Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 24 – TANTE


__ADS_3

“Ren-nii….” teriak Mira sambil membawa es krim berlari kearah Ren.


“Mira jangan berlari, nanti jatuh.” kata Reyna sambil bawa es krim.


Ren melihat Mira berlari kearahnya sambil membawa es krim langsung menghampirinya.


“Jangan berlari Mira, nanti kau bisa jatuh.” kata Ren


“Ren-nii mau makan es krim?” tanya Mira sambil mengasih sesendok es krim ke Ren.


Ren langsung memakannya dan langsung menggandeng tangan Mira dan membawanya ke meja makan.


“Lain kali jangan lari seperti itu Mira, nanti kau bisa jatuh dan terluka.” kata Ren dengan lembut.


“Baik nii… Apa Ren-nii masih mau?” kata Mira sambil mengasih sesendok es krim.


“Kau makan saja, nii sudah ada es krim.” jawab Ren mengambil es krim yang dibawa Reyna. Ren langsung duduk disamping Mira sambil memakan Es krimnya.


“Ini punya kalian.” kata Reyna mengasih Es krim ke Kai dan Andrew. Reyna langsung duduk disebelah Kai.


“Thanks Reyna.” jawab Andrew dan Kai serempak.


“Mana punya aku?” tanya Cecilia ke Reyna yang melihat tidak membawa Es krim untuknya.


“Eh.. Kau ingin makan es krim juga? Maaf aku tidak tau kalau kau ikut kami makan. Kau pergi saja pesan es krim lagi.” kata Reyna dengan terkejut tapi dalam hati Reyna tau kalau Cecilia dan Serena mengikuti mereka dan sengaja tidak memesan punya mereka dan menyuruh mereka pesan sendiri.


“Kau….” Cecilia kesal dengan Reyna yang menganggap dia tidak ada.


“Ren kau lihat dia tidak mau membelikan Es krim untukku.” kata Cecilia dengan nada sendu dan memeluk tangan Ren.


“Jangan menyentuhku!” teriak Ren yang melihat Cecilia memeluk tangannya dan menghempas tangan Cecilia.


Mira yang melihat itu langsung menatap tajam Cecilia karena membuat kakaknya marah.


“Tante siapa? Kalau tante ingin makan es krim pergi pesan sendiri, jangan menyuruh kak Reyna.” Mira menatap tajam Cecilia.


“Ta… Tante…??” Cecilia terkejut mendengar Mira memanggilnya dengan sebutan tante sedangkan yang lain menahan ketawanya. Bahkan Kai hampir ketawa lepas.


“Si… siapa tante hah?? Aku masih 20 tahun!!!” bentak Cecilia dengan marah ke Mira karena memanggilnya tante.


“Ren-nii mengenal tante ini?” tanya Mira ke Ren sambil menunjuk ke Cecilia.


“Aku teman Ren.” jawab Cecilia ke Mira dengan menahan emosinya karena memanggilnya tante.

__ADS_1


“Benarkah Ren-nii?” tanya Mira ke Ren.


“Iya hanya teman.” jawab Ren dengan cuek sambil memakan es krim.


Mira yang mendengar kata Ren langsung melihat penampilan Cecilia dengan teliti. “Apa Ren-nii yakin? Mira merasa dia sudah seperti tante.” tanya Mira dengan polos.


“Kenapa kau berpikir seperti itu?” tanya Ren ke Mira yang memakan es krimnya.


“Karena penampilannya seperti tante tante.” kata Mira dengan judes melihat penampilan Cecilia.


Ren dan yang lainnya melihat penampilan Cecilia dengan teliti. Sedangkan Reyna hanya diam saja karena tau maksud Mira kenapa memanggil Cecilia tante.


“What!!” teriak Cecilia dan melihat penampilannya sendiri. “Darimana aku berpenampilan seperti tante?” tanya Cecilia ke Mira


“Muka tante itu seperti orang tua.” kata Mira sambil melihat muka Cecilia.


“What!! Memangnya ada apa dengan muka aku?? Apakah ada yang salah dengan muka aku?” tanya Cecilia.


“Kenapa kau tidak lihat wajahmu sendiri dicermin?” kata Ren dengan cuek sambil memakan es krim.


Cecilia bingung dan langsung ke WC melihat mukanya.


“Apa ada yang salah dengan mukanya?” tanya Kai yang tidak peka.


Semuanya langsung menatap Kai. “Tidak ada kak. Mira hanya iseng saja.” kata Mira dengan imut.


“Mendingan kau makan saja, karena kau tidak akan mengerti maksud Mira.” kata Kai yang memakan es krimnya. Ren langsung menatap Reyna dengan lama dan berpikir seperti ada kelupaan sesuatu yang penting. Ren akhirnya tidak berpikir lama-lama dan memakan es krimnya.


“Kak Reyna bagaimana es krimnya enak tidak?” tanya Mira yang melihat Reyna dari tadi diam saja dan tidak bicara.


“Enak. Apa Mira mau mencobanya?” tanya Reyna sambil mengasih sesendok es krim di tangannya.


“Enak. Kak Reyna suka makan es krim rasa vanilla ya?” tanya Mira.


“Iya. Kakak suka semua rasa.” jawab Reyna dengan senyum.


“Sama dengan Mira dong. Mira juga semua rasa.” jawab Mira dengan senyum.


Disaat bersamaan Cecilia dan Serena yang berada di WC.


“Serena, apakah ada yang aneh dengan muka ku?” tanya Cecilia melihat mukanya di cermin.


“Tidak ada.” jawab Serena.

__ADS_1


“Lalu kenapa gadis itu mengatakan bahwa aku seperti tante-tante. Apakah muka aku seperti tante?”


“Tidak Cecil. Apa mungkin gadis itu sengaja bilang seperti itu supaya kau tidak dekat dengan Ren?” kata Serena berpikir kalau Mira ingin menjauhkan Ren dari Cecilia.


“APA! Apa kau bercanda Serena??” teriak Cecilia dengan marah dan terkejut, kalau Mira ingin menjauhkannya dari Ren.


“Bisa jadi kan? Aku melihat kalau Gadis itu ingin menjauhkan kau dari Ren.” kata Serena


“Kenapa dia mau melakukan itu?” tanya Cecilia dengan bingung.


“Mungkin tidak suka denganmu? Kalau aku lihat sepertinya gadis itu tidak ingin ada wanita yang dekat dengan Ren, makanya mau mempermainkanmu untuk pergi ke WC untuk menjauh dari Ren.” kata Serena dengan panjang lebar.


“Awas saja gadis sialan itu. Lihat lah apa yang akan aku lakukan padamu.” kata Cecilia dengan mengepalkan tangannya. Cecilia dan Serena langsung keluar dari WC ketemu Ren dan yang lain.


“Papa kemana Ren-nii? Kenapa dari tadi tidak datang?” tanya Mira yang sedang disamping Ren sambil memakan es krimnya yang sudah mau habis.


“Papa Mira lagi pesan es krim. Kita tunggu sebentar lagi, mungkin sudah datang.” kata Reyna dengan lembut.


“Iya Mira, mungkin paman lagi pesan es krim buat Mira. Es krimnya tidak cukup kan?” tanya Ren menggeluskan kepala Mira.


“Baiklah.” kata Mira


“REN!!” teriak Cecilia yang sudah melihat Ren dan yang lainnya.


“Kenapa kau teriak-teriak? Apa tidak bisa lebih pelan bicaranya?” ketus Ren melihat Cecilia teriak memanggilnya.


“Ren kau harus mengajar anak gadis ini! Kenapa dia mengatakan aku seperti tante? Padahal aku sudah melihat wajah aku di cermin tidak ada apa-apa.” kata Cecilia dengan marah ke Mira.


“Apa tante sudah melihat wajah tante di cermin?” tanya Mira ke Cecilia.


“Jangan memanggil aku tante! aku masih muda!” teriak Cecilia ke Mira karena memanggilnya tante. Mira langsung terkejut dan memeluk Ren disampingnya.


“Apa kau tidak bisa bicara lebih pelan!” kata Ren dengan marah ke Cecilia.


“Tapi… Ren…” kata Cecilia terpotong oleh Ren


“Tapi apa? Mira itu masih 5 tahun, kenapa kau berteriak marah kepadanya? Kau lebih tua dari pada Mira apa tidak bisa bicara dengan pelan? Biarpun dia memanggil kau tante kau tidak boleh berteriak seperti itu. Kau membuat Mira takut.” kata Ren dengan marah dan tegas ke Cecilia.


Cecilia langsung terdiam mendengar perkataan Ren.


“Ren-nii…” kata Mira dengan pelan mau hampir menangis karena Cecilia berteriak padanya.


“Tidak apa-apa Mira.” kata Ren memeluk Mira dengan lembut dan menatap tajam Cecilia.

__ADS_1


Cecilia yang melihat Ren menatapnya tajam langsung ketakutan dengan kemarahan Ren.


“Lihat, kau membuatnya menangis.” Ren marah ke Cecilia karena membuat Mira menangis.


__ADS_2