
“Kak Reyna, Mira mau coba itu.” kata Mira melihat ayunan yang berputar-putar.
“Oh itu Sky Swinger. Apa Mira mau coba main?” tanya Reyna.
“Mau kak, Mira sangat penasaran dengan ayunan itu.” kata Mira dengan antusias.
“Baiklah. Ayo kita coba.” kata Reyna.
Reyna dan Mira pergi main Sky Swinger dengan semangat sekali main membuat mereka ingin bermain sampai 2x. Reyna dan Mira juga bermain Bumper Car, Carousel sampai mereka puas.
Sedangkan Ren hanya duduk dikursi dengan wajah cemberut karena Mira terus dekat dengan Reyna, Ren jadi tidak bisa mendekatinya bahkan sekali mendekati Reyna sedikit saja Mira langsung marah sama Ren.
‘Hari ini hari sial bagi aku. Tau begini aku tidak usah mengajaknya ke taman bermain, mendingan aku bawa ke
tempat yang tidak bisa ada orang yang mengganggu aku dan Rey’ batin Ren dengan kesal.
Disaat Ren sedang cemberut ada 2 orang wanita muda mendekati Ren.
“Hai tampan… boleh kenalan?” sapa wanita muda menyapa Ren.
Ren tidak memperdulikan wanita itu bahkan lebih berpikir supaya bagaimana bisa mendekati Reyna.
“Kakak ganteng apa kau sendiri? Boleh kenalan nggak?”
Ren masih diam saja membuat 2 wanita itu reflek duduk disebelah kiri dan kanan Ren.
“Kakak ganteng jika sendiri apa mau menemani kita bermain?”
‘Apa aku harus membawa Reyna pulang sekarang juga ya? Tapi nanti Mira malah marah pula karena tidak puas.’ batin Ren masih memikirkan cara bagaimana bisa berduaan dengan Reyna, Ren bahkan tidak menyadari kalau 2 wanita disampingnya duduk disebelahnya.
“Kakak ganteng, bagaimana kalau kita bersenang-senang bertiga?” kata wanita disebelah kanan Ren reflek memegang tangan Ren dengan lembut.
Ren langsung tersadar karena ada yang memegang tangannya dan melihat disebelah kiri dan kanannya ada 2 wanita yang duduk disampingnya.
“Siapa kalian? Jangan menyentuh aku.” kata Ren dengan dingin dan seram langsung menghempas tangan wanita itu karena menyentuhnya.
“Ayo lah kakak tampan, kita pergi main bertiga. Nanti aku kasih hadiah loh.” kata wanita itu dengan menggodanya.
“Kalian pergi dari hadapanku sekarang juga kalau tidak ingin kena akibatnya.” kata Ren dengan dingin dan seram.
__ADS_1
“Ayolah kak, kenapa marah begitu dan lagian kakak kan sendirian disini, mendingan dengan kita main saja.” kata wanita itu dengan menggoda memegang tangan Ren.
“Aku tidak sendirian. Coba kalau kalian menyentuh aku lagi maka kalian akan tau akibatnya.” kata Ren dengan dingin menghempas tangan wanita itu dengan kasar.
“Memangnya kakak dengan siapa? Kami melihat kakak sendirian dari tadi disini. Apa kakak tidak mau bermain dengan kita?” kata wanita itu dengan menggoda bahkan sengaja memeluk tangan Ren dengan erat.
Ren menatap wanita itu berani menggodanya langsung menggenggam tangan wanita itu dengan kuat langsung membuat tangan wanita itu kesakitan.
“Akh…. Sakit…..” teriak wanita itu karena merintih kesakitan.
“Bagaimana rasanya? Apakah enak?” tanya Ren dengan senyum seram.
“Sa-sakit… lepaskan…” kata wanita itu dengan nada lirih.
“Akh…..”
Ren langsung menghempas tangan wanita itu dengan kasar sampai wanita itu terjatuh kelantai. Temannya langsung membantunya berdiri.
“Ka-Kau…. apa yang kau lakukan padanya?” tanya temannya dengan marah.
“Memangnya apa salah aku? Dia sendiri yang tidak mau melepaskan tangan aku.” kata Ren dengan dingin.
“Kenapa aku harus lembut terhadap wanita seperti kalian yang berani menggoda aku?” tanya Ren dengan dingin sambil mengambil tisu di dalam plastik dan membersihkan tangannya.
“Ada apa ini?” tanya Reyna sambil mengandeng tangan Mira sambil membawa gula kapas ditangannya.
“Oh Rey kalian sudah puas mainnya?” tanya Ren tiba-tiba bicara lembut.
“Puas Ren-nii, tapi Mira masih ingin bermain yang lain.” kata Mira dengan senyum manis.
‘Sudah bermain sampai 4 jam lebih masih belum cukup main juga?’ batin Ren.
“Apakah terjadi sesuatu Ren?” tanya Reyna melihat ada salah satu wanita sedang marah pada Ren.
“Dia itu berani melukai teman aku, aku minta uang ganti untuk mengobati luka teman aku.” kata wanita itu marah menunjuk ke Ren.
“Apa benar yang dikatakan wanita itu Ren?” tanya Reyna ke Ren.
“Tidak perlu tanya sama dia lagi, ini ada buktinya!” kata wanita itu sambil memperlihatkan luka temannya ke Reyna.
Reyna melihat tangannya memerah dan membiru sedikit dan melihat Ren hanya diam dengan datar seperti tidak merasa bersalah. “Ren, apa benar kau yang melukai temannya?” tanya Reyna menatap ke Ren.
__ADS_1
Ren melihat ke Reyna langsung menghembus nafasnya dan berkata, “ Ya, memang aku yang melakukannya.”
“Lihatlah. Benarkan kata aku. aku ingin uang kompensasi untuk luka teman aku.” kata wanita itu langsung meminta uang sama Reyna.
“Kenapa kau melakukan itu padanya? Apakah terjadi sesuatu?” tanya Reyna yang tidak memperdulikan perkataan wanita itu.
Ren dengan santai mengatakan semuanya karena ren tau pasti Reyna lebih percaya padanya dari pada kedua wanita itu. Reyna yang mendengar penjelasan Ren langsung menghadap kedua wanita itu.
“Baiklah, karena teman saya telah melukai teman anda, saya akan membayar pengobatannya.” kata Reyna.
Ren terkejut dengan perkataan Reyna, sedangkan kedua wanita itu dengan senyum kemenangan karena telah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
“Rey… kau…” Ren ingin bicara langsung Reyna menutup mulut Ren dengan tangannya dan menghadap kedua wanita itu.
“Tapi… ada syaratnya…” kata Reyna sengaja menggantungkan katanya.
“Syarat apa? Kalau cuma hanya ingin tidak memperbesar masalah ini kami tidak masalah kalau kalian memberikan uang yang cukup untuk kita.” kata wanita itu.
“Aku ingin meminta kalian mencium sepatu teman aku ini.” kata Reyna dengan senyum licik.
Perkataan Reyna membuat kedua wanita itu dengan terkejut, sedangkan Ren awalnya terkejut langsung tersenyum melihat ke Reyna.
‘Itu baru wanita aku, tidak segan-segan melawan dengan cara lebih licik.’ batin Ren dengan senyum.
“Kenapa kami harus melakukan itu? Bukankah teman kalian itu yang awalnya melukai teman aku.” kata Wanita itu dengan marah dan emosi.
“Kenapa? Karena kalian berani menggodanya.” kata Reyna dengan mata tajam dan seram.
Kedua wanita itu langsung ketakutan melihat tatapan tajam dari Reyna.
“Kami tidak menggodanya.”
“Oh tidak menggodanya? kalau tidak menggodanya kenapa kalian berpakaian seksi seperti ingin merampas semua laki-laki disini.” kata Reyna dengan santai melihat kedua wanita itu berpakaian terbuka.
“Inikan hanya gaya kami, bukan mau menggodanya.”
“Gaya berpakaian terbuka seperti itu sudah pasti ingin merebut lelaki, kalau memang itu gaya kalian kenapa tidak menjadi wanita malam saja? Bukankah disana banyak lelaki yang mau dengan kalian?” kata Reyna dengan sinis.
“Ren-nii wanita malam itu apa?” tanya Mira dengan polos.
“Melakukan pekerjaan yang tidak baik.” jawab Ren dengan datar dan cepat karena Mira masih kecil untuk mengetahui hal itu.
__ADS_1