Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 112 - MASALAH RUI SEBAGAI SEKRETARIS


__ADS_3

"Apa kau ingin bilang kalau gadis ini beneran Reyna?" tanya Riku menatap ke Rui.


"Em..." Rui tidak bicara merasa karena telah membongkar penyamaran Reyna.


Riku melihat Rui tidak bicara langsung menatap Reyna.


"Apa benar ini kau Rey?" tanya Riku.


Reyna menatap Rui menundukkan kepalanya tidak mau bicara karena merasa sudah tidak tau mau bilang apa.


"Kau salah orang tuan. Aku bukan orang yang anda cari." kata Reyna.


Riku merasa tidak percaya apa yang dikatakan Reyna. Akhirnya Riku mencoba bertanya sama Reyna.


"Jika kau memang bukan orang yang aku cari kenapa aura kau sangat mirip dengannya. Bahkan bukan cuma hanya muka dan penampilanmu yang mirip." kata Riku berjalan sambil menatap Reyna yang semakin terpojok.


"Bukankah dia sudah bilang kalau dia tidak mengenal mu? Jangan kau paksa dia!" kata Ren langsung didepan Reyna melindunginya.


"Aku tidak tanya padamu. Kau jangan ikut campur." kata Riku ke Ren karena menghalangi nya.


"Bagaimana aku tidak ikut campur jika kau paksa dia menjawab pertanyaanmu." kata Ren.


"Kenapa aku merasa kau sangat dekat dengannya? Kalian berdua bukan sekedar teman kan?" tanya Riku melihat Ren sangat ingin melindungi Reyna.


Reyna merasa hal buruk akan terjadi. Rasanya ingin keluar dari mereka berdua yang mau mulai beradu lagi.


"Untuk apa kau mau tau hubungan kita. Ini tidak ada urusannya dengan mu." kata Ren.


Riku merasa ada yang aneh, tapi entah kenapa dia merasa kalau gadis dibelakang Ren ini beneran orang yang di carinya. Riku merasa ada ide bisa membuktikan gadis ini beneran Reyna atau tidak.


“Oh ya, aku baru ingat bukankah kau sangat suka dengan gadisku? Kenapa kau malah suka dengan gadis yang mirip dengan gadisku ini? Atau jangan-jangan kau memang berpindah hati?” tanya Riku.


“Aku suka dengan siapa terserah padaku lah. Kenapa kau malah ikut campur urusanku.”


“Benarkah? Oh ya, aku juga baru ingat kalau ingin memberitahumu kalau gadis yang ku cari sudah memiliki pacar.” katariku membuat Ren terkejut.


“APA KAU BILANG!!!!” teriak Ren membuat bergema diruangan itu.

__ADS_1


“Kenapa? Apa kau berpikir aku berbohong padamu?” tanya Riku.


“Kau jangan bercanda denganku! Jika kau bercanda kau akan tau akibatnya.” kata Ren menatap tajam Riku.


“Apa masalah dan hubungannya bagimu? Bukankah kau sudah punya pacar dibelakangmu itu? Kenapa kau malah marah mendengar kalau gadisku sudah punya pacar.” kata Riku.


“Kau tidak sedang bercanda atau memipuku kaan?” tanya Ren.


“Kalau kau tidak percaya kenapa tidak tanya saja sama dengan orangnya sendiri.” kata Riku.


Ren menatap Reyna. Reyna melihat Ren menatap dan akan bertanya padanya pasti merasa penyamarannya akan terbongkar.


‘Jangan katakan padaku kalau Ren akan menayankan padaku?’ batin Reyna merasa akan terkajdi hal buruk.


“Rey, apa benar apa yang dibilangnya?” tanya Ren pada Reyna.


‘Tuh lihat! Benar apa yang aku bilang. Kau benar-benar kena tipu sama dia. Bisa-bisanya kau bertanya padaku.


Penyamaran aku akan terbongkar jika kau bertanya padaku.’ batin Reyna menatap kesal Ren.


“Kenapa kau malah bertanya padaku?” tanya Reyna merasa agak cemas.


DUAARRR!!!!!


Riku yang mendengar apa yang dikatakan Ren langsung saja terkejut dan melihat ke Reyna. Ternyata dugaannya benar kalau Reyna adalah orang yang dicarinya selama 6 bulan lebih ini. Sedangkan Reyna hanya bisa menghela nafasnya karena telah ketahuan penyamarannya


“Jadi benar dugaanku kalau kau beneran Rey.” kata Riku menatap dan menujuk ke Reyna.


“Kau bocah sialan! Beraninya menyembunyikan Rey ku selama ini.” teriak Riku ke Ren langsung saja ingin memukulnya.


“Aku tidak bicara padamu pak tua! Aku sedang bicara dengannya.” kata Ren menatap tajam Riku.


“Aku juga bicara denganmu bocah.” kata Riku juga tidak mau kalah.


Ren dan Riku mulai lagi bertengkat adu mulut mereka. Sedangkan Reyna merasa sudah sangat lelah melihat kedua orang yang dari tadi tidak bisa akur seperti anjing dan kucing yang tidak akan pernah akur.


Rui yang melihat Bosnya mulai bertengakar lagi alangsung mendekati Reyna untuk menghentikan Bosnya. “Em… Nona… Apa nona tidak menghentikan mereka berdua?” tanya Rui.

__ADS_1


Reyna menatap tajam Rui karena mereka bertengkar lagi karena dia yang telah membocorkan penyamarannya.


“Kenapa kau tanya padaku Rui? Bukankah ini karena ulahmu? Jika kau tidak membongkar penyamaranku, aku pasti sudah pulang ke rumah.” kata Reyna menatap tajam Rui.


Rui terdiam mendengar perkataan nonanya karena memang salahnya karena dia tidak sengaja membocorkan penyamaran Nonanya pada Bosnya.


“Maafkan saya nona.” kata Rui merasa bersalah.


“Jika kau ingin meminta maaf padaku. Hentikan dulu mereka berdua sekarang juga.” kata Reyna menunjuk ke arah Ren dan Riku yang tidak ada redanya bertengkar.


“Jika aku menghentikan mereka berdua yang ada aku bisa mati nona.” kata Rui yang tidak ingin menghentikan Ren dan Riku karena takut kena pukul.


“Kalau tidak ingin mati. Bagaimana kalau aku menghajarmu dulu baru kau mau menghentikan mereka.” kata Reyna ancam Rui.


Rui mengeluarkan keringan dingin di dahinya. Jika dia tidak ingin menghentikan Ren dan Riku maka dia akan kena hajar sama nonanya. Jika dia menghentikan Ren dan Riku juga sama karena mereka berdua pasti akan menghajarnya juga.


Rui merasa menjadi sekretaris Bosnya akan mendapatkan banyak masalah dan menyakitkan baginya. Apa yang Bosnya lakukan salah pasti dia juga yang akan kena imbasnya. Rui rasanya ingin berhenti jadi sekretaris pribadi bosnya, tapi apa dayanya dia tidak ingin berhenti karena mendapatkan gaji yang lebih besar 10x lipat dari gaji biasa.


‘Kenapa selalu aku yang kena? Apa mereka tidak bisa membuat aku istirahat sehari saja? Tiap hari membuat aku


masalah dan bikin aku stress’ batin Rui.


“Kenapa kau tidak jalan? Apa kau ingin aku menghajarmu Rui?” tanya Reyna menatap tajam Rui.


“Tapi nona….” Rui marasa keberatan.


“Apa kau ingin aku melakukannya padamu Rui? Sepertinya kau sangat ingin aku pukul.” tanya Reyna menatap tajam Rui.


Mood Reyna beneran sangat buruk sekarang karena Rui telah berani mengungkapkan penyamarannya. Semenjak Felicia selalu ingin mendekati Ren, Reyna rasanya sekarang ingin memukul seseorang karena mengingat Felicia memeluk tangan Ren akan membuat mood Reyna semakin memburuk.


“Dalam 3 detik jika kau tidak menghentikan mereka, maka kau akan tau akibatnya Rui.” Reyna menatap tajam Rui karena mood Reyna beneran sangat buruk.


‘Kenapa selalu ini yang terjadi padaku?’ batin Rui merasa sangat tidak ingin mendekati Ren dan Riku. Rui yang melihat Reyna menatapnya sangat tajam mau tidak mau Rui mendekati Ren dan Riku.


___________________________________________________


Maaf ya, kemarin tidak bisa update.

__ADS_1


Karena Author agak sibuk jadi tidak bisa update.


__ADS_2