
Reyna pergi ke kampus sendirian karena Ren tidak bangun bangun dari tempat tidurnya. Reyna berpapasan dengan Yuna di gerbang kampus.
“Pagi Reyna.”
“Pagi Yuna. Bagaimana liburanmu?” tanya Reyna.
“Enak. Aku sekeluarga pergi jalan berbagai tempat. Kakek dan nenek juga senang.” jawab Yuna.
“Syukurlah jika mereka senang.”
“Aku tidak menyangka kalau waktu magang kita sudah selesai. Aku berpikir akan bekerja lagi disana.” kata Yuna.
“Jika kau mau, kau bisa melamar di Heaven. Aku yakin mereka pasti akan menerimamu karena kerjamu sangat bagus.” kata Reyna.
“Benarkah? Tapi aku rasa tidak akan kerja di sana karena aku pasti membantu perusahaan Papaku.” kata Yuna ingin bekerja di Heaven tapi Yuna juga sadar kalau dia juga harus membantu perusahaan Papanya.
“Kalau aku tidak salah Papa mu membuka perusahaan Enterteiment ya?” tanya Reyna.
“Ya, perusahaan menerima actor, penyanyi, dan agensi.” jawab Yuna.
“Apa perusahaan Papa mu sudah membuat permohonan artis di perusahaan Heaven?” tanya Reyna.
“Hah? Tidak. Apa Heaven sedang mencari artis?” tanya Yuna.
“Sebenarnya aku dengar dari pak Satya kalau mereka sedang mencari artis untuk menjadi produk yang baru saja di keluarkan. Jika perusahaan Papa mu dapat kesempatan ini bisa membuat perusahaannya mendapat pemasukan.” kata Reyna
“Benarkah? Aku harus kasih tahu sama Papa sekarang.” kata Yuna dengan cepat menelpon Papanya.
“Kalau begitu aku masuk duluan ya.”
“Ya. Nanti aku nyusul.”
Reyna masuk ke kelas duluan. Reyna merasakan ada yang memperhatikannya langsung saja menoleh tapi tidak ada yang melihatnya jadi Reyna cuek saja.
Reyna tidak tahu kalau banyak orang memperhatikannya, bnayak orang berbisik-bisik tapi mereka tidak melihat ke Reyna.
***
“Hm?” Reyna melihat ke sekelilingnya.
“Kenapa Reyna?” tanya Yuna.
__ADS_1
“Tidak. Entah kenapa aku merasakan banyak yang memperhatikanku.” kata Reyna.
Yuna langsung melihat sekelilingnya ternyata semua orang melihat ke arah mereka. Yuna heran kenapa banyak orang memperhatikan mereka.
“Apa terjadi sesuatu sampai kita di perhatikan?” tanya Yuna.
“Aku punya perasaan tidak enak.” kata Reyna.
“Aku juga sama Reyna.” jawab Yuna.
Reyna dan Yuna langsung ke kantin sampai tidak memperdulikan banyak orang yang memperhatikan mereka. Sampai di depan kantin Reyna dan Yuna kena tersiram air ke tubuh mereka.
BYUURR
“Apa ini? Air sampah?” gumam Reyna melihat banyak sampah dan bau di tubuhnya. Yuna juga sama kenanya hanya sedikit di bajunya, sedangkan Reyna semua tubuhnya kena.
“Hahahaha…. Kalian lihat penampilan mereka yang sangat kotor. Bukankah ini akan membuat kalian tidak mood makan?” tertawa seorang Wanita dengan senyum.
“Apa ini kelakuanmu?” tanya Reyna dengan datar.
“Memangnya kenapa?”
“Sepertinya kau sama sekali tidak takut dengan ancamanku kemarin. Apa aku perlu telpon orang tuamu baru kau sadar?” tanya Reyna dengan dingin.
Sara kuliah di kampus Reyna karena Sara baru pindah. Kenapa Sara bisa ada di kampus Reyna karena Sara di paksa sama Papanya supaya kuliah di sana karena Sara tinggal di luar negeri.
“Aku tidak akan memberikan kau kesempatan lagi, karena jika kau sudah menyesal dan meminta maaf padaku aku tidak akan memaafkanmu lagi.” kata Reyna dengan dingin.
“Sara, kau jangan percaya dengan perkataannya. Aku rasa siram sampah sama dia masih belum cukup untuknya.” kata Anna dengan senyum.
‘Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia kuliah di luar kota?’ batin Reyna merasa heran kenapa Anna bisa ada di kampusnya.
“Hah~” Reyna menghela nafasnya merasa sangat capek bicara dengan Sara dan Anna karena apapun yang di bilangnya pasti mereka akan balas dan permbicaraan mereka tidak akan selesai.
Reyna langsung mengeluarkan Hp-nya dan menelpon Riku. Reyna sudah merasa capek berlawan dengan Anna dan Sara karena jika di ancam terus mereka sama sekali tidak merasa takut jadi Reyna akan memberikan sedikit hadiah pada Anna dan Sara.
RING~
RING~
“Apa Rey? Apa kau merindukanku?” tanya Riku dengan senyum. Riku senang adik kecilnya menelponnya.
__ADS_1
“Apa kau sedang sibuk?” tanya Reyna.
“Kesibukan apapun itu sudah pasti aku lebih memprioritas kau lagi dari kerjaan.” jawab Riku dengan senyum.
Riku sedang mengadakan rapat di perusahaan. Awalnya para petinggi di sana tetakutan karena ada yang menelpon pas rapat, tapi mereka langsung lega kalau yang telpon itu dari Bos mereka.
Semua orang di rapat itu pun terkejut kalau Bos mereka yang selalu dingin malah tersenyum setelah mengangkat telponnya.
“Jadi, ada apa kau telpon aku? Aku yakin kau punya masalah sampai telpon aku bukan?” tanya Riku.
“Ada orang yang ingin melawanku. Aku sudah memberikan peringatan berkali-kali dan mereka sama sekali tidak takut. Aku ingin memberikan hadiah kecil pada mereka. Apa kau bisa melakukannya?” jelas Reyna.
“Kenapa kau memberikan peringatan? Kenapa kau tidak ancam dengan mematakan tangan atau kaki mereka supaya mereka kapok?” tanya Riku.
Riku tahu Reyna sangat baik dan suka memaafkan lawannya walaupun Reyna sudah mencapai batas dan membuat mereka marah sudah pasti Reyna tidak akan membiarkan mereka begitu saja.
“Aku sudah melakukannya dan mereka sama sekali tidak takut. Aku merasa mereka punya kekuasaan tinggi sampai tidak takut denganku.” jelas Reyna dengan santai.
“Ppff….” Riku di sana hampir tertawa lepas mendengar kata Reyna.
“Ok, kau kasih tau nama mereka dan biar aku yang urus.” kata Riku dengan senyum.
“Ok. Oh ya, aku ingin kasih tahu kalau mereka juga melakukan hal buruk pada adik kita jadi jangan terlalu ringan ya.” kata Reyna dengan senyum dan memutuskan panggilannya.
“Adik?” gumam Riku dengan pelan. Riku langsung saja mematahkan pena di tangannya dan mengeluarkan aura membunuhnya sampai di ruangan sampai ketakutan.
“Ternyata ada yang ingin berani melawan ya. Baiklah, aku akan kasih hadiah kecil karena Rey yang bilang. Masih untung aku sayang pada Rey, jika tidak mereka sudah musnah sampai debu.” gumam Riku dengan sabar menahan emosinya.
“Em.. Tuan Riku…”
“Kita tunda rapatnya karena aku ada urusan penting yang harus aku urus.” kata Riku dengan datar langsung pergi begitu saja.
“Ada apa Bos? Apa Nona telpon Bos?” tanya Rui. rui tahu yang telpon pasti Nona Reyna karena dilihat dari sikap Bosnya sangat berbeda.
“Ya. Kau cari info tentang mereka berdua, juga cari perusahaan mana orang tuanya bekerja.” kata Riku langsung kasih Hp-nya pada Rui.
“Apa terjadi sesuatu?” tanya Rui dengan bingung.
“Ada yang ingin bermain dengan Rey, jadi kau cari dulu identitas mereka baru aku kasih tahu bagaimana bermain dan kasih hadiah dengan mereka.” kata Riku dengan senyum.
“Baik Bos.” Rui hanya patuh dan tidak bertanya lagi. Rui tahu jika Nonanya meminta sesuatu pasti lawannya membuat nonanya marah.
__ADS_1
T.B.C