
“Hm?”
“Kenapa Ren?” tanya Kai.
“Mungkin Cuma hanya perasaanku.” kata Ren melihat sekelilingnya.
“Kenapa?”
“Aku merasa mereka melihatku dari tadi.” kata Ren melihat semua orang melihatnya.
“Memangnya kenapa? Bukankah sudah terbiasa mereka semua melihat ketampananmu?” tanya Kai.
“Aku merasa mereka tidak melihat wajahku, tapi mereka membicarakanku.” kata Ren.
“Hah? Bukankah kau sudah terbiasa?” tanya Kai.
“Kenapa aku punya teman yang bodoh sepertimu?” tanya Ren menatap tajam Kai.
“Hah? Aku bukan bodoh sialan!” teriak Kai.
“Kalau bukan bodoh berarti kau tidak punya otak!” teriak Ren yang tidak kalah dari Kai.
Ren langsung pergi meninggalkan Kai sendirian karena Ren merasa banyak orang melihatnya membuatnya penasaran.
“Sebenarnya ada apa mereka memperhatikanku terus?” gumam Ren.
“Ren!!”
Ren menoleh kearah suara melihat Cecilia mendekatinya dengan cepat.
“Katakan padaku kalau berita itu palsu!” teriak Cecilia dengan keras.
“Berita apa?” tanya Ren dengan datar dan tidak melihat Cecilia.
“Tentu saja status kau menemani culun itu pulang!!”
Ren mendengar kata Cecilia langsung menoleh ke Cecilia. Cecilia langsung membuka status dan video di status kampus.
“Kau lihat ini. Ini bukan kau kan?” Cecilia memperlihatkan video pada Ren.
Ren melihat video di Hp Cecilia dan melihat Dirinya membukakan pintu untuk Reyna dan membawanya pergi. Ren melihat video itu tersenyum kecil.
‘Sepertinya hubungan kita tidak lama lagi akan bocor, Rey.’ batin Ren dengan senyum puas.
“Katakan kalau ini tidak benar, Ren.” kata Cecilia merasa tidak percaya.
“Apa kau pikir itu video asli? Tidak mungkin aku bersama dengannya.” kata Ren dengan datar.
“Benarkah? Aku juga tidak percaya dengan video ini.” kata Cecilia dengan lega.
“Kenapa kau begitu percaya dengan video itu. Apa kau melihat dengan jelas mukaku dengan culun itu.” kata Ren dengan dingin.
“Maaf Ren. Ini salahku tidak percaya denganmu.” kata Cecilia pura-pura menangis.
“Jangan pernah percaya dengan video palsu itu jika kau tidak melihatnya sendiri.” kata Ren dengan dingin. Ren langsung meninggalkan Cecilia karena merasa jijik dengan Cecilia.
__ADS_1
“Tunggu Ren!!” Cecilia yang melihat Ren sudah pergi dan tidak sempat menghentikan Ren.
“Sial! Aku tidak sempat memegangnya. Tapi ya sudahlah. Aku sudah lega karena video itu bukan Ren.” kata Cecilia pergi dengan senang.
***
“Ren? Kenapa?” tanya Andrew melihat Ren masuk ke ruangannya.
“Tidak ada. Hanya ingin bersantai di sini.” jawab Ren dengan datar langsung berbaring dikasur.
“Ini bukan kamar kau tahu. Di sini untuk orang sakit.”
“Aku sedang sakit, jadi kau jangan tanya lagi.”
“Hah? Sakit apa kau?”
“Kepalaku pusing. Jadi biarkan aku tidur di sini.”
“Dari mana orang sakit tidur sambil bermain Hp?” Andrew melihat Ren bermain game.
“Yang sakit itu kepalaku bukan mataku.”
Andrew : “……”
Andrew awalnya ingin menyuruh Ren pergi tapi tidak jadi karena merasa Ren tidak akan mau mendengarnya. Jadinya Andrew membiarkan Ren berbaring dikasur.
---- Beberapa harinya ----
Reyna pergi ke kampus sama Yuna. Baru saja mereka sampai di gerbang mereka berdua di hadang sama beberapa orang.
“Apa?” tanya Reyna dengan datar melihat banyak orang mengelilinginya.
“Reyna….” Yuna merasa cemas dan takut karena takut mereka melakukan sesuatu padanya.
“Tidak apa, Yuna.” kata Reyna dengan senyum.
“Ok, aku ikut kalian.” jawab Reyna.
Reyna dan Yuna mengikuti para Wanita itu. Yuna memegang tangan Reyna karena takut terjadi sesuatu. Reyna dan Yuna melihat ada Gedung yang sudah tua yang tidak jauh dari Kampus.
“Reyna, ini dimana? Apa kau yakin kita akan baik-baik saja? Apa kita di culik?” tanya Yuna yang ketakutan.
“Tidak apa Yuna. Ada aku kok. Aku yang akan melindungimu.” jawab Reyna dengan senyum.
Reyna dan Yuna masuk ke ruangan dan melihat ada orang yang duduk di kursi sambil mengsilangkan kakinya. Reyna melihat orang itu pakai topeng dan baju classic dan tidak mengetahui orang itu Wanita atau Pria.
“Apa kau yang menyuruh kami ke sini?” tanya Reyna ke inti dan tidak takut dengan orang di depannya.
“Ya. Aku hanya ingin memperingatimu saja.” jawab orang itu dengan santai.
‘Pengubah suara.’ batin Reyna.
“Peringatan? Apa aku melakukan hal buruk padamu?” tanya Reyna dengan polos.
“Kau jangan berpura-pura tidak tahu.” jawabnya dengan dingin.
__ADS_1
“Aku tidak ingat melakukan hal buruk padamu. Jika kau tidak memberitahuku bagaimana aku bisa tahu. Dan lagi aku tidak mengenalmu.” kata Reyna.
“Kenapa aku harus memberitahu pada orang yang mati.” katanya dengan dingin langsung mengangkat tangannya mengisyarat pada pengawalnya untuk memukul Reyna.
Reyna langsung saja mendorong Yuna keluar dari ruangan. Reyna dengan cepat menguncinya.
“Yuna, kau duluan kabur saja. Aku tidak apa” kata Reyna.
“Tapi Reyna… Aku tidak bisa membiarkan kau sendirian.”
“PERGI!!!” teriak Reyna dengan keras sampai Yuna terkejut.
Yuna langsung mengeluarkan air matanya dan pergi dengan cepat. Sedangkan Reyna melihat orang yang duduk itu bertepuk tangan.
PROK PROK
“Hahaha… Aku sangat kagum dengan kau karena membiarkan temanmu kabur dan kau menjadi umpan.” katanya dengan tertawa.
“Jadi apa kau ingin mati disini karena membiarkan temanmu kabur.” kata pemimpin dengan senyum.
“Kenapa aku harus mati?” kata Reyna dengan senyum menyeramkan.
“Apa? Apa kau ingin melawan kami semua?” tanyanya dengan senyum.
“Kenapa? Apa kalian tidak bisa melawan seorang Wanita?” tanya Reyna meremehkan mereka semua.
“Kau..!!! Hajar dia!!”
Semua orang di sana menghajar Reyna. Tapi sayangnya Reyna menghidar semua pukulan mereka. Reyna mengentikan salah satu dari mereka dan langsung terdengar bunyi patah.
KREK
“Akh…!!!” teriak salah satu kesakitan karena Reyna mematahkan tangannya.
“Kenapa? Apa terasa sakit?” tanya Reyna dengan senyum menyeramkan.
Yang lain juga menyerang Reyna. Reyna dengan santai menghindari semuanya. Reyna memukul mereka dengan keras sampai beberapa dari mereka mengeluarkan darah segar dari mulut mereka.
BUGH
BRAK
Orang bertopeng pemimpin mereka terkejut melihat Reyna bisa melawan 15 pengawal dan pengawal emreka kalah semua.
‘Apa-apaan ini? Apa benar Wanita ini seorang mahasiswa biasa? Dia melawan semua pengawalku sendirian dan lebih parah lagi Wanita ini sama sekali tidak terluka. Ini mah sudah terlihat seorang monster.’ batin pemimpin dengan terkejut dan gemetar melihat Reyna.
“Sekarang hanya tinggal kau sendirian. Apa kau juga ingin melawanku?” tanya Reyna.
“Em… Itu….” Pemimpim itu sudah gugup karena Reyna melihatnya.
“Jika kau tidak ingin seperti pengawalmu ini, kau jawab pertanyaanku. Jawab dengan jujur jika kau tidak mau mulut kau tidak berbentuk lagi.” kata Reyna dengan dingin dan mengancam.
GLEK
Pemimpim itu ketakutan dengan ancaman Reyna dan hanya mengangguk patuh saja.
__ADS_1
“Siapa kau? Apa kau di suruh seseorang sampai ingin membunuhku?” tanya Reyna duduk di kursi sambil menatap pemimpin.
T.B.C