Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 237 - KEDATANGAN REN


__ADS_3

BRAK!


"Rey!!!"


Reyna dan yang lain baru saja ingin ke dapur untuk makan malam, tiba tiba mendengar suara dobrak pintu langsung menoleh ke arah pintu.


"Suara ini..." gumam Reyna mendengar suara familiar.


"Siapa yang mendobrak pintu?" teriak Gale dengan marah. Gale langsung saja keluar melihat siapa yang berteriak.


"Rey, bukankah itu suara Ren?" tanya Rayna seperti mendengar suara familiar.


"Ya. Memang dia. Siapa lagi kalau bukan dia?" tanya Reyna dengan memutarkan bola matanya.


"Kenapa aku melihat kau seperti tidak mau bertemu dengannya?" tanya Rayna melihat Reyna seperti malas bertemu dengan Ren.


"Aku rasa bisa bersantai setelah makan, ternyata aku malah mendapatkan masalah lagi nanti." kata Reyna dengan pelan.


"Masalah? Masalah apa?" tanya Rayna dengan bingung.


Reyna tidak menjawab pertanyaan Rayna dan hanya diam saja.


"Siapa kau? Apa mau mu datang ke rumah ku?" tanya Gale dengan marah.


"Aku datang bukan untuk bertemu dengan Paman, tapi menemui hak milik ku." kata Ren dengan datar ke Gale dan masuk kedalam tanpa mendengar jawaban Gale.


Benar itu Ren. Ren awalnya ingin tinggal di kota karena di pikir Reyna akan berlibur di sana. Ren mengetahui kalau Reyna pulang kampung, jadi dengan cepat Ren membereskan bajunya dan terjun ke luar negeri untuk bertemu Reyna.


"Hak milik mu?" tanya Gale dnegan bingung. Gale ingin menjawab sayangnya di hiraukan oleh Ren dan masuk ke dalam tanpa izin Gale.

__ADS_1


Reyna awalnya ingin bersembunyi tapi sayangnya Ren sudah duluan melihatnya. Ren dengan cepat berjalan dan memeluk Reyna dengan lembut.


"Rey... Aku merindukan mu." teriak Ren bergairah melihat Reyna dengan mempercepat langkahnya dan memeluk Reyna.


"Kenapa kau bisa tahu aku ada di sini?" tanya Reyna.


"Tentu saja, aku tahu. Kenapa kau tidak bilang pada ku, jika kau ingin pulang? Padahal aku berlari-lari mencari mu sampai mendengar kau balik kampung." kata Ren dengan senyum mencium pipi Reyna dengan lembut.


Semua orang tua yang sudah berusia itu terkejut melihat apa yang mereka lihat. Terutama orang tua Reyna dan Riku, mereka melototkan mata mereka melihat Ren mencium pipi Reyna dengan santai.


"Kau bocah sialan!!! Beraninya kau mencium Rey...." teriak Riku dengan marah.


Riku dengan cepat memisahkan Reyna dan Ren, sayangnya Ren memluk Reyna dengan erat sampai Riku tidak bisa memisahkan Ren dan Reyna.


"Berhenti memeluknya!" teriak Riku sampai memukul Ren dan akhirnya Reyna di lepas Ren.


"Apa yang kau lakukan??!! Beraninya kau memukul ku!" teriak Ren.


Ren langsung membalas Riku dan akhirnya memeluk Reyna dengan erat supaya Riku tidak memisahkannya lagi.


"Jangan coba kau memeluk atau menyentuhnya. Apa kau ingin mati Bocah?!!" teriak Riku.


Riku dan Ren berdebat satu sama lain. Ren masih tidak mau melepaskan Reyna karena memeluknya dengan erat.


Reyna merasa sangat pusing melihat Riku dan Ren saling berdebat. Reyna merasa ingin menutup telinganya dan pergi dari mereka berdua.


"Ren, kenapa kau ada di sini?” tanya Hana melihat Ren berdebat dengan Riku.


"Mama.. Kenapa mama ada di sini?" Ren langsung melihat Hana dan mengabaikan Riku.

__ADS_1


"Bukankah Mama sudah bilang kalau berkunjung ke rumah teman." kata Hana.


"Oh, mama ingin berkunjung ke sini." kata Ren.


"Sekarang kau Jawab pertanyaan Mama. Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Hana.


"Tentu saja karena aku ingin bertemu dengan Rey." kata Ren dengan cepat.


"Apa kau mengenal dia?" tanya Gale menunjuk ke Ren.


"Dia putra ku, Gale." jawab Aizen.


"Pantas saja kalau dia putra mu. Dia sama sekali tidak mau tahu tempat dan mencium putri ku di depan orang tuanya." kata Gale akhirnya tahu kenapa Ren bisa masuk ke dalam.


"Apa maksud mu sama?” tanya Aizen.


"Bukankah sudah pasti kan. Dia sangat mirip dengan mu, utamanya sifat nya yang satu ini." kata Gale.


"Jika dia tidak melakukan hal itu, maka dia bukan putra kandung ku." kata Aizen dengan santai.


"Sudah. Kita hentikan bicaranya. Cucu ku sudah pada lapar. Nanti kita bicarakan setelah selesai makan." kata Siska menghentikan mereka bicara lagi.


"Tapi Ma, dia berani menyentuh Rey." kata Riku masih marah pada Ren karena berani menyentuh Reyna.


"Jika kalian masih ingin berdebat, kalian saja yang bicara sendiri di sini. Ayo, kita pergi makan. Tinggalkan orang yang suka berdebat ini." kata Siska langsung mengajak Rayna dan yang lain pergi makan.


Semua pria itu langsung terdiam dan saling pandang. Reyna langsung melepaskan pelukan Ren dan pergi makan. Ren yang melihat Reyna pergi langsung menyusul Reyna ikut makan.


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2