
"Jika tidak ada yang mau memilih salah satu nanti akan berhadapan dengan dosen." kata Ren dengan dingin.
"Baiklah. Bagi yang ingin mengikuti kelas isi formulir di kertas biru, sedangkan yang ingin membantu bazar isi formulir di kertas merah." kata Kai.
"Jika sudah, bagi yang membantu bazar langsung ke ruang osis. Yang mengikuti kelas langsung ke ruang 605." sambung Kai yang duduk dikursi dosen.
"Sepertinya ada yang tidak benar. Pasti ini kelakuan Ren." kata Enzi dengan kesal.
"Jadi kita mau pilih yang mana Enzi?" tanya Felix.
"Tentu saja membantu bazar dari pada mengikuti kelas sampai malam." kata Enzi dengan cepat menulis namanya.
Setelah menulis namanya Enzi menatap tajam Ren. Ren hanya cuek saja dan tidak melihat Enzi.
"Kau akan tau akibatnya jika membohongi aku Ren." kata Enzi dengan tajam.
"Jika kau tidak percaya, tinggal tanya sama dosen. Jangan bertanya pada aku." kata Ren dengan dingin.
"Apa kalian tidak bisa akur sedikit?" tanya Kai memicu kemarahan Ren dan Enzi.
"Apa kau tidak bisa diam?" kata Ren menatap tajam Kai.
"Ini bukan urusanmu!" bentak Enzi menatap tajam Kai.
Kai langsung terdiam melihat 2 orang yang tidak bisa akur itu menatapnya dengan tajam. Sedangkan Felix hanya diam saja.
"Nanti aku tanya sama dosen. Jika kau berbohong kau akan berhadapan dengan aku." kata Enzi dengan dingin.
"Aku tunggu kedatangan kau jika tidak benar." kata Ren dengan senyum sinis.
Setelah Enzi dan Felix pergi, Reyna dan Yuna langsung mengisi formulir.
"Reyna, kamu pilih membantu bazar?" kata Yuna melihat Reyna menulis namanya di kertas merah.
"Ya. Kau pilih yang mana?" tanya Reyna.
"Aku pilih membantu bazar juga." kata Yuna dengan senyum.
"Reyna, kau pilih membantu bazar?" tanya Kai melihat Reyna menulis namanya di formulir merah.
"Ya."
Ren mendengar suara Reyna langsung menaikkan kepalanya. Reyna melihat Ren menatapnya langsung senyum padanya.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi dulu ya. Ayo Yuna." kata Reyna pada Kai dan Ren dan pergi dengan Yuna ke ruang osis.
"Reyna memilih apa?" tanya Ren ke Kai.
"Membantu bazar." jawab Kai.
__ADS_1
"Bilang sama Andrew kalau menyuruh Reyna dan temannya untuk membantu diruang osis saja." kata Ren.
Kai menatap Ren langsung tersenyum tau maksudnya supaya dia bisa dekat dengan Reyna.
"Kenapa tadi kau tidak bilang saja sendiri sama Reyna." kata Kai.
"Itu karena kau tidak bilang Reyna sudah didepan aku." kata Ren menatap tajam Kai.
"Kenapa aku yang disalahkan? Itu salah kau sendiri karena main Hp terus." kata Kai membuat Ren semakin menatap tajam Kai.
"Kai setelah ini selesai, kau ngurus kebersihan di bazar dan sekalian urus semua formulir ini." kata Ren dengan dingin.
"What!! Apa kau tidak salah Ren? Mengurus kebersihan dan urus semua formulir ini sangat berbeda dan mengerjakannya membuat aku lelah." teriak Kai dengan terkejut.
Mengurus formulir data sebelum mengasih kepada dosen harus mengecek semua data mahasiswa yang mengisi formulir tersebut dari mengikuti kelas, membantu bazar dan tidak ikut.
"Baiklah, aku serahkan padamu. Aku balik ke ruang osis." kata Ren dengan dingin dan langsung pergi begitu saja.
"Ren! Tunggu! Kau tidak boleh begini kepada aku!" teriak Kai.
Ren tidak memperdulikannya langsung cepat pergi ke ruang osis untuk menemui Reyna.
'Rey, aku tidak akan membiarkan kau menjauh dari aku.' batin Ren dengan senyum kecil.
***
"Kau tidak bisa mengasih tugas seperti ini kepada aku!" kata Cecilia dengan marah dan memukul meja dengan keras.
"Kasih aku tugas yang lain! Jika tidak kau akan menanggung akibatnya." kata Cecilia dengan mengancam.
"Ada apa?" tanya Andrew mendekati Cecilia.
"Di-dia..." kata mahasiswa langsung dipotong oleh Cecilia.
"Apa tidak ada tugas yang lain kasih kepada aku selain membersihkan sampah di bazar?" tanya Cecilia dengan marah.
"Tugas apa saja yang kekurangan orang?" tanya Andrew.
Mahasiswa itu mengasih kertas yang kekurangan orang. Andrew melihat formulir tersebut.
"Bagaimana kalau kau membersihkan dilelang gold saja? Disana hanya menyapu debu dan mengepel saja." kata Andrew dengan pelan.
"Aku tidak mau! Mendingan aku membantu kalian disini saja dari pada mengerjakan pekerjaan seperti itu." kata Cecilia dengan marah.
"Di sini lagi tidak kekurangan orang." kata Andrew membuat Cecilia mengedus kesal.
'Awalnya aku ingin membantu Ren di ruang osis malah dapat membersihkan sampah. Tau begini mendingan aku memilih ikut kelas dari pada membersihkan pekerjaan kotor seperti itu.' batin Cecilia dengan kesal.
"Bagaimana? Kalau tidak mau kau balik kekelas dan beritahu pada Kai untuk mengikuti kelas saja sebelum Kai mengasih kepada dosen." kata Andrew dengan pelan.
__ADS_1
"Bagaimana Cecil? Apa kita mengikuti kelas saja?" tanya Serena sepertinya Cecilia tidak mau membersihkan lelang.
"Baiklah, aku membersihkan lelang saja. Jika aku sudah selesai membersihkannya kita sudah tidak perlu masuk kelas kan?" kata Cecilia.
"Ya. Jika kalian membersihkannya dengan cepat kalian bebas. Mau pulang atau menikmati bazar terserah pada kalian." kata Andrew.
"Baiklah. Dari pada mengikuti kelas sampai malam." kata Cecilia dengan pasrah.
"Ok. Kamu kasih kertasnya pada mereka." kata Andrew pada mahasiswa.
"Baiklah. Ini kertasnya, langsung kasih pada pengurusnya disana." kata Mahasiswa tersebut mengasih kertas kecil pada Cecilia.
"Ayo kita pergi Serena." kata Cecilia mengambil kertas itu dengan cepat dan pergi.
Setelah 15 menit Reyna dan Yuna masuk ke ruang osis.
"Hai Reyna..." kata Andrew melihat Reyna masuk ke ruang osis.
"Hai, Andrew. Kenapa kau ada disini? Bukankah kau itu dokter kenapa kerja di ruang osis?" tanya Reyna langsung menyapa Andrew.
"Haha... Aku dipaksa sama Ren karena tidak ada pasien." jawab Andrew.
"Seorang dokter menjadi pengurus osis? Kenapa kau tidak jadi mahasiswa saja lagi?" tanya Reyna dengan senyum.
"Hahaha... Jika Ren tidak memaksa aku ke sini aku sudah ke rumah sakit bekerja. Banyak pasien yang menunggu aku disana." kata Andrew.
"Baiklah. Apa yang bisa aku kerjakan?" tanya Reyna.
Andrew ingin bicara langsung mendengar seseorang berteriak.
"Pak Andrew, gawat!" teriak mahasiswa di depan pintu.
"Ada apa?" tanya Andrew.
"I-itu putri tidak bisa datang karena mengalami kecelakaan, jadi tidak bisa datang ke kampus. Padahal yang mengurus keuangan kampus hanya putri yang bisa." kata Mahasiswa itu.
"Kecelakaan? Apa dia luka parah?" tanya Andrew dengan cemas.
"Saya tidak tau pak. Mereka sudah membawanya kerumah sakit." kata Mahasiswa itu.
"Terus bagaimana ini? Siapa yang mengurus keuangan bazar? Ada banyak yang harus dikerjakan."
"Apa tidak ada yang bisa menggantikannya?"
Andrew melihat ke Reyna langsung tersenyum.
"Reyna, Apa kau mau membantu mengurus keuangan bazar?" tanya Andrew.
"Aku?" tanya Reyna.
__ADS_1
"Ini pekerjaan khusus untukmu, karena datang tepat waktu." kata Andrew dengan senyum.