Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 254 - TINGGAL DI LUAR NEGERI


__ADS_3

Di rumah sakit Sara membuka matanya dengan pelan.


"Sara, kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" tanya Mama Sara melihat Sara sudah bangun.


"Mama.... Ini di mana?" tanya Sara.


"Kau di rumah sakit. Biar Mama panggil dokter." kata Mama Sara langsung keluar kamar dan panggil Dokter.


Dokter sudah datang dan memeriksa keadaan Sara.


"Bagaimana keadaan putri saya Dok?" tanya Mama Sara.


"Sepertinya tidak ada masalah, Nyonya. Tapi dia harus istirahat total dan tangannya masih belum boleh di gerakkan." kata Dokter.


"Baik, Dok. Terima kasih."


Dokter langsung keluar kamar dan memeriksa pasien lain.


"Ma, memangnya ada apa dengan tangan ku?" tanya Sara melihat tangannya pakai gips.


"Tulang tangan mu tergeser dan dokter sudah menyembuhkan tangan mu seperti semula, tapi kau masih belum boleh mengerakkannya." kata Mama Sara.


"Tergeser?" Sara mendengar kata tulang tangan tergeser langsung teringat dengan Reyna.


"Ma... Di mana dia?" tanya Sara.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Mama Sara.


"Tentu saja saudara Rayna itu. Beraninya dia mematahkan tanganku!" teriak Sara dengan marah.


"Patah? Tangan mu tidak patah sayang." kata Mama Sara.


"Apa maksud mu, Sara? Apa teman mu yang membuat mu seperti ini?" tanya Papa Sara yang masuk ke dalam mendengar perkataan Sara.

__ADS_1


"Tentu saja, Pa. Lihat apa yang dia lakukan padaku. Bukan cuma hanya tangan ku tapi muka ku juga." kata Sara dengan sedih.


"Itu bukan karena ulah mu duluan kan?" tanya Papa Sara.


"Te-tentu saja, Pa. Mana mungkin aku yang duluan mulai bertengkar pada mereka." kata Sara mengelak.


"Papa sedang cari siapa yang lakukan ini padamu. Tapi jika ini di mulai denganmu, maka jangan salahkan papa." kata Papa Sara dengan tegas.


Sara sudah mulai berkeringat dingin dengan perkataan Papanya.


"Pa, tidak mungkin Sara yang mulai pada temannya. Kita paling tahu sifat putri kita Pa." kata Mama Sara.


"Papa tahu putri kita pasti tidak akan membuat masalah dengan orang lain. Tapi jika dia yang mulai duluan dan tidak mau jujur maka Papa juga tidak akan segan menghukumnya, Ma." kata Papa Sara.


"Papa melakukan ini untuk dirinya sendiri. Jangan hanya karena kita bisa menyembunyikan kelakuan Sara pada orang luar, tapi kita tidak bisa membohongi diri sendiri dan keluarga kita." lanjut Papa Sara.


Papa Sara paling tahu sifat putrinya ini. Papa Sara sangat yakin ini pasti ulah putrinya sendiri, tapi karena masih belum ada bukti kuat jadi tidak ingin membuat putri dan istrinya sedih.


"Apa? Umur 20 tahun sudah dewasa, Ma. Bahkan sudah banyak orang yang bekerja semenjak usia 15 sampai 17 tahun. Dari mana Mama melihat putri kita masih anak-anak?" tanya Papa Sara dengan marah.


"Itu..."


"Mama jangan terlalu memanjakan Sara, Ma. Jangan sampai kita sudah tua, Sara tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan masih membutuhkan bantuan kita."


"Papa nanti sudah menyiapkan mu Apartemen di luar negeri. Untuk sementara kau tinggal di sana dan mencari pekerjaan sendiri." kata Papa Sara dengan serius.


"APA??!!" teriak Sara dan Mama Sara dengan terkejut.


"Papa... Kenapa papa melakukan ini pada Sara?" tanya Sara sudah mau menangis.


"Benar, Pa. Sara tidak mungkin bisa tinggal sendirian." kata Mama Sara.


"Papa melakukan ini untuk kebaikan mu, Sara. Jika Papa dan Mama sudah tidak ada, siapa yang bisa memberikan mu Uang, Tidak ada selain diri mu sendiri." kata Papa Sara.

__ADS_1


"Tenang saja, Papa juga akan memberikan mu uang makan di sana. Kau hemat kan saja uang mu untuk makan dan yang lain. Ingat tidak ada penolakan." lanjut Papa Sara dengan tegas.


Sara awalnya ingin menolak tinggal di luar negeri tapi karena mendengar Papa nya akan memberikan uang makan maka tidak akan jadi masalah, tapi Sara semakin terkejut mendengar perkataan Papanya.


"Oh ya. Papa akan memberikan mu uang 5 juta sebulan. Tidak boleh lebih dari itu." kata Papa Sara.


"APA??!! Apa Papa bercanda?" tanya Sara dengan terkejut.


"Bercanda dari mana? Dan lagi 5 juta itu sudah banyak. Pasti sangat cukup untuk biaya makan mu dalam sebulan." kata Papa Sara.


"Sama sekali tidka cukup, Pa. Bagaimana jika aku ingin beli baju, tas dan kosmetik ku?" protes Sara.


"Untuk apa kau beli itu lagi? Di rumah sudah sangat banyak, bahkan sudah 1 ruangan penuh dengan baju dan tas mu." kata Papa Sara.


"Jika aku tidak beli, bagaimana tanggapan teman ku." kata Sara merengek.


"Untuk apa tanggapan teman mu itu? Mencari seorang teman bukan pergi berfoya-foya dan bersenang senang menghabiskan uang, tapi menikmati suasana dan bicara asik dengan temanmu." kata Papa Sara dengan marah mendengar perkataan putrinya kalau teman itu hanya untuk berfoya-foya saja.


"Mama lihat putri Mama. Lihat kelakuannya pada orang tuanya. Pokoknya Papa tidak mau tahu liburan berakhir kau ke luar negeri dan sekalian kuliah disana." kata Papa Sara dan keluar ruangan Sara.


"Maafkan Papa, Sara. Papa melakukan ini untuk kebaikan mu sendiri." kata Papa Sara dan langsung pergi cari tempat menenangkan dirinya.


"Mama.... Mama harus membujuk Papa... Aku tidak mau tinggal sendirian di luar negeri." kata Sara merengek ke Mamanya.


"Menurut Mama ini juga bagus untuk mu, Sara. Kau harus membiasakan dirimu tinggal sendirian di luar sana. Nanti Mama akan bicarakan tentang uang makan mu." kata Mama Sara.


"Sampai di sana, Mama juga akan tinggal beberapa hari menemani mu." lanjut Mama Sara.


Sara melihat Mamanya seperti tidak bisa membantu dan membujuk Papanya mau tidak mau Sara setuju.


'Awas saja kau Rayna. Ini gara-gara mu, aku jadi tinggal sendirian. Jika aku bertemu dengan mu, aku akan membalasnya berkali-kali lipat.' batin Sara dendam dengan Rayna dan Reyna.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2