
“Bagaimana? Apa kau sudah cukup aktingmu?” tanya Sara dengan senyum sinis.
“Apa kau tidak apa Reyna?” tanya Yuna membersihkan tubuh Reyna dengan tisu.
“Tidak apa.” jawab Reyna dengan senyum.
“Aku bermain atau tidak kau akan tahu nanti. Aku tidak ingin bicara dengan tikus kecil yang tidak tahu diri.” kata Reyna dengan datar dan tajam.
“APA KATAMU??!!!” teriak Sara dan Anna dengan serempak.
“Kalian sangat kompak. Sesama jenis memang harus kompak. Aku tidak ingin bicara banyak dengan kalian. Karena kalian aku jadi tidak mood makan lagi.” kata Reyna langsung pergi tanpa menunggu Anna dan Sara bicara.
“Apa kau tidak apa, Reyna? Kita ke WC dulu bersihkan bajumu.” kata Yuna.
“Kita ke ruang ganti kolam renang saja. Sekalian aku juga ingin mandi.” kata Reyna.
“Baiklah.” kata Yuna.
“Yuna, kau ke kelas ambil tas aku dan bawa ke ruang ganti kolam renang ya. Aku ada bawa baju di tas aku.” kata Reyna.
“Ok. Tumben kau bawa baju ke kampus. Bukankah kita tidak ada keals renang hari ini?” tanya Yuna.
“Aku ambil baju di laundry dan sekalian ke kampus karena 1 arah.” kata Reyna.
Yuna hanya mengangguk saja. Yuna ke kelas mengambil tas Reyna, sedangkan Reyna ke ruang ganti untuk mandi di sana.
“Sepertinya aku tidak butuh bajunya lagi.” kata Reyna melihat baju kotornya.
“Kenapa? Bukankah bisa di cuci lagi?” tanya Yuna.
“Bukan di cuci, bajunya nggak bisa di pakai lagi. Di sini sudah robek besar dan tidak layak untuk di pakai.” kata Reyna langsung membuang bajunya ke tong sampah.
“Yuna, apa kau merasa kalau semua orang memperhatikan kita?” tanya Reyna
“Aku juga merasakan hal yang sama, tapi aku tidak tahu kenapa mereka memperhatikan kita.” jawab Yuna.
“Atau mereka melakukan sesuatu sampai semua orang memperhatikan kita.” kata Reyna.
“Bisa jadi sih. Apa aku perlu tanya seseorang?” tanya Yuna.
“Tidak usah. Nanti aku cari tahu sendiri. Sekarang kita pergi makan di luar kampus saja, aku sama sekali tidak mood makan di kantin karena kehadiran mereka.” kata Reyna yang sudah tidak mood makan di kantin.
“Ok, aku ikut kau saja.” kata Yuna.
Reyna dan Yuna langsungkeluar kampus cari makan.
***
__ADS_1
“Pak Satya, ada yang mengantarkan surat ke perusahaan.” kata Resepsionis.
“Dari siapa? Kenapa aku tidak tahu ada yang mengantarkan surat kesini? Apa dia sudah meminta izin?” tanya Pak Satya dengan bingung.
“Saya juga tidak tahu Pak. Katanya sudah meminta izin dan sepertinya dia dari perusahaan Enterteiment.”
“Perusahaan Enterteiment? Taruk saja suratnya disini, nanti saya urus.” kata Pak Satya.
“Baik pak.”
Satya sangat bingung siapa yang mengirimkan surat ke sini. Dirinya merasa tidak menerima info menerima surat. Satya langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung membuka surat itu.
“Hm? Lowongan artis atau actor produk Heaven corporation? Kenapa perusahaan ini bisa tahu kalau perusahaan kita sedang mencari artis? Bahkan lowongannya masih belum di publikasikan.” kata pak Satya dengan bingung.
Satya awalnya ingin menolak langsung tapi di urungnya karena takut kenalannya yang memberikan padanya. Satya yang masih berpikir langsung terdengar panggilan telpon.
RING~
RING~
“Halo, Nona.” Pak Satya melihat Reyna menelponnya langsung di jawab.
“Aku dengar dari teman kalau ada yang mengirimkan lowongan artis ya?” tanya Reyna.
“Iya nona, sudah saya terima.”
“Langsung di terima saja. Itu dari perusahaan orang tua temanku. Nanti ada waktu aku lihat artis mereka.”
“Hm.. Kirim saja tidak apa, dan lagi kita tidak tahu berapa banyak di perusahaan orang tua temanku bawa ke perusahaan kita. Kasih tahu saja sama perusahaan itu kalau bulan depan bawa artis mereka ke perusahaan kita.” kata Reyna.
“Baik Nona.” Pak Satya langsung mematikan sambungan setelah Reyna selesai bicara.
“Huft.. Untung saja belum aku tolak. Jika aku tolak bisa-bisa aku kena marah sama Nona Reyna.” pak Satya merasa lega karena belum menolak lowongannya.
Pak Satya langsung pergi membalas perusahaan tersebut dan akan di kirim besok.
***
“Reyna, kayaknya kita beneran di perhatikan.”kata Yuna melihat banyak orang yang melihat ke arah mereka.
“Sepertinya begitu. Aku penasaran kenapa mereka melihat ke kita tpai aku malas tanya.” kata Reyna dengan santai.
“Apa perlu aku tanya?” tanya Yuna.
“Nanti setelah makan saja walaupun aku berpikir begitu tapi tetap saja aku jadi tidak nyaman makan di lihat orang.” kata Reyna merasa tidak enak orang lain melihatnya.
Reyna langsung duduk di salah satu kursi dan bertanya dengan orang di sebelahnya.
__ADS_1
“Hai…” kata Reyna membuat orang tersebut terkejut.
“Oh… Hai….”
“Apa aku boleh bertanya?” tanya Reyna.
“Ta-tanya apa?” tanya orang itu dengan gugup.
“Kenapa kau dari tadi memperhatikanku dan temanku? Apa ada sesuatu di muka kita?” tanya Reyna langsung ke inti.
“Em… Itu…” Orang itu menajwab dengan gugup takut Reyna marah padanya.
“Tidak usah gugup begitu, aku tidak akan makan kau juga. Bicara dengan santai saja.” kata Reyna dengan senyum.
“Em.. Aku mendengar gossip di kampus….”
“Gosip apa?” tanya Reyna langsung duduk di depan.
“Aku tidak tahu ini beneran atau tidak. Tapi karena banyak orang membicarakannya jadi aku mencari tahu.”
“Terus?”
“Aku melihat status kampus dan ada yang memposting sesuatu di blog kampus kita.”
“Status apa?” tanya Reyna dengan penasaran.
“Mendingan kau lihat saja sendiri di blog kampus. Jika aku bilang nanti kau akan marah padaku.” katanya dengan gugup.
Reyna langsung menaikkan sebelah alisnya dengan bingung. Reyna langsung saja membuka blog kampus. Reyna awalnya hanya berwajah datar saja tapi setelah membaca posting rumor tersebut langsung membulatkan kedua matanya.
“Siapa yang posting ini?” tanya Reyna dengan terkejut.
“Aku juga tidak tahu karena namanya di sembuyikan.”
“Pantas saja semua orang memperhatikanku terus ternyata mereka melihat status ini jadi banyak gossip.” kata Reyna akhirnya tahu kenapa semua orang memperhatikannya.
“Kenapa Reyna?” tanya Yuna.
“Sepertinya ada yang ingin bermain denganku.” kata Reyna.
“Hah? Bermain? Siapa?” tanya Yuna dengan bingung.
“Aku masih belum tahu siapa walaupun aku sudah menebak orangnya sih.” kata Reyna dengan senyum.
“Kita makan saja dulu, nanti aku ceritakan.” kata Reyna.
“Ok.”
__ADS_1
Reyna dan Yuna akhirnya makan siang dengan santai. Yuna sangat penasaran apa yang ingin Reyna katakana tapi Yuna yakin kalau ada yang ingin mempermainkannya.
T.B.C