Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.121- MULAI BEKERJA


__ADS_3

Pagi hari alarm berbunyi, Ren mematikan Alarmnya dan bangun dari tempat tidur dan pergi mandi. setelah 15 menit selesai Ren memakai baju kemeja dan celana kerja.Ren memakai parfum dan memakai minyak rambut di rambutnya. Walaupun Ren hanya berpakaian kerja biasa saja tidak bisa menyembunyikan ketampanannya.


Ren keluar dari kamar dan membuat sarapannya sendiri. Ren membuat sandwich dengan bahan baru dibelinya semalam dengan Kai. Setelah 30 menit Ren selesai membuat sandwich, langsung saja menaruh di meja dan mulai makan. Tidak lupa membuat cappuccino.


“Ren,kau sudah bangun? Tumben benar kau bangun cepat.” kata Kai yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Waw… Sarapan pagi makan sandwich. Apa ini punyaku?” tanya Kai melihat ada sandwich di meja dan minuman.


“Ya.”


“Thanks Ren. Sandwich yang kau buat enak benar…” kata Kai mencoba makan sandwichnya.


Ren tidak menjawab dan hanya makan sarapannya melihat berita di hpnya. Kai melihat Ren tidak menjawab hanya diam tersenyum sendiri.


“Kenapa kau tidak buka restoran saja Ren? Bukankah sangat di sayangkan kalau kau punya bakat memasak tapi tidak di gunakan?” tanya Kai.


“Tidak. Memasak bukan hobiku.” jawab Ren datar.


“Masak bukan hobimu tapi kau bisa membuat makanan enak begini.” kata Kai melihat sandwich yang Ren buat.


“Aku mau melakukan apa tentu saja terserah aku. Apa hubungannya denganmu?” tanya Ren menatap datar Kai.


“Tidak ada. Hanya saja sayang saja kau punya bakat masak yang handal.” kata Kai.


“Setelah ini kita langsung pergi. Karena sampai sana kita harus mengisi formulir lagi.” kata Ren.


“Isi formulir apa? Bukankah kemarin sudah semua?” tanya Kai dengan bingung.


“Formulir untuk bagian kita bekerja. Kemarin kita hanya mengisi data kita saja.” jawab Ren.


“Kenapa kemarin tidak sekalian?” tanya Kai merasa tidak ingin cepat pergi.


“Karena formulir kertasnya habis dan printer mereka rusak. Printer mereka baru saja sampai tadi, jadi mereka ingin kita kesana untuk mengisi formulir. Jika tidak kita tidak bisa mulai bekerja.” jelas Ren.


“Baiklah. Setelah makan aku akan siap-siap.” kata Kai langsung memakan sandwichnya.


Setelah Kai selesai makan langsung pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap. Sedangkan Ren yang hanya tersenyum puas saja melihat Kai sudah ingin bersiap-siap.


Ren ingin pergi ke perusahaan Ryuujin yaitu perusahaan papanya untuk bekerja magang di sana. Ren ingin cepat ke perusahaan karena ingin cepat menemui Reyna. Karena beberapa hari ini Ren tidak bertemu dengan Reyna karena Reyna sangat sibuk untuk mencari baju kerjanya. Dan hari ini Ren ingin cepat datang kampus untuk


bertemu dengan Reyna karena sudah sangat rindu dengannya.


Awalnya Ren berpikir ingin pergi ke apartemen Reyna untuk menjemputnya tapi Ren tidak mau karena ingin mengejutkan Reyna di perusahaan papanya. Ren masih belum tau kalau Reyna akan bekerja di perusahaan yang berbeda darinya karena Kai masih belum mengasih tau sama Ren.

__ADS_1


Ren beberapa hari ini juga sangat sibuk untuk membantu perusahaan papanya oleh karena itu Kai sampai lupa memberitahu sama Ren. Jika Ren tahu kalau Reyna tidak akan bekerja di perusahaan yang sama dengannya sudah pasti dia akan sangat marah dan sedih karena Reyna tidak ada. Apa lagi mereka akan bertemu hanya pas pulang kerja atau hari libur saja.


“Kenapa Kau sangat lama? Apa yang kau lakukan di kamar mandi bisa mandi selama itu?” tanya Ren menunggu lama Kai bersiap-siap.


"Apanya yang lama? Aku mandi hanya 10 menit dan memakai baju juga tidak lama......" kata Kai langsung dipotong sama Ren.


"Aku tidak ingin penjelasan kau berapa lama mandi dan memakai baju bodoh." kata Ren melihat Kai sangat bodoh.


"Siapa yang kau bilang bodoh? Bukankah waktunya masih lama kita bekerja ke perusahaan? Kenapa kau ingin sangat cepat pergi ke perusahan?" tanya Kai tidak ingin di bilang bodoh sama Ren karena waktunya memang masih ada untuk pergi ke perusahaan.


"Tau begini aku tinggalkan saja kau, dan aku pergi sendiri ke perusahaan." kata Ren dengan dingin langsung berdiri dan keluar dari apartemennya.


"Tunggu Ren. Jangan tinggalkan aku." teriak Kai langsung ikut keluar mengunci pintu dan langsung mengejar Ren.


***


"Reyna..."


Reyna yang sedang bermain hp langsung menoleh kearah suara yang memanggil namanya.


"Pagi Reyna, apa kau menunggu lama?" kata Yuna.


"Pagi Yuna. Aku juga baru sampai." kata Reyna


"Syukurlah. Aku pikir aku telat." Yuna merasa lega.


"Ya. Maaf ya kalau aku menyuruhmu tunggu di kampus." kata Yuna.


"Tidak apa." kata Reyna dengan senyum.


Yuna ingin pergi bareng ke perusahaan bersama dengan Reyna. Maka dari itu Yuna menyuruh Reyna menunggu di kampus supaya dari kampus mereka bisa pergi bersama.


---- Skip sampai Heaven Corporation ----


"Reyna, aku benar-benar sangat gugup masuk ke dalam." kata Yuna sampai depan Heaven Corporation.


"Kenapa? Bukankah kau pernah datang kesini? Kenapa harus gugup?" tanya Reyna.


"Bagaimana aku nggak bisa gugup karena bisa bekerja di perusahaan besar ini. Aku merasa sedang bermimpi." kata Yuna sambil memukul wajahnya merasa bermimpi.


Reyna langsung saja mencubit pipi Yuna dengan agak keras karena Yuna merasa bermimpi.


"Sakitt...." Yuna merasa kesakitan.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya?" tanya Reyna


"Sakit Reyna. Kenapa kau mencubit pipi aku?" Yuna memegang pipinya karena kesakitan.


"Kalau merasakan kesakitan maka kau sedang tidak bermimpi. Sudah jangan dibahas lagi, kita masuk kedalam." kata Reyna menarik tangan Yuna dan masuk ke perusahaan.


Reyna langsung ke resepsionis Bersama dengan Yuna.


“Pagi, ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis dengan sopan.


“Pagi kak, Kami ingin bertemu dengan pak satya.” Kata Reyna.


“Kalau boleh tau dari siapa ya? Ada keperluan apa dengan pak satya?” tanya Resepsionis dengan sopan.


“Bilang saja Reyna dan temannya datang untuk bekerja disini.” Jawab Reyna.


“Kerja?” Resepsionis itu bingung mendengar perkataan Reyna.


Kalau Reyna ingin bekerja di perusahaan ini karena jika ingin bekerja harusnya mereka bertemu dengan HRD bukan pak Satya. Tapi resepsionis itu tidak ingin bertanya lebih lanjut dan menghubungi pak Satya untuk memastikan jika mereka ingin bekerja di perusahaan.


“Ada apa?” tanya pak Satya.


“Pagi pak, ada gadis yang bernama Reyna ingin bertemu dengan bapak. Kata gadis itu ingin bekerja di perusahaan kita.” Kata Resepsionis.


“Baiklah. Sebentar lagi aku turun. Suruh nona itu tunggu sebentar.” Kata Pak Satya.


“Baik Pak.” Kata Resepsionis dan mematikan telponnya.


“Pak Satya akan segera turun. Mohon ditunggu sebentar.” Kata Resepsionis ke Reyna.


“Baiklah. Terima kasih.” Kata Reyna.


Setelah beberapa menit Pak Satya keluar dari Lift dan melihat Reyna duduk di kursi dan langsung menghampirinya.


“Pagi nona Reyna.” Kata pak Satya.


“Pagi pak.” Kata Reyna melihat pak Satya langsung berdiri.


“Pagi pak.” Yuna juga berdiri melihat pak Satya.


“Pagi. Kalau begitu kita langsung ke atas dan memulai pekerjaan pertama kalian berdua.” Kata Pak Satya memandu Reyna dan Yuna ke kantor atas.


“Akhirnya kita mulai kerja di sini Reyna. Aku benar-benar sangat gugup.” Kata Yuna.

__ADS_1


“Tidak apa.” Kata Reyna dengan senyum.


Reyna dan Yuna mengikuti pak Satya dan mereka hari pertama mereka magang di Heaven Corporation.


__ADS_2