Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 142 - SENYUMAN RACHEL DAN RICHIE


__ADS_3

---- Apartemen Harry ----


"Rachel, makan ya. Nanti kamu bisa sakit." kata Harry dengan lembut.


"Tidak mau!" teriak Rachel.


"Ayolah Rachel. Sedikit saja tidak apa." bujuk Harry.


"Hiks... Hikss... Rachel tidak mau..." teriak isakan Rachel.


Harry menghela nafasnya melihat Rachel tidak mau makan. Harry melihat ke Richie yang sedang makan dengan santai.


"Rachel, makan nasimu. Nanti kakak ajak kau main." kata Richie melihat pamannya seperti sudah tidak berdaya.


"Hiks... hiks... Rachel tidak mau main. Rachel ingin mommy...." teriak isakan Rachel air matanya sudah pecah turun kebawah.


"Mommy sudah tidak bersama kita Rachel." kata Richie.


"Waaaa....... Mommy.......... Rachel mau mommy......" tangisan Rachel semakin kuat.


Richie dan Harry membujuk Rachel untuk tidak menangis tapi Rachel malah semakin menangis.


"Paman bagaimana ini?" tanya Richie melihat Rachel tidak berhenti menangis.


"Paman juga tidak tau." kata Harry dengan bingung.


"Apa paman tidak punya nomor tante itu?" tanya Richie.


"Tante siapa?" tanya Harry.


"Nomor tante yang kita lihat pesta waktu itu." kata Richie.


"Oh.. kak Reyna. Ada." kata Harry.


"Telp tante itu dan bicara padanya untuk membujuk Rachel untuk tidak menangis." kata Richie.


"Benar juga. Kau memang pintar Richie." kata Harry langsung menelpon Reyna.


Setelah 4 kali dering Reyna mengangkatnya.


"Halo."


"Halo kak Reyna. Ini Harry." kata Harry.

__ADS_1


"Ada apa Harry?" tanya Reyna.


"Apa kakak sibuk?" tanya Harry.


"Tidak. Kenapa?" tanya Reyna.


"Begini kak. Apa kakak bisa bantu aku bicara dengan Rachel. Dia tidak mau makan dan terus menangis dan merengek mau bertemu dengan kakak." kata Harry.


"Apa kau tidak bisa membujuknya?" tanya Reyna.


"Tidak bisa kak. Bahkan tangisannya semakin keras. Apa kakak bisa bicara dengan Rachel? Mana tau Rachel mau makan." kata Harry.


"Kasih ke Rachel." kata Reyna.


"Rachel, ada yang ingin bicara dengan Rachel. Rachel bicara ya." kata Harry.


"Wa.... Rachel tidak mau.... Rachel mau mommy.... Hiks... Hikss...." kata Rachel masih menangis.


"Bukankah Rachel ingin bertemu dengan mommy?" tanya Harry.


Rachel mendengar kata mommy langsung berhenti menangis dan melihat ke Harry.


"Ini Mommy lagi telpon dan ingin bicara dengan Rachel." kata Harry dengan senyum mengasih Hp nya ke telinga Rachel.


"Mommy?" Rachel terisak-isak.


"Apa benar ini mommy?" tanya Rachel.


"Apa Rachel tidak mengenal suara mommy?"


"Mommy... Hiks... hikss.... Rachel kangen sama mommy." kata Rachel.


"Mommy sedang bekerja Rachel. Jika Rachel berperilaku baik maka mommy akan pergi menemui Rachel." kata Reyna dengan lembut.


"Rachel makan yang banyak ya, jangan tidak makan. Nanti jika Rachel sakit maka mommy tidak bisa menemui atau bermain dengan Rachel. Apa Rachel tidak mau bertemu dengan mommy?" tanya Reyna.


"Rachel mau bertemu dengan mommy. Rachel mau pergi bermain dengan mommy." kata Rachel.


"Kalau Rachel ingin bermain bersama mommy, pastikan Rachel makan yang banyak dan banyak istirahat supaya saat mommy datang bertemu dengan Rachel kita bisa pergi bermain bersama. Jika Rachel menurut maka mommy janji akan menemani Rachel bermain seharian." kata Reyna.


"Baik mommy. Rachel akan menurut." kata Rachel.


"Anak pintar. Jangan menyusahkan paman ya. Paman juga capek kerja dan harus mengurus Rachel." kata Reyna.

__ADS_1


"Iya mommy." kata Rachel.


"Kasih Hpnya ke paman Harry." kata Reyna.


Rachel menuruti perkataan Reyna dan mengasih ke Harry.


"Paman. Mommy mau bicara dengan paman." kata Rachel.


"Halo kak." kata Harry setelah mengambil Hpnya dari Rachel.


"Aku sudah bicara dengan Rachel untuk makan. Kau pastikan dia makan dengan teratur dan banyak istirahat." kata Reyna.


"Baik kak Reyna. Terima kasih kak." kata Harry.


"Minggu depan aku kemungkinan akan ke tempat mu untuk melihat Rachel tapi masih belum pasti. Jika jadi pergi akan aku kabarin lagi."


"Baik kak Reyna. Terima kasih kak." kata Harry.


Setelah Harry menutup sambungan telepon dia langsung agak terkejut melihat Rachel makan nasi walaupun masih menangis terisak-isak.


"Tante itu hebat ya paman. Hanya bicara dengan Rachel bisa membuat Rachel menurut dan makan nasi." kata Richie langsung tersenyum melihat adiknya makan.


"Ya. Paman juga terkejut. Hanya bilang jika makan dengan teratur dan banyak istirahat nanti akan bertemu dengan kak Reyna." kata Harry dengan senyum.


"Apa tante itu mau datang ke sini?" tanya Richie.


"Ya. Kemungkinan Minggu depan kak Reyna akan datang ke sini." kata Harry.


"Benarkah? Jika Tante itu datang ke sini maka Rachel akan sangat senang." kata Richie dengan senyum.


"Sudah pasti Rachel akan sangat senang karena akan bertemu dengan mommy nya." kata Harry.


"Sepertinya kau senang jika kak Reyna akan datang mengunjungi ke sini." kata Harry.


"Jika Tante itu datang ke sini maka Rachel juga akan senang, karena akhir akhir ini Rachel sangat murung dan suka sendiri. Aku mengajak main bersama dengannya pun perlu bujuk dengan susah payah baru Rachel mau main denganku." kata Richie.


"Tapi paman melihat bukan cuma hanya membuat Rachel senang tapi paman rasa kau juga senang kalau kak Reyna datang ke sini." kata Harry.


"Mungkin hanya perasaan paman saja." kata Richie dengan datar.


Harry merasa Richie pasti juga senang jika Reyna akan datang berkunjung karena Harry juga sering melihat Richie suka melamun seperti rindu dengan seseorang.


Harry tidak akan bertanya atau berkata apapun pada Richie karena Harry tau pasti Richie juga ingin bertemu dengan kak Reyna karena rindu dengan mommynya karena mukanya sangat mirip dengan mommy nya. Walaupun Harry tau kalau Richie tidak mau jujur tapi terlihat di matanya sangat senang.

__ADS_1


Jika Richie melihat Reyna pasti dia akan merasa mommynya akan kembali walaupun kak Reyna bukan ibu kandung mereka.


Asalkan Richie dan Rachel senang maka Harry juga ikut senang dan bahagia karena sudah lama Harry tidak pernah melihat ke dua keponakannya senyum dan gembira semenjak bertemu dengan Reyna.


__ADS_2