melakukan apa apa tante. Anak tante yang ingin dekat dengan ku dan semenit pun tidak mau melepaskannya." jawab Reyna santai melihat Ren tidak mau melepaskan pelukannya.


"Tidak mungkin kau tidak melakukan apa pun? Ren saja yang tidak suka dekat dengan semua wanita saja melekat benar samamu. Bahkan tante bisa melihat kalau Ren sangat posesif denganmu." kata Hana tidak percaya kata Reyna.


Reyna tersenyum mendengar perkataan Hana. Walaupun dia mengatakan sebenarnya pasti orang tua Ren sangat ragu dan tidak percaya apa yang dikatakannya. Jika Hana dan Aizen tau kalau Ren yang duluan menembak bilang ingin jadi pacarnya pasti mereka tidak akan percaya.


"Kenyataannya memang begitu tante. Ren yang duluan ingin dekat denganku. Jika tante tidak percaya tante bisa tanya sama Ren." kata Reyna.


"Ren, apa benar yang dikatakan Reyna?" kata Hana melihat Ren memeluk Reyna dan tidak melepaskan pelukannya.


"Apanya Ma?" tanya Ren tidak mendengar perkataan Mamanya dan hanya fokus sama Reyna.


"Apa benar kau menyukainya Ren?" tanya Hana.


"Ya. Aku mencintainya." jawab Ren sambil mencium dahi Reyna.


"Apa kau bisa berhenti mencium ku Ren?" tanya Reyna rasanya ingin lepas dari pelukan Ren.


"Tidak. Aku tidak mau melepaskan mu." kata Ren dengan tegas malah mengeratkan pelukannya.


"Di antara kalian berdua siapa yang duluan menembak?" tanya Hana merasa tidak percaya melihat putranya sangat mencintai Reyna. Walaupun dia bisa melihatnya sendiri di depan matanya tapi Hana ingin kepastian.

__ADS_1


"Apa tante akan percaya apa yang aku jawab?" tanya Reyna menggaruk kepalanya dengan kecil.


"Apa maksudmu?" tanya Hana bingung.


"Jika aku menjawab dengan jujur apakah tante akan percaya?" tanya Reyna lagi.


"Jika kau tidak menjawab, bagaimana tante bisa percaya." jawab Hana.


"Ren yang duluan menembak aku jadi pacarnya." kata Reyna membuat 3 orang tua di depan mereka terkejut.


"APA!!!" teriak Hana, Aizen dan Bibi serempak.


"Ya. Ren yang duluan menembak aku jadi pacarnya." kata Reyna santai yang sudah tau reaksi mereka bertiga.


"Bahkan aku saja masih belum menerima jadi pacarnya, dia memaksa aku jadi pacarnya." sambung Reyna membuat 3 orang tua disana tersentak terkejut lagi.


"APA!!!" teriak Hana, Aizen dan Bibi serempak.


"Kau tidak sedang berbohong kan Reyna? Jika kau berbohong maka kau akan tau resikonya." kata Hana.


"Yang aku katakan benar tante. Jika tante tidak percaya silakan tanya sama putra tante." kata Reyna melihat ke Ren.


Hana melihat ke putranya seperti tidak mendengar pembicaraannya dengan Reyna membuat Hana kesal.


"Ren!" teriak Hana ke Ren karena berkali-kali dipanggil tidak menjawab.


"Mama memanggil mu dari tadi. Kenapa kau malah sibuk saja dengannya." kesal Hana.


"Mama mau tanya apa?" tanya Ren.


"Apa benar kau yang duluan yang menembaknya?" tanya Hana ke inti.


Ren menaikkan sebelah alisnya bingung dengan perkataan Hana. Ren melihat ke Reyna seperti menanyakan sesuatu dan Reyna hanya tersenyum.


"Jawab Ren." kata Hana melihat Ren hanya diam saja.


"Ya. Memang aku duluan yang menembak jadi pacar aku. Bahkan aku sudah mengambil First Kissnya." jawab Ren dengan datar memegang bibirnya membuat Hana dan Aizen terkejut yang tidak bisa di katakan lagi.


"APA!!!" teriak Hana, Aizen.


"Apa kau tau apa yang kau lakukan Ren? Kalian masih pacaran sudah ciuman." kata Hana.


"Tau. Karena aku hanya tidak ingin lelaki lain mengambilnya jadi aku mengambilnya dulu." jawab Ren santai.


"Jangan bilang kalau kalian sudah pernah tidur bersama?" tanya Hana yang sudah berpikir macam-macam.

__ADS_1


"Kalau itu tante tidak usah khawatir. Kita tidak pernah tidur 1 kamar." jawab Reyna langsung.


"Bagus. Jika kalian sudah tidur bersama maka tante akan menghukum kalian berdua. Kalian masih pacaran tidak boleh tidur bersama sampai kalian sudah resmi." kata Han.


"Tante tidak perlu khawatir karena aku memang tidak ingin tidur bersama dengan Ren sebelum kita resmi." kata Reyna dengan senyum.


"Jika aku memaksa mu bagaimana?" tanya Ren dengan senyum membuat Hana menatap tajam Ren.


"Jika itu terjadi maka kau akan tau akibatnya jika kau berani tidur bersama denganku. Aku akan melakukan hal yang membuatmu tidak akan pernah kau lupakan." jawab Reyna santai.


Ren      : "......"


Ring~ Ring~


Hp Reyna berbunyi dan melihat siapa yang menelponnya. Reyna menaikkan sebelah alisnya melihat nomor yang tidak di ketahui menelponnya.


"Siapa?" tanya Ren.


"Tidak tau. Nomor asing." jawab Reyna dan langsung menjawabnya.


"Halo." kata Reyna.


"Rey, kau dimana?" suara lelaki.


Ren yang mendengar suara lelaki dari telpon Reyna menatap Reyna dengan tatapan tidak bisa diartikan.


"Ini siapa ya?" tanya Reyna merasa tidak asing dengan suara tersebut.


"Ini aku Riku." jawab Riku.


"Kenapa kau menelpon ku?" tanya Reyna.


"Aku ingin makan bersama denganmu. Kau dimana sekarang?" tanya Riku.


"Aku di..." kata Reyna terputus karena Ren mengambil Hp Reyna.


"Dia ada di rumah ku. Kenapa kau malah telponnya? Kau menganggu waktuku." kata Ren dengan dingin.


"Siapa ini?" tanya Riku merasa tidak asing dengan suaranya.


"Kau jangan berpura-pura pak tua. Jika kau berani mengganggu kesenanganku maka kau akan tau akibatnya." kata Ren dengan dingin.


"Cih. Ternyata si bocah kecil." jawab Riku dengan dingin.


"Siapa yang kau bilang bocah kecil?" tanya Ren dengan dingin seperti es dan hawa membunuh.

__ADS_1


Hana, Aizen dan Bibi bertanya-tanya siapa yang telpon Reyna sampai Ren sudah mengeluarkan hawa membunuhnya.


__ADS_2