
"Kenapa Ren?" tanya Calvin yang baru saja turun dari kamarnya langsung melihat Ren duduk di sofa dengan duduk sambil memegang lututnya.
Ren tidak menjawab hanya duduk saja. Calvin bisa merasakan aura menyedihkan di tubuh Ren. Calvin melihat Ren langsung mengerti kenapa Ren di sofa saja. sudah pasti Ren tidak bisa masuk ke kamar Reyna makanya Ren jadi lesu.
"Apa kau di sini karena tidak bisa masuk ke kamar Reyna?" tebak Calvin.
Ren bukannya menhjawab malah auranya semakin memburuk. Calvin yang melihat itu ternyata tebakannya benar.
'Ternyata benar kalau Ren tidak bisa masuk ke kamar Reyna. Ya. Sudah pasti karena pintu kamar Reyna di buka pakai kunci keamanan tinggi.' batin Calvin.
Kunci kamar Reyna di buat keamanan Tinggi. Jika ada yang mencoba buka dengan paksa ataupun pakai kunci cadangan pun tidak akan bisa terbuka, karena jika di paksa maka akan kena sentrum listrik.
Dan Ren tadi malam sudah mencobanya dan ternyata gagal bahkan Ren kena sentrum. Ren tidak bisa masuk ke kamar Reyna membuatnya sedih dan langsung duduk di sofa sambil menunggu Reyna bangun.
"Kenapa kak?" Rayna turun ke bawah melihat Calvin bersama Ren yang duduk di sofa.
"Ren tidak bisa masuk ke kamar Reyna jadi dia menjadi seperti ini." kata Calvin.
Rayna melihat Ren hanya menatap kosong dan tidak menatap siapapun.
"Ada apa? Ren? Kenapa kau di sini?" tanya Hana yang baru saja keluar kamarnya.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Hana ke Calvin dan Rayna.
"Ren sedih karena tidak bisa masuk ke kamar Reyna, Tante. Aku rasa Ren memaksa masuk ke kamar Reyna dan akhirnya tidak berhasil." kata Calvin.
Hana melihat Ren tidak menjawab dan hanya diam saja. Hana melihat muka Ren langsung tahu kalau Ren tidak tidur semalaman.
"Ada apa? Kenapa kalian semuanya berkumpul di sini?"
Ren mendengar suara kesayangannya langsung menegakkan kepalanya dan melihat ke arah suara.
"Kenapa Ren? Hm... Apa kau tidak tidur?" tanya Reyna melihat mata Ren sudah menghitam.
Ren langsung berdiri cepat dan memeluk Reyna dengan cepat. Calvin dan yang lain terkejut melihat Ren langsung berdiri saja tanpa mengatakan apapun.
"Kenapa?" tanya Reyna.
__ADS_1
"Kenapa kau mengunci kamarmu seperti itu? Aku jadi tidak bisa masuk kan." kata Ren dengan cemberut.
"Hah? Bukankah jawabannya sudah pasti." kata Reyna.
"Karena kau mengunci kamar mu aku jadi tidak bisa tidur." kata Ren dengan memeluk Reyna dengan erat.
"Kenapa karena tidak aku kau tidak bisa tidur?" tanya Reyna dengan bingung.
"Hah? Apa maksud mu Ren?" tanya Hana langsung bingung juga.
"Apa kau tidak meminum obat mu?" tanya Hana
"Obat?" tanya Reyna, Rayna dan Calvin secara bersamaan dan melihat ke Hana.
"Obat apa tante?" tanya Calvin.
"Ren tidak bisa tidur nyenyak setiap malam. Jadi setiap Ren mau tidur dia harus meminum obat tidur supaya bisa tidur. Apa kalian tidak tahu?" tanya Hana melihat Reyna dan yang lain sudah terkejut.
"Apa Ren memiliki penyakit Insomnia?" tanya Reyna.
"Tidak. Bahkan kami tidak pernah melihat Ren meminum obat. Apa kau tahu Reyna? Bukankah Ren selalu tidur di kamar mu?" tanya Calvin merasa kalau Reyna harusnya tahu.
"Aku tidak tahu sama sekali, bahkan Aku tidak pernah melihat Ren memakan obat selama aku bersama dengannya." jawab Reyna jujur.
Hana terkejut mendengar kalau Reyna tidak pernah melihat Ren minum obat. Hana mendengar dari Kai kalau Ren minum obat tidurnya setiap malam di apartemen. Sedangkan Reyna tidak pernah melihat Ren makan obat membuat Hana terkejut.
"Apa mungkin Ren tidak ingin kau tahu?" tanya Hana.
"Mana mungkin, Tante. Jika memang menyembunyikannya sudah pasti aku pernah melihatnya. Apa lagi setiap Ren tidur di apartemen aku tidak pernah melihat Ren membawa obat." kata Reyna.
"Apa?? Apa kau yakin Reyna?" tanya Hana dengan terkejut.
"Ya. Ren sering tidur di apartemen sudah pasti bajunya aku yang simpan." kata Reyna.
"Ren apa benar yang di katakan Reyna?" tanya Hana ke Ren.
Ren tidak menjawab dan hanya memeluk Reyna saja. Tanpa sadar mereka mendengar suara dengkuran halus.
__ADS_1
Hana dan yang lain terkejut apa lagi Reyna lebih terkejut ternyata Ren tidur di pelukan Reyna bahkan sambil berdiri.
"Apa mungkin....." semua orang seperti tidak mau percaya.
"Ren beneran tidur." Calvin melihat Ren beneran tertidur di pelukan Reyna.
"Apa??!!!" Hana terkejut dan melihat langsung dan terneyata benar kalau Ren beneran tidur bahkan sambil berdiri.
"Ren...." Hana membangunkan Ren dengan pelan.
"Hm...."Ren membuka matanya dengan pelahan.
"Rey..." ren melihat ke Reyna dan ingin berkata sesuatu tapi Hana langsung bicara duluan.
"Ren... Apa benar kalau kau tidak memakan obatmu lagi?" tanya Hana.
"Memang benar, Ma. Rey... Apa kau bisa menemani aku tidur?" Ren menjawab Hana dan langsung tanya Reyna.
"Hah?? Kenapa aku harus tidur denganmu?" Reyna terkejut mendengar Ren ingin tidur dengannya.
"Jika tidak boleh tidur bareng...."
"Tentu saja....." kata semua orang disana sampai Ren terdiam.
"ku belum selesai bicara kalian sudah menjawab dengan pasti." kata Ren.
"Bukankah sudah pasti kau tidak boleh tidur dengannya, Ren. Apa kau gila? Kalian masih belum menikah." kata Hana berkacak pinggang melihat puranya ingin tidur dengan Reyna.
"aku bilang kalau tidka boleh tidur bersama maka kau harus berada di sisiku sampai aku tidur.' kata Ren ke Reyna.
"Hah? Kenapa?" tanya Reyna dnegan bingung.
"Aku lagi males menjelaskannya. Sekarang kau ikut aku ke kamar dan temani aku tidur Rey. Aku sudah sngat ngantuk dan lelah." Ren dengan cepat menarik Reyna ke kamarnya karena dirinya memang sangat capek dan ngantuk.
Sedangkan Hana, Calvin dan Rayna hanya diam saja melihat Ren menarik Reyna ke kamarnya.
T.B.C
__ADS_1