Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 75 - KETAHUAN


__ADS_3

“Kenapa? Apa kau kurang puas dengan hasilnya?” tanya Reyna senyum meremehkan Cecilia.


‘Sial! Kenapa bisa jadi begini? Bagaimana bisa gadis yang culun dan jelek menyembunyikan wajah cantiknya


ke semua orang?’ batin Cecilia dengan kesal.


“Sepertinya kau sangat puas dengan hasilnya Cecilia. Karena semuanya tau wajah asliku, aku menjadi gadis tercantik di kampus. Sedangkan kau hanya menjadi bawahan aku, karena aku lebih cantik darimu.” kata Reyna senyum licik.


“Kau….” Cecilia tidak bisa berkata-kata lagi karena perkataan Reyna. Cecilia langsung saja pergi dari situ dengan tatapan kesal.


“Cecil… Tunggu…..” teriak Serena melihat Cecilia pergi langsung mengejarnya.


“Kenapa? Apa kalian juga ingin seperti aku?” tanya Reyna senyum tipis.


“K-kau pasti operasi plastik kan. Tidak mungkin gadis yang jelek dan culun bisa secantik ini.” kata gadis yang benci dengan Reyna.


“Sepertinya kau itu sangat bodoh!” kata Reyna meremehkan gadis itu.


“Apa katamu!” teriak gadis itu.


“Aku bilang kau itu sangat bodoh. Kalau tidak tau apa-apa mendingan jangan asal bicara.” jawab Reyna dengan santai.


“Bilang saja kalau kau itu tidak mau mengaku kalau kau operasi plastik.” kata gadis itu dengan senyum meremehkan.


Reyna tidak menggubrisnya langsung saja mengambil kostum yang dia buang dilantai.


“Lihat lah, kau itu sangat jorok. Ingin mengambil baju yang kotor itu dengan tanganmu sendiri. Apa kau tidak takut kuman.”


“Justru aku takut baju kostumnya tertular jika kau memegang bajunya yang banyak kuman itu.” kata Reyna dengan santai.


“Apa kau bilang! Siapa yang bilang banyak kuman!” teriak gadis itu.


“Aku tidak akan bilang untuk kedua kalinya.” kata Reyna dengan dingin dan langsung pergi.


***


“Reyna!” teriak Yuna melihat Reyna di depan pintu ruangan ganti.


“Ada apa Yuna?” tanya Reyna.


“Apa kau tidak apa? Ini handuk dan baju untuk mu.” kata Yuna mengasih handuk dan baju ganti untuk Reyna.


“Aku tidak apa-apa. Makasih Yuna.” kata Reyna menerima handuk dan baju dan langsung saja ganti bajunya.


Setelah 10 menit Reyna ganti baju. Yuna melihat muka Reyna hanya terdiam.


“Kenapa Yuna?” tanya Reyna.

__ADS_1


“Tidak. Kau benar-benar sangat cantik Reyna. Kenapa selama ini kau mengubah wajahmu jadi culun?” tanya Yuna dengan senyum.


“Karena aku ingin teman yang tulus bukan teman penjilat.” jawab Reyna dengan santai.


“Apa kau bersyukur berteman denganku?” tanya Yuna.


“Tentu saja Yuna. Aku berteman denganmu karena aku tau kau itu baik.” jawab Reyna dengan senyum membuat Yuna tersenyum juga.


***


“Kenapa kalian semua pada berdiri saja? Cepat bersihkan semuanya. Aku sudah mau mengembalikan kunci ruangannya.” kata Ren dengan dingin yang mendekati panggung.


Semuanya langsung membereskan semuanya dengan cepat. Ren langsung mencari Reyna tapi tidak kelihatan.


“Cecilia dan yang lain kemana? Kenapa cuma hanya kalian saja?” tanya Ren melihat hanya sedikit saja yang berada di panggung.


“Cecilia dan yang lain pergi semua. Kalau Yuna dan Reyna sedang di ruangan ganti.” jawab Mahasiswa.


“Pergi kemana? Jangan bilang kalau mereka kabur dan tidak bantu membersihkan semua ini?” tanya Ren dengan dingin.


Semuanya hanya menggelengkan kepalanya tidak tau kemana membuat Ren marah. Ren langsung pergi keruang ganti mencari Reyna. Tapi Ren melihat ada beberapa mahasiswa sibuk melihat Hp-nya seperti terkejut dan menganga tidak percaya membuat Ren mendekati mereka.


“Apa yang kalian lakukan?” kata Ren dengan dingin membuat mereka terkejut karena tidak tau kalau Ren mendekati mereka.


“Ti-tidak ada.” kata gadis itu langsung menyembunyikan Hp-nya.


“Apa yang kalian lihat sampai tidak tau kalau ada aku. Berikan pada ku.” kata Ren dengan dingin meminta Hp gadis itu.


Setelah Ren melihat itu langsung mengasih Hp-nya pada gadis itu dan langsung pergi menemui Reyna.


"Reyna, apa kau tidak pulang saja?" tanya Yuna.


"Kenapa harus pulang? Bukankah kita harus membersihkan panggungnya dulu?" tanya Reyna.


"Tapi, tubuh kau sudah kena air? Apa kau tidak pulang mandi saja?" tanya Yuna.


"Tidak apa. Aku kan sudah ganti baju." kata Reyna.


"Tapi..."


Brak


"Rey!" teriak Ren membuka pintu ruangan ganti dengan keras membuat Reyna dan Yuna terkejut.


"Kau bikin aku serangan jantung Ren." kata Reyna terkejut pintu tiba-tiba dibuka dengan keras.


"Kau tidak apa Rey?" tanya Ren dengan lembut langsung mendekat ke Reyna.

__ADS_1


Ren memeriksa tubuh Reyna dengan teliti bahkan tubuh Reyna diputar balik oleh Ren.


"Aku tidak apa." kata Reyna.


"Apa kau yakin?" tanya Ren dengan ragu.


"Benar. Aku tidak apa." jawab Reyna dengan pasti.


"Tapi Reyna, apa kau tidak pulang mandi saja?" tanya Yuna.


"Kenapa harus pulang mandi? Aku kan sudah ganti baju." tanya Reyna.


"Tapi, kau sudah lumayan lama pakai baju basah Reyna. Takutnya kau kena demam." kata Yuna dengan cemas.


"Aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir." kata Reyna dengan pasti.


"Mendingan benar yang dikatakannya, kau pulang mandi saja Rey." kata Ren setuju dengan Yuna.


"Aku benar-benar tidak apa, OK? Kalian terlalu cemas." kata Reyna.


"No! Kita pulang sekarang. Dari pada nanti kau sakit." kata Ren dengan tegas langsung mengantarkan Reyna pulang.


"Aku tidak mau pulang bareng denganmu Ren." kata Reyna langsung berhenti tidak ingin pulang bersama dengan Ren.


"Kenapa?" tanya Ren.


"Nanti ada orang yang lihat." kata Reyna dengan datar.


"Apa pula masalahnya?" tanya Ren dengan datar.


"Aku tidak ingin orang lain mengetahui hubungan kita Ren." jawab Reyna.


"Apa salahnya kalau mereka mengetahui hubungan kita? Bukankah bagus jika mereka tau, nanti mereka tidak akan mengganggu mu lagi, karena mereka tau kau milikku." kata Ren dengan datar.


"Belum saatnya." kata Reyna.


"Mau sampai kapan aku harus menunggu? Ini sudah sangat lama Rey." tanya Ren menatap Reyna.


"Tidak tau." jawab Reyna dengan datar.


"Itu bukan jawaban." kata Ren dengan tegas.


"Belum saatnya Ren. Suatu saat pasti akan tiba. Ok?" kata Reyna dengan senyum.


Sekilas Ren melihat ke Yuna seperti bertanya-tanya padanya membuat Ren tersenyum.


"Bagaimana jika seseorang sudah tau hubungan kita?" tanya Ren.

__ADS_1


"Kalau begitu suruh dia untuk diam dan jangan katakan pada siapapun. Kalau bisa jahit mulut nya." jawab Reyna dengan tajam.


Ren tersenyum mendengar perkataan Reyna dan menunjuk tangannya ke arah Yuna. Reyna melihat ke arah yang ditunjuk Ren langsung melihat Yuna seperti sudah ketakutan dan gugup mendengar kalau dia mendengar semua pembicaraannya dengan Ren.


__ADS_2