
"APA KAU BILANG, RUI?" teriak Riku dengan terbelalak matanya dan terkejut.
Riku melihat ke Rayna dengan seksama, melihat dari atas sampai bawah. Rayna yang di lihat oleh Riku langsung merasa gugup dan jadi tidak enak makan karena di lihat terus oleh Riku.
"Berhenti menatap nya seperti itu padanya, dia jadi ketakutan." kata Reyna melihat Riku menatap Rayna terus.
"Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau telah menemukannya." kata Riku ke Reyna.
"Kenapa aku harus memberitahu mu?" tanya Reyna.
Riku : "......"
"Apa kau masih marah pada ku Rey?" tanya Riku.
"Menurut mu?" tanya Reyna balik.
Riku menghilang nafasnya dengan pelan, Riku tahu kalau Reyna masih marah padanya.
"Baiklah. Nanti kita bicarakan lagi setelah makan." kata Riku langsung makan. Baru saja sesuap nasi, Riku terdiam.
"Kenapa Bos?" tanya Rui melihat Riku terdiam.
Mendengar perkataan Rui, semuanya melihat ke Riku. Sedangkan Rayna takut kalau Riku tidak suka dengan masakannya.
"Kenapa?" tanya Reyna.
"Tidak ada. Ini siapa yang masak?" Riku langsung tersadar melihat lauk di meja.
"Rayna yang memasak." jawab Reyna.
Riku melihat ke Rayna lagi membuat Rayna ketakutan.
"Apa ada masalah dengan masakannya Tuan?" tanya Calvin melihat Rayna sudah ketakutan karena takut kalau Riku tidak suka dengan masakannya.
"Ah tidak. Hanya saja aku merasa enak dengan masakannya jadi penasaran siapa yang buat." kata Riku.
__ADS_1
"Benarkah, masakan saya Enak?" tanya Rayna dengan ragu.
"Ya. Masakan mu memang enak." kata Riku dengan senyum tipis.
"Sudah jangan bicara lagi. Kita makan dulu setelah itu baru bicara." kata Reyna.
Riku tidak banyak bicara lagi dan makan dengan lahap, begitu juga dengan yang lain.
Setelah selesai makan, Riku makan paling banyak dan sangat lahap. Bahkan Rui juga agak terkejut melihat Riku makan banyak dan sangat lahap.
"Apa dia yang bernama Rayna?" tanya Riku yang melihat Rayna sedang mencuci piring.
"Ya."
"Kenapa kau tidak memberitahu aku kalau kau sudah menemukannya Rey?" tanya Riku.
"Kenapa aku harus memberitahu mu? Apa kau kenal dengan nya?" tanya Reyna dengan cuek.
"Mau sampai kapan kau marah padaku?" tanya Riku.
Riku : "......"
Riku terdiam melihat Reyna marah padanya sampai akhir hayat nya. Bukankah itu terlalu keterlaluan?
"Apa salah ku padamu sampai kau tidak mau memaafkan aku?" tanya Riku.
"Harusnya kau tau sendiri kan alasannya." kata Reyna datar.
"Ini ada jus jeruk. Jika mau, ambil saja. Saya menaruh gelas di sini." kata Rayna memberikan jus jeruk di meja.
"Terima kasih." kata Riku ke Rayna.
"Sama-sama." jawab Rayna dengan senyum lembut.
"Mau sampai kapan kau di sini?" tanya Reyna dingin. Reyna merasa ingin Riku cepat keluar dari apartemen nya.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu bicara dingin padaku? Tidak bisakah kau bicara lembut Rey?" tanya Riku.
"Entahlah ya." kata Reyna dengan datar.
"Apa aku boleh menginap di sini?" tanya Riku membuat Reyna menatap Riku dengan teliti.
"Untuk apa kau menginap di sini? Bukankah kau ada tempat tinggal sendiri?" tanya Reyna.
"Siapa yang menyetujui kau untuk tidur di sini?" tanya Ren dengan dingin.
Ren awalnya hanya ingin diam saja tapi setelah mendengarkan Riku ingin menginap langsung membuka suaranya.
"Aku tidak tanya pada mu Bocah." kata Riku dengan dingin membuat Ren menatap tajam Riku.
"Terserah kau mau menginap di sini atau tidak. Tapi kau dan Ren akan tidur satu kamar. Apa itu tidak masalah bagimu?" tanya Reyna.
Reyna merasa malas bicara panjang lebar dengan Riku, karena jika di paksa keluar juga Riku tidak akan mau keluar.
"APA??!!" teriak Riku dan Ren bersamaan.
"Siapa yang mau tidur bersama dia??!!" teriak Riku dan Ren sambil menunjuk satu sama lain.
"Jika tidak ada yang mau, kalian pulang saja sendiri. Aku capek meladeni kalian berdua." kata Reyna menyerah langsung berdiri dan membawa jus ke dapur.
"Ray, jus nya aku taruh di sini ya. Aku mau tidur, karena aku sudah capek." kata Reyna menaruh jus di meja.
"Ya, tidak apa Rey. Biar aku bersihkan nanti." kata Rayna dengan senyum lembut.
Reyna yang baru saja mau masuk ke kamar langsung melihat ke Ren dan Riku yang masih berdebat.
"Oh iya. Kalian berdua jangan berani masuk ke kamar aku, jika kalian masuk, maka bersiaplah kalian tidak akan bisa tidur nyenyak nanti malam." kata Reyna mengancam Riku dan Ren.
Riku dan Ren terdiam dengan ancaman Reyna. Awalnya mereka berdua ingin tidur bersama Reyna tapi sayangnya Reyna sudah duluan tahu rencana mereka.
T.B.C
__ADS_1