Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 281 – MEMBUKA CCTV


__ADS_3

“Kau mau kemana Reyna?” tanya Calvin. Reyna setelah membantu membawa barang mereka langsung saja keluar.


“Biarkan saja dia. Dan lagi kalian hentikan pun juga tidak ada gunanya.” kata Ren dengan pelan.


“Ini yang terakhir.” kata Ren menaruh koper besar ke lantai.


“Dia mau kemana?” tanya Calvin melihat Reyna langsung pergi saja.


“Dia ingin complain kebawah.” kata Ren.


“Complain?” tanya Calvin dan Rayna dan terkejut.


Mereka baru tahu kalau Reyna pergi mengkomplain kamar mereka yang sangat kotor. Ren hanya diam saja dan membiarkan Reyna pergi. Setelah barang Calvin dan Rayna sudah di taruk semua mereka langsung menyusul Reyna.


“Apa kau yakin akan baik-baik saja?” tanya Rayna dengan cemas. Rayna tahu kalau saudaranya pasti akan sangat marah dan takut dia tidak bisa menahan emosinya.


“Rey akan baik-baik saja. Dan lagi tidak ada yang bisa melawannya jika dirinya sudah marah.” kata Ren dengan santai.


“Apa tidak ada yang bisa menghentikannya?” tanya Calvin.


“Kurasa tidak ada.” jawab Ren.


“Apa aku perlu telpon Papa?” tanya Rayna sudah mengeluarkan Hp-nya dan ingin menghubungi Gale tapi di hentikan Ren.


“Hentikan saja. Jika kau panggil paman, yang ada dia juga akan mengamuk.” kata Ren memegang tangan Ranya mencegah Rayna.


“Jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya Calvin yang sudah tidak ad acara lain.


“Biarkan saja apa yang mau dia lakukan. Dan lagi nanti juga akan ada yang menolongnya, jika Rey tidak bisa mengatasinya. Walaupun aku tidak tahu kapan dia sampai.” kata Ren.


“Menolong? Siapa?” tanya Rayna dengan penasaran.


Ren hanya tersenyum saja dan tidak menjawab pertanyaan Rayna.


***


Sedangkan di sisi lain. Gale dan yang lain sedang bermain di Sky Wolrd tempat bermain outdor theme park.


“Grandpa.. Rachel mau main itu…” Rachel menunjuk ke permainan Spinner.


“Ayo, kita ke sana. Apa Richie juga ingin ikut?” tanya Gale.


“Aku ikut Rachel saja, Grandpa.” jawab Richie dengan santai.

__ADS_1


Gale langsung saja membawa Cucunya ke permainan Spinner. Rachel menaik kuda, sedangkan Richie naik motor. Gale hanya berdiri saja dan memegang Rachel supaya tidak jatuh.


Sedangkan Siska memegang Richie. Clara hanya menonton saja. Harry mengeluarkan Hp-nya dan foto Richie dan Rachel bersama Grandma dan Grandpa mereka. Harry juga tidak lupa video juga untuk kenangan mereka.


Mereka juga sudah bermain beberapa permainan di Sky World.


***


Sedangkan Reyna amarahanya sudah mulai memuncak langsung saja ke lobby dan tanya resepsionis hotel.


“Di mana manager kalian?” tanya Reyna dengan tegas dan agak keras.


Kedua Resepsionis itu langsung terkejut tiba-tiba Reyna datang dan marah.


“Ada apa Nona?” tanya Resepsionis dengan pelan.


“Aku mau tanya pada kalian, Siapa yang membersihkan kamar tamu di lantai 60?” tanya Reyna.


“Kami tidak bisa memberitahu pada Nona. Ini adalah masalah pribadi hotel, Nona. Kenapa Nona menanyakan hal itu?” kata Resepsionis. Resepsionis itu merasa kalau Reyna mendapat masalah jadi bertanya kebawah bertanya.


“Aku kan bertanya pada kalian. Apa kalian memberikan pelayanan jelek sama saudara saya? Kamarnya sangat kotor dan mengatakan saudara saya yang membersihkannya sendiri. Apa begini pelayanan kalian terhadap tamu?” tanya Reyan dengan marah sampai memukul meja dengan keras.


Kedua Resepsionis itu terkejut mendengar kalau ada yang memberikan kamar kotor pada pelanggan.


“Sekarang aku ingin bertemu dengan manager kalian sekarang juga. Karena aku ingin melihat CCTV. Jika kalian tidak memanggilnya dalam 5 menit maka aku akan memotong kedua kaki kalian karena lambat.” kata Reyna dengan mengancam.


Resepsionis itu ketakutan mendengar ancaman Reyna. Dengan cepat salah satu dari mereka langsung memanggil manager mereka.


Setelah 10 menit Reyna menunggu seperti sudah kehilangan kesabaran karena Managernya sangat lama datang. Sedangkan Ren, Rayna, dan Calvin baru saja sampai Lobby. Mereka langsung melihat Reyna dan langsung mendekatinya.


“Bagaimana?’ tanya Ren.


“Menanger mereka lama datangnya. Aku sudah menunggu 10 menit, tapi masih belum saja datang.” kata Reyna dengan menahan emosi.


“Tenang Rey, mereka pasti sedang menuju ke sini. Minumlah dulu dan tenangkan dirimu.” kata Rayna mengasih Reyna minum dingin supaya emosinya reda.


Tanpa di sangka Rayna kalau Reyna menghabiskan minuman itu dalam hitungan beberapa detik.


“Ada lagi?” tanya Reyna.


Rayna mengasih lagi minumannya yang besar. Rayna tidak menyangka kalau Reyna juga hampir menghabiskan minumannya.


Setelah Reyna sudah mulai tenang langsung saja Resepsionis tadi membawa pria yang sudah mulai tua bersamanya.

__ADS_1


“Apakah nona ini yang ingin bertemu dengan ku?” tanya pria tua itu sambal menunjuk ke Reyna.


“Benar Pak.” kata Resepsionis.


“Apakah anda manager di sini?” tanya Reyna dengan inti.


“Benar, Nona. Apakah ada masalah di Hotel kami?” tanya Manager itu dengan sopan.


“Bisa kita bicara di tempat lain? Nanti akan di dengar oleh orang lain.” kata Reyna dengan pelan.


“Kalau begitu kita ke ruangan saya saja. Ayo ikut saya.” kata manager itu dengan sopan.


Manager itu langsung membawa Reyna dan yang lain ke ruangannya. Manager itu pun juga memberikan Reyna dan yang lain minum untuk kesopanan tamunya.


“Apakah Nona ada yang tidak puas dengan pelayanan kita?” tanya Manager ke Reyna yang sudah duduk di depan Reyna.


Rayna hanya duduk di samping Calvin dan memegang tangannya takut kalau manager itu akan marah pada mereka. Rayna sama sekali tidak kebiasaan bicara dengan orang baru, apa lagi Manager ini di panggil karena kamarnya.


“Sebelum aku membicarakannya, apakah bisa membuka CCTV dulu untuk memastikan?” tanya Reyna.


“Melihat CCTV bukannya tidak boleh, Nona. Tapi Nona harus kasih alasannya dulu baru saya memperlihatkan nona CCTVnya.” kata Manager dengan pelan.


“Baiklah. Ada seseorang pelayan di hotel anda memberikan kamar yang tidak sesuai kriteria Hotel ini. Jadi apakah bisa memperlihatkan CCTvnya. Jika aku membicarakannya nanti anda tidak akan percaya.” kata Reyna.


“Baik, Nona. Kalau begitu tunggu sebentar.” Manager itu ingin bertanya lebih rinci lagi tapi merasa kalau Reyna membicarakannya dirinya pasti tidak akan percaya.


“Di lantai dan nomor kamar berapa, Nona?” tanya Manager yang sudah membuka CCTV.


“Lantai 60 nomor kamar 6066” jawab Calvin.


Manager itu langsung membuka CCTV di lantai 60. Dia memperlihatkan kamera kamar nomor yang di bilang Calvin. Walaupun agak jauh tapi mereka bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi.


Reyna dan yang lain bisa melihat sebelum Rayna dan Calvin masuk ke kamar tersebut ada orang lain yang masuk ke kamar dan tidak tahu apa yang di lakukannya. Setelah orang itu keluar, Calvin dan Rayna langsung saja masuk ke kamar mereka.


“Apa kau ada lihat orang itu, Cal?” tanya Ren.


“Aku tidak melihatnya. Pas sampai lantai 60 tidak ada seorangpun. Mungkin dia sudah masuk Lift sebelum kami sampai.” jelas Calvin.


Managerpun langsung memperlihatkan CCTV di Lift, dan benar saja kalau Orang itu sudah masuk Lift sebelum Rayna dan Calvin sampai.


“Apakan tidak bisa melihat mukanya?” tanya Reyna.


“Sepertimya tidak bisa, Nona. Orang ini memakai baju yang menutup semua mukanya. Bahkan dia memakai kacamata hitam dan masker.” kata Manager.

__ADS_1


“Siapa dia? Kenapa aku merasa kalau dia akan tahu kalau Rayna dan Calvin akan masuk ke kamar itu?” tanya Ren merasa ada yang aneh.


T.B.C


__ADS_2