
Beberapa minggu kemudian, di hari acara tersebut sudah tiba.
“Rey, menurutmu aku pakai baju apa yang bagus?” tanya Ren melihat bajunya.
“Apa saja boleh.” jawab Reyna santai.
“Kenapa kau bilang begitu? Apa kau tidak ingin aku keren dilihat semua orang? Biar aku jadi pesona semua wanita.” tanya Ren tanpa tau kalau Reyna sudah menatapnya dengan sangat tajam.
“Silakan saja. Jika kau tidak ingin pu-tus.” kata Reyna dengan santai sengaja menggantung kata putus.
Ren langsung saja punggungnya gemetar mendengar Reyna bilang kata putus. Ren langsung tau apa maksud Reyna karena tidak mau semua gadis menatapnya.
“Apa kau cemburu Rey?” tanya Ren dengan senyum.
“Kenapa aku harus cemburu? Bukankah kau yang ingin memperlihatkan pesona dan ketampanan mu kepada semua gadis di pesta nanti? Jika kau memang mau begitu maka bersiap saja kau akan merasakan pahit yang tidak pernah kau rasakan.” kata Reyna dengan datar tapi suara penuh tekanan.
“Em.. Rey…. Maksud aku bukan begitu…” kata Ren dengan terbata melihat Reyna sudah marah padanya.
“Apa maksudmu?”
“Aku hanya ingin memperlihatkan ketampanan aku padamu saja. Bukan orang lain.” kata Ren dengan cepat.
“Bukankah sama saja. Jika kau ingin memperlihatkan ketampanan kau hanya padaku, nanti orang lain juga akan melihatnya bukan?”
“Walaupun orang lain melihat ketampananku, tapi hati aku hanya ada kau Rey.” kata Ren dengan senyum goda.
“Terserah kau saja. Bicara denganmu yang ada tidak akan pernah selesai.” kata Reyna langsung saja ke kamarnya ganti baju bersiap-siap.
“Rey, pastikan kau berdandan cantik ya. Jika tidak maka aku tidak akan mau pergi.” kata Ren dengan ancaman.
“Apa kau serius aku ingin berdandan cantik?” tanya Reyna menaikkan sebelah alisnya menatap Ren.
“Tentu saja. Biar orang lain tau kau hanya milikku seorang.” jawab Ren dengan senyum.
Reyna hanya tersenyum mendengar Ren menyuruhnya berdandan cantik tanpa tau akibatnya jika dia berdandan cantik di depan semua orang, sudah pastinya mereka semua akan menatap Reyna penuh kekaguman dan kecantikan. Jika itu terjadi maka yang ada Ren pasti akan murka pada semua orang melihat kecantikan Reyna.
“Baiklah, jika itu memang mau mu. Kau akan tanggung resikonya nanti.” kata Reyna dengan
senyum.
__ADS_1
“Resiko apa?” tanya Ren dengan bingung tanpa tahu nanti orang lain akan menatap kecantikan Reyna.
Reyna tidak mendengarkan dan langsung ganti baju dan berdandan. Dalam 20 menit Reyna sudah berganti baju. Reyna memakai baju gaun panjang merah dengan sepatu hak tinggi 6 cm.
Awalnya Reyna tidak ingin memakai sepatu hak tinggi, tapi nentaran gaun yang dipakainya panjang, mau tidak mau harus memakai sepatu hak tinggi karena panjang gaunnya sampai bawah kakinya. Sedangkan Ren memakai baju kemeja biru lengan panjang dan celana panjang. Ren tidak lupa pakai parfumnya.
“Apa kau sudah siap Rey?” tanya Ren yang sudah bersiap-siap di ruang tamu.
“Baru saja selesai.” kata Reyna langsung keluar dari kamar.
Ren yang melihat Reyna yang memakai baju gaun penjang merah membuatnya tidak bisa menatap yang lain lagi karena kecantikan Reyna.
“Kenapa kau diam Ren? Apa kau terpesona dengan kecantikanku?” tanya Reyna senyum melihat Ren seperti membeku ditempat.
Ren langsung saja tersadar mendengar Reyna memanggilnya. Ren masih melihat penampilan Reyna dari atas sampai bawah melihat kecantikan Reyna.
“Ah.. Ya… Kau sangat cantik Rey. Aku sangat bangga bisa bertemu dan memilikimu.” kata Ren dengan senyum mencium dahi Reyna.
“Berhenti menciumku karena nanti akan luntur karena kau.” kata Reyna dengan cepat menghindar ciuman Ren.
“Baiklah putriku.” kata Ren dengan senyum mencium tangan Reyna karena Reyna tidak mengizinkan mencium mukanya.
“Ya.” jawab Reyna dengan senyum.
Ren dan Reyna langsung pergi keacara kolega keluarganya.
***
“Apa Ren masih belum datang?” tanya salah satu teman Ren ke Andrew.
“Belum.” jawab Andrew.
“Kenapa lama sekali? Jangan bilang kalau Ren tidak akan datang?”
“Yang benar saja. Jika dia tidak datang maka kita akan kena marah sama dia.” teriak teman Ren yang lain.
“Andrew, kau yakin kalau gadis itu akan membawa Ren ke acara ini?”
“Ya. Beberapa hari lalu dia sudah bilang kalau Ren akan datang. Kenapa kalian begitu cemas? Pestanya masih belum dimulai, kalian tidak perlu terburu-buru, masih banyak waktu.” kata Andrew dengan santai.
__ADS_1
“Bagaimana kalau gadis itu berbohong?”
“Reyna tidak akan pernah berbohong. Kau tunggu saja kedatangan Ren. Masih ada 1 jam lebih lagi pestanya dimulai.” kata Kai.
“Kenapa kalian begitu percaya pada gadis itu? Jangan bilang dia melakukan sesuatu pada Ren supaya Ren mau datang?” kata Temannya memiliki firasat buruk.
“Melakukan sesuatu seperti apa?” tanya Andrew dengan bingung.
“Seperti memberi Ren makan buatannya, pergi ke taman bersama dengan paksa, di paksa tidur bersama, membuat tugas bersama supaya bisa mendekati Ren”
Andrew dan Kai tersenyum mendengar perkataan teman mereka. Memang benar kalau persis seperti yang dikatakannya, karena memang seperti itu tapi bukan Reyna yang dekat dengan Ren tapi Ren sendiri yang ingin dekat dengan Reyna.
Mereka berlima sudah bicara sangat panjang sampai didepan pintu banyak orang yang ribut sampai mereka langsung ke depan pintu karena ada tamu penting sudah datang ke acara tersebut.
“Bukankah itu Felicia?” tanya Andrew melihat seorang gadis cantik dengan anggun turun dari mobil.
“Ya, itu memang Felicia. Akhirnya dia datang juga kepesta ini.”
“Tapi masalahnya Ren masih belum datang. Jika dia menanyakan Ren bagaimana?”
“Benar juga. Nanti kita ditanyakan pula sama cewek ribut itu.”
Andrew mendengar perkataan ketiga temannya langsung saja tahu kalau Felicia yang menyuruh ke tiga temannya untuk membawa Ren ke acara.
“Hay… Carlos, ternyata kalian datangnya cepat juga.” kata Felicia melihat mereka didepan pintu langsung menyapa mereka bertiga.
“Oh! Hay Fel, kau sangat cepat datangnya.” kata Carlos dengan santai tapi hatinya sangat gugup.
“Kalian masih sama saja tidak ada yang berubah.” kata Felicia
“Apanya yang tidak berubah? Kita ini sudah dewasa dan sangat tampan.” kata Adelard dengan berani.
“Kalian semua memang sangat tampan tapi tampanan kalian tidak selevel dengan Ren.” kata Fecilia dengan santai.
“Apa kau pikir Ren lebih tampan dari Kita?” tanya Adelard
“Tentu saja. diantara semua pria disini tidak ada yang bisa selevel dengan Ren. Karena aku yang akan menjadi Nyonya Ryuujin” kata Fecilia dengan tegas dan percaya diri.
‘Nyonya Ryuujin? Aku rasa kau tidak pantas menjadi nyonya Ryuujin Fel, karena Ren sudah memiliki calonnya.’ batin Andrew.
__ADS_1
‘Kau sama sekali tidak pantas menjadi istri Ren karena Ren memiliki wanita yang jauh lebih baik dari padamu.’ batin Kai dengan senyum sinis menatap Fecilia karena tidak suka dengan Fecilia.