Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 120 - PUSAT PEMBELANJAAN 2


__ADS_3

"Punyaku semua berapa kak?" tanya Reyna.


"Punya nona total jadi 10 juta...." kata pegawai dipotong oleh suara orang dari belakang.


"Kebetulan sekali kalian berdua ada disini."


Reyna mendengar suara yang familiar langsung menoleh kebelakang, ternyata Cecilia dan Serena mendekatinya.


"Sepertinya akan terjadi masalah lagi... Kenapa mereka tidak bisa membuat aku istirahat." gumam Reyna memutar bola matanya merasa sangat lelah bicara dengan Cecilia dan Serena.


"Kebetulan juga kalian disini? Apa kalian ingin membeli baju juga?" tanya Reyna santai dengan senyum tipis.


"Ya. Apa kalian juga ingin membeli baju kerja untuk magang?" tanya Cecilia ingin memulai basa-basi.


"Ya. Kami memang membeli baju kerja untuk magang. Ini sudah mau bayar." jawab Reyna.


"Kalian membeli baju yang agak norak ya." kata Cecilia melihat baju Yuna yang di pegang karyawan.


"Benarkah?"


"Biar aku lihat bajunya." kata Cecilia melihat baju Reyna yang ada di meja kasir.


"Kau membeli model yang sangat biasa. Apa kau punya uang untuk membeli baju merek ini?" tanya Cecilia melihat harga label bajunya sangat mahal.


"Memang apa urusannya denganmu. Apa kalian tidak ada kerjaan lain selain menguntit orang." kata Reyna.


Cecilia terkejut mendengar kata menguntit. "Apa maksudmu?" tanya Cecilia.


"Seperti yang aku bilang. Kau sepertinya sangat amatir untuk melakukan hal seperti itu." kata Reyna dengan senyum kecil sampai tangan mensilang.


"Kenapa kau tidak belajar saja dari awal mulai. Walaupun aku berpikir kalau kau butuh waktu 50 tahun baru bisa jadi profesional." kata Reyna dengan senyum kecil.


"Apa kau bilang??!!!" teriak Cecilia dengan marah.


"Kenapa? Bukankah aku mengatakan yang sebenarnya?" tanya Reyna dengan senyum.


"Apa kau pikir aku ini beneran pemula?" tanya Cecilia mengelak kata Reyna. Cecilia tidak tau apanya yang amatir yang di maksud oleh Reyna, tapi Cecilia tidak ingin mengaku karena tidak ingin di anggap bodoh oleh Reyna.


Reyna melihat Cecilia sepertinya tidak tau apa yang barusan di katakan nya. Reyna hanya menahan tawa karena melihat Cecilia pura-pura berani.


Cecilia melihat Reyna tersenyum langsung berkata, " Apa yang kau tertawakan?"


"Tidak ada. Aku hanya ingin bicara baru pertama kali melihat wanita cantik sepertimu." jawab Reyna. Cecilia merasa tidak percaya apa yang Reyna bicarakan.

__ADS_1


"Kenapa? Aku memang mengatakan yang sebenarnya. Kau itu cantik dan menawan." kata Reyna dengan pasti.


"Kenapa aku harus percaya dengan perkataanmu?" tanya Cecilia.


"Jika kau tidak percaya ya sudah." kata Reyna dengan santai.


Reyna langsung bicara dengan kasir melihat sepertinya menunggunya.


"Kak, berapa baju punya saya?" tanya Reyna.


"Semua total baju nona 10 juta...."


"Apa 10 juta??? Apa kau punya uang beli begitu banyak baju??" kata Cecilia dengan terkejut mendengar total baju yang Reyna beli 10 juta.


"Aku punya uang atau tidak apa urusanmu?" tanya Reyna


"Ah, aku tau kalau kau pasti pinjam uang sama pak tua." kata Cecilia dengan terkejut.


"Jika menurut mu begitu bagaimana kalau kau yang bayar baju aku?" kata Reyna


"Kenapa harus aku yang bayar?"


"Atau jangan jangan kau tidak ingin memakai uang pinjaman dan ingin aku yang membayarnya untuk mu." kata Cecilia


"Bukankah kau bilang sendiri kalau aku tidak boleh meminjam uang orang? Karena itu kau harus membayar semua baju aku dong." kata Reyna dengan senyum manis.


"Atau jangan jangan kau tidak punya uang untuk bayar baju aku. Masa tuan putri yang kaya tidak punya uang sebesar 10 juta."


" Atau kau pura pura kaya dan ingin mendapatkan pembelaan dan memiliki teman dengan status yang sama denganmu?" kata Reyna terkejut.


Cecilia merasa Reyna telah memancing kemarahannya.


"Siapa yang bilang tidak punya uang? Aku punya banyak uang. Sayangnya uang aku sangat disayangkan jika mengeluarkan untuk keperluan pribadimu." kata Cecilia.


"Bagaimana kalau kau sendiri? Apa kau bisa membayar semua baju itu?" tanya Cecilia melihat baju yang dibeli Reyna banyak dan harganya pasti sangat mahal.


Reyna tidak menggubris Cecilia yang ingin meremehkan karena tidak bisa membayar semua bajunya.


"Diskonnya berapa kak?" tanya Reyna. Reyna tau kalau total harga baju yang dia beli belum di potong diskon.


"Diskon??" Cecilia terkejut ada diskonnya.


"Diskonnya 4 juta jadi nona hanya membayar 6 juta. Apa nona mau bayar cash atau kartu?" tanya pegawai dengan ramah.

__ADS_1


"Kartu saja kak. Sekalian punya teman saya juga." kata Reyna menunjuk baju Yuna dan mengeluarkan kartu debitnya.


"Reyna, aku bisa bayar sendiri. Kau tidak usah membayar punyaku." kata Yuna merasa tidak enak jika Reyna membayar bajunya.


"Tidak apa. Nanti kau bayar saja padaku bajunya." kata Reyna dengan senyum.


Reyna tahu kalau Yuna pasti tidak ingin bajunya di bayar olehnya.


"Jadi totalnya 7 juta nona. Mohon tunggu sebentar." kata pegawai mengambil kartu debit Reyna dan melakukan pembayaran.


Reyna langsung menekan pin kartu debitnya. Setelah pembayaran selesai, pegawai itu mengasih kartu debit Reyna dan bajunya.


"Ini nona. Sekalian saya telah membuat kartu member untuk nona. Terima kasih." kata pegawai itu dengan sopan mengasih kartu debit Reyna.


"Sama-sama." kata Reyna dengan senyum mengambil kartu debit dan member toko.


"Ayo Yuna, kita pergi. Kira tidak usah lama-lama disini karena mengganggu orang lain belanja." kata Reyna mengajak Yuna keluar dari toko.


"Dan lagi jika aku masih berada disini pasti ada orang yang tidak ingin keluar dari toko sampai aku keluar dari toko ini." sambung Reyna melihat ke Cecilia dan Serena.


Sedangkan Cecilia sangat terkejut melihat Reyna bisa membeli baju dengan sebanyak 7 juta, begitu pun dengan Serena. Mereka berdua beneran tidak menyangka Bahwa Reyna beneran bisa beli baju yang desain yang lumayan terkenal.


"Em.. Nona.. Apa nona ingin membeli sesuatu disini?" tanya pegawai melihat Cecilia dan Serena hanya berdiam saja.


Cecilia tersadar dan langsung menarik tangan Serena dan keluar dari toko. Pegawai di toko tersebut bingung melihat Cecilia dan Serena keluar dari toko tanpa melihat baju.


"Kemana mereka berdua?" tanya Cecilia mencari Reyna dan Yuna.


"Awalnya aku ingin meremehkan mereka berdua malah aku pula yang kena. Malah bikin malu didepan banyak orang lagi." kata Cecilia dengan kesal.


"Kita cari saja mereka berdua. Mana tau mereka belum jauh." kata Serena.


"Akan aku balas perbuatan kau karena telah membuat aku malu didepan banyak orang." kata Cecilia dengan kesal. Cecilia dan Serena pergi mencari Reyna dan Yuna.


Tidak jauh dari mereka, Reyna dan Yuna mendengar semua pembicaraan Cecilia dan Serena.


"Kenapa mereka begitu membenci kita?" tanya Yuna merasa sangat bingung melihat Cecilia dan Serena membencinya.


"Mereka berdua terlalu memandang orang dari penampilan dan status. Biarkan saja mereka berdua keliling disini. Kita pergi cari makan yuk, sudah waktu makan malam sudah lewat." kata Reyna.


"Ok. Aku juga sudah lapar." kata Yuna.


Reyna dan Yuna langsung keluar cari makan, sedangkan Cecilia dan Serena keliling di pusat pembelanjaan mencari Reyna dan Yuna.

__ADS_1


__ADS_2