Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 37 – KESEPAKATAN


__ADS_3

“Ren, apa kau tidak ingin main?” tanya Reyna melihat Ren tidak main sedikitpun.


“Tidak, kau saja yang main sampai puas. Selesai ini kita main Roller Coaster ya.” jawab Ren dengan senyum.


“Roller Coaster?” tanya Reyna dengan bingung.


“Yang tinggi itu.” kata Ren menunjukkan Roller Coaster.


Reyna melihat kereta dijalur yang tinggi melaju dengan sangat cepat membuat mata Reyna berbinar-binar.


“Apa kita akan main itu?” tanya Reyna sambil menunjuk Roller Coaster.


“Ya, apa kau ingin coba?” tanya Ren.


“Mau…… Aku ingin coba sekarang.” kata Reyna dengan mata berbinar-binar.


“Baiklah, kita menaruh barang kita ke tempat penitipan dulu baru main Roller Coaster.” kata Ren dengan senyum sambil membawa hadiah Reyna.


“Baiklah, ayo kita pergi sekarang juga.” kata Reyna dengan cepat meninggalkan Ren dan semua barangnya.


‘Apa dia ingin aku membawa semua barangnya?’ batin Ren melihat Reyna meninggalkannya dan semua barangnya.


“Ren, kenapa kau lama sekali? Cepat sedikit, kalau aku tidak bisa naik Roller Coaster, kau akan tau akibatnya.” kata Reyna mengancam Ren.


“Jika kau ingin cepat naik Roller Coaster kenapa tidak bantu aku membawa barang kau Rey? Kau tau barang kau tidak sedikit.” kata Ren dengan datar membuat Reyna terkejut.


“Hehe… Maaf Ren aku lupa.” kata Reyna dengan cengengesan.


Reyna baru sadar kalau banyak barangnya karena dapat hadiah dari menembak senapan dan panah barusan karena ingin cepat naik Roller Coaster jadi kelupaan Ren dan barangnya.


“Kalau kau meninggalkan aku lagi maka kau akan tau akibatnya Rey.” kata Ren dengan nada pelan ke telinga Reyna.


Reyna langsung terkejut dengan apa yang barusan didengarnya. ‘Apa dia ingin menghukum aku dengan itu lagi?’ batin Reyna.


“Kenapa? Bukankah kau ingin naik Roller Coaster?” kata Ren sambil mengandeng tangan Reyna melihat Reyna hanya diam saja.


Reyna langsung tersadar dan langsung berkata dengan senyum, “Ya, ayo kita pergi sekarang.”


Reyna dan Ren naik Roller Coaster dengan semangat. Sesudah naik Roller Coaster Reyna langsung merasa berdebar-debar karena pertama kali naik Roller Coaster bahkan menyuruh Ren untuk naik lagi sampai 3x sampai Reyna puas.


“Rey, apa ada lagi yang mau kau main?” tanya Ren.

__ADS_1


“Kita pergi beli minum dulu ya, aku kehausan karena berteriak terlalu banyak sampai dahaga aku kering.” kata Reyna merasa dahaganya kering.


“Baiklah, kau ingin minum apa biar aku belikan.” tanya Ren.


“Cola dingin.” kata Reyna.


“Kau tunggu saja disini ya, biar aku pergi belikan dulu.” kata Ren mencium dahi Reyna dengan lembut dan pergi beli minum.


“Cepat ya…” kata Reyna.


Ren hanya melambaikan tangannya dan pergi. Sedangkan Reyna melihat sekelilingnya dengan teliti dan waspada.


‘Sepertinya yang mengikuti aku dan Ren tidak pergi. Apa mau mereka mendekati aku?’ batin Reyna melihat sekeliling dengan seksama.


‘Aku sudah melihat 4 orang yang mengikuti aku dan Ren. Sepertinya mereka mempunyai banyak teman, aku merasa seperti 6-7 orang yang mengikuti aku dan Ren. Apa aku sapa saja sama mereka? Tapi kalau aku sapa mereka pasti tidak akan menjawab.’  batin Reyna.


Reyna sangat waspada pada sekitarnya, bahkan Reyna sudah melihat 3-4 orang mengikutinya. Walaupun Reyna hanya diam saja seakan tidak ada apa-apa, tapi perasaannya sangat tidak enak karena ada orang membuntutinya dari awal membuatnya tidak nyaman.


Sedangkan Ren pergi beli cola untuk Reyna, disaat Ren membayar merasa ada yang mengikutinya Ren tidak peduli bahkan merasa orang itu tidak ada. Setelah Ren sudah membeli Cola orang yang mengikutinya malah ingin mendekati Ren, Ren melihat itu langsung mencari tempat sepi supaya orang yang mengikutinya ikut sampai Ren berhenti ditempat sepi.


“Kenapa kalian tidak keluar saja?” kata Ren dengan datar.


“Tenang saja disini tidak ada orang, tidak ada yang akan melihat kita. Mendingan kalian keluar sekarang juga.” kata Ren melihat orang yang mengikutinya tidak keluar.


“Siapa kalian? Kenapa mengikuti kami?” tanya Ren.


“Siapa kami tidak ada urusannya denganmu. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?”


“Kesepakatan apa?”


“Tinggalkan gadis jelek yang bersama kau itu maka kami tidak akan menggangu kau lagi.”


“Kenapa aku harus meninggalkannya? Apa ada hubungannya dengan kalian?”


“Kau tidak perlu tau. Kau hanya perlu meninggalkannya dan kami tidak akan pernah menggangu kehidupan kau lagi.”


“Jika aku tidak mau?”


“Maka kau akan tau akibatnya anak muda.”


“Kalian ini siapa? Kenapa aku harus meninggalkannya? Jika kalian tidak memberikan alasan bagaimana aku bisa meninggalkannya?”

__ADS_1


“Gadis itu tidak cocok denganmu anak muda, dia bisa memberikan kau keputusasaan yang membuat kau tidak bisa hidup dengan tenang.”


“Kenapa kalian tidak maju saja daripada hanya berdiri disitu? Karena apapun jawaban aku berikan tidak akan berubah karena aku tidak akan meninggalkan maupun berpisah darinya.” kata Ren dengan datar karena tidak mau mendengar ocehan mereka.


Akhirnya mereka bertiga melawan Ren. Tidak sampai 10 menit Ren membuka colanya dan meminumnya karena kehausan.


“Aku kagum dengan kalian karena punya keberanian melawan aku, tapi kemampuan kalian masih dibawah aku.” kata Ren dengan datar melihat orang berbaju hitam babak belur karena pukulan Ren.


“Jadi bisa kalian kasih tau kalian ini siapa? Kenapa ingin mengejar Rey? Apa tujuan kalian? Jika tidak dijawab dengan jujur maka aku akan melakukan lebih parah dari ini.” kata Ren menatap mereka dengan sangat tajam dan membunuh.


Mereka sangat ketakutan Ren menatap mereka dengan sangat tajam dan membunuh membuat tidak bisa berkata apapun.


‘Siapa lelaki ini? Kenapa tatapannya sangat menakutkan dan membunuh?’ batin orang hitam itu dengan keringat dingin.


“Apa kalian tidak ingin menjawab? Sepertinya kalian tidak ingin hidup lagi ya?” tanya Ren dengan mata menakutkan.


“I-Itu… ka-kami….” jawabnya terbata-bata


“Bicara dengan jelas! Jika tidak aku akan potong lidah kalian jika tidak bicara dengan jelas!” teriak Ren dengan mengancam mereka.


Mereka hanya bisa menelan saliva mereka karena Ren mengancam mereka.


“I-Itu… kami hanya disuruh menculik gadis itu. Kami tidak tau apa-apa.” kata berbaju hitam dengan gemetar.


“Siapa yang menyuruh kalian?” tanya Ren dengan menahan emosinya.


“Kami tidak tau siapa, dia seorang wanita hanya bicara dari telpon saja untuk menculik gadis itu dan membawa ketempat dia.” kata berbaju hitam


“Wanita? Apakah dia masih muda?” tanya Ren.


“Sepertinya sudah agak tua sekitar 30-40 tahunan.” jawab berbaju hitam.


“Apa kalian yakin yang kalian incar itu adalah Rey?” tanya Ren.


“Benar, kami memang mengincar gadis itu. Wanita itu ada mengasih fotonya dan difoto itu hanya gadis itu sendiri dan yang lainnya laki-laki.” jawab berbaju hitam.


“Kalian punya foto Rey?” tanya Ren.


“Ada.” jawab berbaju hitam mengasih foto itu ke Ren.


Ren melihat foto itu langsung membulatkan matanya dan mengepalkan tangannya melihat foto itu. Foto itu ada Reyna, Kai dan Mira sedang tersenyum. Ren bukan melihat mereka tersenyum tapi fokus melihat Reyna tersenyum melihat ke Kai membuat kecemburuannya keluar.

__ADS_1


‘Sialan kau Kai mendapat senyuman manis dari Rey. Lihat saja bagaimana aku menghukummu!’ batin Ren dengan marah dan cemburu.


__ADS_2