Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.88 - MAGANG


__ADS_3

“Da-darimana kau tau kalau Phoenix itu sendiri yang mendesign dan membuatnya sendiri?” kata Stella.


“Kenapa kau tidak nonton saja interview designer Phoenix di internet. Dia menjelaskan bahwa dia membuat 2 logo designernya walaupun logo yang dia sebut di internet hanya ada 1 saja. Bukankah tahun lalu dia ada interview radio? Walaupun wajahnya tidak keluar di internet tapi banyak orang yang tau tentangnya.” kata Reyna dengan pelan.


Reyna memperlihatkan radio tahun lalu waktu Phoenix di interview di hand phone nya. Setelah 20 menit Phoenix juga mengatakan bahwa dia juga membuat 2 logo untuk design bajunya dengan gambar yang sangat berbeda jauh dari ke logo yang ada di internet. Logo pertama yaitu di internet design gambarnya dia yang buat tapi, yang membuat bajunya adalah orang lain.


Logo satu lagi sangat berbeda jauh dengan logo pertama karena design baju, bahan, dan yang membuat bajunya adalah Phoenix sendiri bukan orang lain. Phoenix tidak ingin membiarkan orang lain merusak bahan yang dia beli, karena bahan yang dipakai sangat mahal dan berkualitas. Jika orang lain yang membuat dan melakukan kesalahan sedikit saja pada bajunya maka mereka akan menanggung konsekuensinya untuk mengganti bahan yang telah mereka pakai.


Baju design yang dibuat sendiri oleh Phoenix, akan dijual dengan harga 5x sampai 10x lipat dari harga biasa, karena bahannya sangat mahal dari bahan sultra yang sangat susah didapatkan, bahkan ada mutiara asli di bajunya. Maka dari itu Phoenix tidak akan menjual baju yang di buatnya sendiri ke toko orang lain. Hanya beberapa orang saja yang tau tentang logo kedua ini.


Stella, Mimi dan Max mendengar radio itu terkejut. Apa lagi Stella mukanya sangat pucat dan tubuhnya bergetar sampai jatuh kebawah.


Jika benar jaket punya Reyna adalah milik Designer Phoenix maka dia tidak punya uang untuk menggantikannya.


“Apa kalian sudah mendengarnya? Jaket ini benar milik designer Phoenix, karena yang mendesign dan membuat jaket itu adalah Phoenix sendiri.” kata Reyna.


“Jadi harga jaket itu…” kata Stella yang tidak ingin mendengar harga asli jaket itu.


“Bukankah sudah aku bilang 50 juta. Jika kau memang punya uang lebih dari itu maka aku dengan senang hati akan menyuruh designer Phoenix membuatnya lagi.” kata Reyna dengan senyum.


“Ah ya. 50 juta itu adalah harga bahan jaket aku itu, belum termasuk dengan biaya design baju dan biaya pembuatan jaket itu.” sambung Reyna dengan santai.


Stella hampir pingsan mendengar bahan jaketnya saja baru 50 juta belum dengan design baju dan pembuatan jaketnya. Mimi langsung menangkap Stella yang hampir pingsan dan menyuruhnya duduk di sofa.


Reyna tersenyum kecil melihat Stella sudah mau pingsan mendengar harga jaketnya. Jika dia mendengar salah satu harga baju terbaik dibuat oleh Designer Phoenix, jika membuat bekas sedikit saja pasti dia ingin langsung mati atau menjadi budaknya seumur hidup. Karena harganya sangat fantastis sampai 10 Triliun dengan bahan emas, mutiara, dan sultra asli.


“Minumlah. Apa sudah baikkan?” tanya Reyna mengasih minum ke Stella.


Stella langsung meminumnya walaupun dia masih terkejut dengan harga yang di katakan oleh Reyna.


“Ka-kalau boleh tau berapa harga asli jaketnya?” tanya Mimi yang penasaran.


“Harga asli jaket aku sekitar 180-an juta. Karena Phoenix design terkenal dan kerjaannya sangat teliti. Sekali biaya baju designnya bisa 60 jt-an, dan biaya membuat bajunya 70 juta.” jawab Reyna.


“Itu baru harga jaket aku, belum lagi yang design baju yang lebih bagus dari jaket aku ini bisa lebih dari 500 jutaan ke atas. Tiap design baju dan biaya buat baju harga berbeda-beda.” sambung Reyna.

__ADS_1


50 juta hanya bahan kainnya saja belum lagi dengan biaya buat dan design bajunya? Total jaketnya semua 180 juta. Darimana dia mendapatkan uang sebanyak itu?


Walaupun dia jadi bekerja di perusahaan heaven mendapatkan gaji besar, tetap saja bisa 10 sampai 15 tahun baru bisa lunas.


“Kau sendiri yang bilang ingin menggantikan jaket aku bukan? Setelah mendengar harganya saja kau langsung pingsan. Bagaimana kau mau membayarnya?” tanya Reyna dengan santai membuat Stella terdiam bisu.


“Jadi orang jangan terlalu tinggi sombongnya. Karena masih ada yang jauh lebih tinggi dari status mu. Jangan hanya karena kau dapat bekerja di perusahaan besar seperti Heaven Corporation kau bisa seenaknya sendiri, tapi tetap saja kau hanya karyawan di perusahaan besar, bukan pemilik Heaven Corporation ini.” kata Reyna.


“Ingat untuk jangan menilai pandangan dari luarnya saja. Ini akibatnya jika kau meremehkan orang. Tidak semua orang kaya selalu berpakaian mewah semua.” sambung Reyna.


Stella menundukkan kepalanya rasanya menyesal karena telah meremehkan dan menghina Reyna.


“Maaf atas semua yang aku lakukan padamu. Maaf juga karena telah menghinamu.” kata Stella meminta maaf ke Reyna dengan tulus.


“Bagus kalau kau mengerti.” kata Reyna.


“Tapi, jaketnya bagaimana? Bukankah harganya sangat mahal?” tanya Mimi.


“Tidak apa, tidak usah diganti. Nanti bisa aku cuci lagi.” jawab Reyna dengan pelan.


“Kalau boleh tau siapa namamu?” tanya Mimi yang tiba-tiba merasa akan mendapatkan teman yang baik.


“Reyna.”


“Aku Mimi. Ini teman aku Stella. Jika kau mau apakah aku boleh berteman denganmu?” tanya Mimi dengan senyum mengulurkan tangannya.


“Tentu saja. Senang berkenalan denganmu.” kata Reyna dengan senyum membalas tangan Mimi.


“Senang berkenalan denganmu juga Stella.” kata Reyna dengan senyum.


Stella terkejut dia berpikir Reyna tidak ingin berteman karena telah menghinanya ternyata pikirannya salah.


“Apa kau ingin berteman denganku? Aku kan sudah menghinamu. Kenapa masih ingin berteman denganku?” tanya Stella yang merasa tidak percaya. Takutnya Reyna suatu ahri akan membalasnya perbuatannya.


“Tentu saja jika kau bisa merubah sifatmu. Aku memaafkan jaket aku yang kau buat, tapi tidak untuk kedua kalinya.” kata Reyna dengan senyum.

__ADS_1


“Terima kasih Reyna. Aku pasti akan merubah sifat jelek aku ini.” kata Stella dengan senang karena Reyna mau memaafkannya.


“Reyna, kau kenapa ada di perusahaan ini? Apakah kau juga akan melamar kerja disini?” tanya Mimi.


“Tidak. Aku tidak melamar kerja disini.” jawab Reyna.


“Jadi, kenapa kau ada disini?” tanya Stella.


Sebelum Reyna menjawab Pak Satya masuk. “Maaf lama menunggu.” kata pak Satya.


“Tidak apa pak.” kata Mimi.


“Ini formulirnya. Kalian baca dulu peraturan perusahaan. Jika kalian setuju maka tanda tangan saja kontraknya.” kata pak Satya mengasih berkas-berkas peraturan dan formulir data diri.


“Tidak usah pak. Kita langsung tanda tangan saja. Benarkan Stell?” tanya Mimi.


“Iya pak. Kita langsung tanda tangan kontrak saja.” jawab Stella.


“Baiklah. Untuk peraturan perusahaan kalian boleh ambil untuk kalian baca. Nanti kalian ke ruangan HRD untuk mengscan sidik jari kalian untuk kehadiran kalian di perusahaan.” akta pak Satya.


“Baik pak. Terima kasih.” kata Stella dan Mimi serempak.


“Kalau kau bagaimana Reyna? Apa kau akan kerja disini?” tanya Mimi ke Reyna dengan antusias.


“Nona Reyna bukan mau melamar disini. Dia….” kata pak Satya langsung di potong Reyna dengan cepat.


“Aku ingin mengajukan magang di perusahaan ini.” kata Reyna dengan cepat membuat Max dan pak Satya terkejut.


“Magang?” tanya Mimi dengan bingung.


“Ya. Karena aku sebentar lagi akan keluar lapangan kerja di kampus. Jadi aku memilih Heaven Corporation.” kata Reyna dengan cepat.


'Pemilik Heaven Corporation akan magang di perusahaannya sendiri? Apa nona Reyna bercanda?’ batin pak Satya tidak percaya apa yang didengarnya.


‘Apa yang kak Reyna katakan barusan? Magang? Kenapa pemilik perusahaan harus magang di perusahaan sendiri?’ batin Max dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2