Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 138 - HADIAH SPESIAL UNTUK TIKUS KECIL


__ADS_3

Setelah beberapa hari Heaven perusahaan akhirnya mengirimkan surat kontrak sama perusahaan Ryuujin.


Aizen tentu saja senang karena perusahaannya akan mendapatkan keuntungan besar, karena bisa mendapatkan 20% saham Heaven Corporation dengan syarat memberikan beberapa karyawan IT yang berpengalaman dan membantu memproduksikan barang mereka ke perusahaan lain.


Tentu saja Heaven Corporation juga meminta saham Ryuujin sebesar 10% untuk kerja sama mereka. Tapi Aizen mengasih saham 15% karena ingin merasa adil dan tidak ingin hanya dia saja yang mendapatkan keuntungan besar.


---- Heaven Corporation ----


“Reyna, aku dengar dari karyawan lain kalau perusahaan kita setuju bekerja sama dengan perusahaan Ryuujin?” tanya Yuna.


“Ya. Kemarin mereka mengirimkan balasannya ke perusahaan Ryuujin.” kata Reyna.


“Kenapa kau bisa tau Reyna?” tanya Yuna.


“Ren yang memberitahu pada ku. Kemarin siang aku juga melihat pak Satya pergi naik mobil.” kata Reyna.


“Oh ya, Yuna. Apa kau tidak ingin ikut ke perusahaan Ryuujin nanti siang?” tanya Reyna.


“Tidak Reyna. Karena aku masih banyak kerjaan jadi tidak bisa pergi denganmu. Kau pergi saja sendiri.” kata Yuna.


“Baiklah. Jika terjadi sesuatu nanti kasih tau aku ya.” kata Reyna.


“Ok.” kata Yuna.


Reyna makan siang akan pergi ke perusahaan Ryuujin untuk makan bersama dengan Ren karena Ren tidak bisa datang ke Heaven Corporation karena banyak pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan.


Awalnya Reyna tidak ingin pergi makan siang bersama Ren tapi Ren memaksa Reyna untuk datang ke perusahaan untuk makan bersama jadi akhirnya Reyna mengalah karena Ren merengek pada Reyna.


Reyna merasa sangat malas melawan Ren yang bersifat anak kecil karena sekali Ren merengek seperti anak kecil yang ada tidak akan berhenti sampai Reyna menyetujuinya.

__ADS_1


---- Perusahaan Ryuujin ----


Ren sedang mengerjakan beberapa berkas di laptop di ruang kerja Aizen karena saking banyaknya pekerjaan sampai menumpuk di meja, Aizen sampai tidak bisa menyelesaikannya hari ini akhirnya Aizen menyuruh Ren untuk datang ke ruangannya untuk membantunya.


“Ren, berkas ini di cek lagi kembali karena papa melihat ada yang salah.” kata Aizen memberikan ke Ren.


“Ok pa. Kenapa banyak sekali yang salah? Bagaimana cara mereka bekerja di sini?” tanya Ren dengan bingung banyak sekali banyak data yang salah dan membuatnya pusing.


“Nanti papa akan memberitahu mereka lagi. Jika masih salah maka papa akan memotong gaji mereka.” kata Aizen.


“Bukankah itu terlalu ringan pa? Kenapa tidak di pecat saja? Sesekali masih tidak masalah. Masa tiap bulan banyak sekali yang salah. Bahkan omset kita sangat tidak sesuai dan beda jauh dengan yang mereka hitung.” kata Ren dengan datar.


“Apa maksudmu? Kau ingin bilang kalau omset yang mereka hitung tidak sama dengan kau hitung?” tanya Aizen menatap Ren.


“Ya. Sangat beda jauh. Omset kita per bulan biasanya 800 juta sampai 1 miliar kan? Tapi untuk bulan kemarin aku hitung hanya 600 jutaan. Bukankah ini sangat aneh?” tanya Ren.


“Total omset penjualan dan pembelian memang tidak ada yang salah. Tapi produk kita jika di hitung tidak sesuai dengan stok di Gudang. Apa mungkin ada yang mengambil produk kita?” tanya Ren.


“Bukankah ada beberapa yang di kembalikan karena produknya tidak sesuai dengan yang kita mau?” tanya Aizen.


“Itu sudah aku hitung juga pa. Tapi tetap saja tidak sesuai. Aku hitung bisa kemungkinan banyak produk kita yang hilang.” kata Ren.


“Coba papa lihat.” kata Aizen ingin melihat stoknya. Ren mengasih laptopnya ke Aizen.


Aizen melihat berkali-kali stoknya memang benar banyak yang kurang.


“Jangan bilang kalau ada yang berkhianat di perusahaan kita?” tanya Aizen yang sudah mulai menahan emosi.


“Bisa jadi Pa. Apa papa ingin aku melihat CCTV di Gudang dulu?” tanya Ren.

__ADS_1


“Kau lihat saja dulu dengan teliti. Jika memang ada yang berkhianat di perusahaan kita maka kita akan membalasnya 100x lipat.” kata Aizen dengan dingin tidak akan membiarkan orang itu berlama-lama di perusahaannya.


“Tentu Pa. Aku juga tidak akan membiarkan tikus itu lama diperusahaan kita.” kata Ren dengan senyum.


Ren langsung saja melihat CCTV di depan perusahaan, dalam perusahaan, bahkan di Gudang perusahaan.


Waktu jam makan siang sudah telah tiba, Ren yang sudah lama melihat CCTV langsung saja menangkap orang yang mencurigakan di CCTV.


“Akhirnya ketangkap juga nih tikus. Tunggu sebentar. Bukankah dia salah satu direksi tertinggi dan sudah lama bekerja disini?” tanya Ren seperti mengenal orang itu.


“Jangan bilang kalau dia memiliki koneksi lain sampai dia tidak merasa takut jika mengambil produk di perusahaan?” Ren sambil berpikir-pikir.


“Tidak masalah lah. Dan lagi jika dia memiliki koneksi lain atau tidak, dia bisa melawan perusahaan ini dengan berani tanpa rasa takut. Sepertinya tikus ini terlalu meremehkan perusahaan Ryuujin.” kata Ren dengan senyum dingin.


“Untuk sementara aku simpan dulu video ini baru aku kasih tau papa. Aku lihat CCTV lain lagi, mana tau masih ada tikus yang masuk ke perusahaan.” kata Ren dengan santai melihat CCTV lain.


Setelah jam makan telah tiba Ren langsung istirahat dan menyimpan video CCTV yang telah membuktikan ada beberapa orang yang berkhianat di perusahaan.


“Untuk sementara biarkan saja mereka bersenang-senang dulu di perusahaan. Setelah itu baru memberikan mereka hadiah special untuk tikus kecil karena telah berani melawan dan berkhianat sama perusahaan Ryuujin.” kata Ren dengan senyum devil.


Ren melihat jam ternyata sudah siang. Ren siap-siap membersihkan berkas dan laptopnya karena akan makan bersama dengan Reyna.


...-----------------------------------------------------------------------------------------...


Hay Reader terima kasih telah membaca novel ini. ☺️


Maaf baru bisa update karena Author sangat sibuk.


Jangan lupa Like, comment, dan Favorit jika kalian suka dengan ceritanya.👍💖💖

__ADS_1


__ADS_2