Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 305 – PERINGATAN UNTUK REYNA


__ADS_3

“Apanya yang selesai?” tanya Ren.


“Semuanya sudah selesai aku urus. Jadi kita ke kampus sekarang.” kata Reyna.


“Apa??!!” Ren terkejut mendengar kata Reyna.


 Reyna menarik Ren keluar yang ingin memukul pemimpin yang menculiknya karena dia yang ingin melukai Reyna.


“Reyna…” Yuna melihat Reyna bersama dengan Ren langsung saja berlari dan memeluk Reyna.


“Syukurlah. Syukurlah kau selamat.” Yuna menangis dan senang melihat Reyna baik-baik saja.


“Jangan menangis lagi. Aku kan baik-baik saja.”


“Oh, Ren. Apa kau yang menyelamatkannya. Kau memang hebat..” Andrew melihat Ren dengan cepat menyelamatkan Reyna.


“Apanya? Aku tidak melakukan apapun. Bahkan aku ingin memukulnya sampai babak belur.” kesal Ren.


“Hah?” Andrew bingung dengan perkataan Ren.


“Dia memukul semua orang di sana sampai pingsan. Aku tadi melihat pemimpin mereka duduk dan ingin menghajarnya tapi Rey malah menarikku keluar.” jelas Ren dengan kesal.


“Hah!! Reyna sendirian yang melawan mereka semua?” Andrew terkejut.


“Iya. Kau tidak percaya kan karena dia sama sekali tidak terluka. Kalau kau mau pergi saja lihat sana.”


“Tidak. Tidak usah.” Andrew menolak keras karena pemimpinnya masih sadar.


“Cih, pengecut.” Ren merasa Andrew sangat pengecut.


“Kalau begitu kita ke kampus sekarang. Dari pada kita di tempat gelap yang tidak ada apapun disini.” Andrew dengan santai membawa Reyna dan yang lain keluar dan pergi ke kampus.


***


"Hei, apa kau dengar berita tadi?"


"Berita apa?" tanya Temannya.


"Tadi pagi ada yang melihat Ren bersama dengan wanita itu bersama temannya."


"Hm? Bukankah tadi ada pak Andrew juga?" tanya Temannya melihat Ren ada bersama dengan Andrew juga.


"Memang sih, tapi ada yang bilang kalau wanita itu dan temannya sedang di culik. Ren dan Andrew pergi menolong mereka."


"Hah? Apa kau serius?"


"Serius, apa lagi aku mendengar kalau wanita itu sengaja membuat dirinya diculik supaya Ren pergi menolongnya."


"Jahat benar wanita itu, apa dia ingin Ren memperhatikannya dan ingin menjadi miliknya??"


"Mungkin saja. Aku tidak bisa pikir apa yang di lakukan wanita itu ingin mendapatkan perhatian Ren."

__ADS_1


Reyna yang tidak jauh dari mereka mendengar kedua wanita yang sedang berbicara tentang dirinya.


Tentu saja Reyna hanya diam karena apapun yang ingin dibilangnya mereka tidak akan percaya samanya.


"Sepertinya hubungan aku dan Ren tidak akan lama lagi akan segera di ketahui sama mereka semua." gumam Reyna.


"Ya sudah lah. Walaupun aku masih ingin merahasiakannya tapi karena video itu jadi tidak akan lama lagi ketahuan." Reyna pergi ke toilet.


"Aku hanya tidak ingin melayani mereka karena aku pacaran dengan Ren. Walaupun Ren pasti akan melakukan sesuatu nanti, tapi aku tidak merasa mereka akan menyerah." kata Reyna menghela nafas kasar.


Reyna merasa jika semua orang tahu hubungannya dengan Ren akan ketahuan. Jika sudah tahu semua pasti akan ada yang mendekati atau membuly dirinya supaya menyuruh menjauhkan Ren.


Walaupun Ren akan melakukan sesuatu, pasti diantara mereka tidak akan mau menyerah terutama Cecilia. Cecilia sangat keras kepala dan kuat ingin mendapati Ren bagaimanapun caranya.


***


“Cel, apa kau dengar kalau berita tadi pagi?” tanya Serena.


“Ya, aku dengar. Sepertinya kita harus memberikan pelajaran keras padanya.” Cecilia sangat marah karena mendengar berita tadi pagi.


“Kau benar, kau juga sangat marah padanya. Kenapa dia mau begitu keras mendapatkan Ren, padahal Ren itu milik kita.” Serena juga ikut marah.


“Kita harus meminta bantuan sama yang lain supaya bisa memberikannya pelajaran. Aku rasa kalau hanya kita berdua pasti dia akan tahu.” jelas Cecilia.


“Kau benar. Kita pergi menemui mereka sekarang saja, aku ingin cepat menghabisinya.” kata Serena.


Serena dan Cecilia langsung saja pergi menemui teman mereka dan menyiapkan pelajaran pada Reyna karena telah dekat dengan Ren.


Reyna pergi ke kampus seperti biasa. Baru saja Reyna sampai kampus sudah dihalang sama banyak Wanita.


“Ada apa berkumpul-kumpul disini?” tanya Reyna melihat banyak yang mengelilinginya.


“Kau ikut kami sekarang.” perintah salah satu dari mereka.


“Kenapa tidak langsung bicara saja di sini. Aku sedang sibuk.” kata Reyna dengan santai. Reyna tahu mereka pasti ingin melakukan sesuatu padanya.


“Ikut kami atau kau kami tusuk.” perintahnya dengan dingin.


Reyna merasakan sesuatu yang tajam dipunggungnya. Reyna melihat ke belakang ternyata sudah ada orang yang mengancamnya pakai pisau.


“Ok. Aku ikut kalian. Pastikan kalian cepat bicara urusan kalian.” kata Reyna akhirnya setuju mengikuti mereka.


“Tenang saja. Kita akan bicara dengan santai dan cepat selesai. Kau juga bisa menikmati cemilan kami.” katanya dengan senyum penuh arti.


Reyna mengikuti mereka dengan santai dan tidak takut apapun. Reyna merasa apa yang dipikirkan selama ini akan segera berakhir.


***


Di suatu tempat Reyna melihat ada ruangan yang sepi dan banyak orang di dalam ruangan itu.


“Sepertinya ini akan menjadi membosankan.” gumam Reyna melihat banyak Wanita di dalam dan menatapnya dengan benci dan tajam.

__ADS_1


“Apa kau tahu kenapa kami memanggilmu kesini?” tanya salah satu Wanita yang duduk di salah satu kursi besar.


“Tidak. Bahkan aku merasa kalian akan membicarakan hal yang membosankan.” jawab Reyna dengan santai dan datar.


“Apa kau bilang?? Membosankan??!!” teriak salah satu dari mereka.


“Kenapa menurutmu begitu? Bahkan aku ingin membicarakan hal yang sangat penting bagimu.” kata Wanita itu sambil menyuruh temannya diam.


“Hal penting apa?” tanya Reyna pura-pura tidak tahu.


“Kau jangan berpura-pura bodoh!!”


“Kenapa? Aku memang tidak tahu apapun.” kata Reyna dengan santai.


“Sepertinya kau sangat santai dan tidak takut pada kami. Aku suka dengan sifatmu itu.” katanya dengan senyum.


“Langsung saja bicara intinya. Aku sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk bicara ataupun bermain sama kalian.” kata Reyna sudah merasa bosan di ruangan itu.


“Baiklah. Aku langsung saja karena aku juga tidak mau basa basi denganmu. Aku ingin kau menjauhi Ren, jika kau tidak mau maka kau akan tahu akibatnya.” kata Wanita itu dengan penuh tekanan.


“Memangnya kenapa aku tidak boleh dekat dengan Ren? Bukankah Ren adalah teman kita juga?” tanya Reyna ingin berpura-pura tidak tahu.


Para Wanita semuanya menatap tajam Reyna. Reyna tidak memperdulikan tatapan tajam mereka.


“Kau benar sekali. Ren memang teman kita. Tapi kami tidak suka kau dekat dengannya karena Ren milik kita semua.” katanya dengan santai.


“Milik kita? Bukankah aku termasuk?” tanya Reyna sambil menujuk dirinya.


“Tidak termasukmu. Mengerti? Ren sudah punya pemiliknya dan Ren akan menjadi prianya seorang.”


“Benarkah? Siapa dia?” tanya Reyna dengan penasaran.


“Kau tidak perlu tahu. Aku akan memberikan kau hukuman berat sampai kau bisa sekarat jika kau mendekati Ren lagi.” kata Wanita itu dengan penuh tekanan dan serius.


“Kau bawa dikeluar sekarang.” Wanita itu menyuruh salah satu temannya untuk membawa Reyna keluar.


Reyna dibawa keluar sama Temannya. Setelah Reyna sampai kampus melihat ke arah yang dibawanya tadi.


“Ren sudah punya Wanita lain ya? Tapi aku rasa kau dan juga teman kau sangatlah bodoh. Sudah bodoh, tidak pintar lagi. Kalian sama sekali tidak mengerti apapun tentang Ren.” kata Reyna dengan senyum licik.


Reyna merasa Wanita itu dan temannya sangat bodoh karena mereka tidak tahu kalau Ren sudah punya Reyna. Bahkan mereka sama sekali tidak tahu kalau Ren dikampus yang tidak suka bicara dengan Wanita malah berbicara dengan Reyna.


Walaupun di kampus tidak seperti biasa kelakuan Ren pada Reyna yaitu sering memeluk atau mencium Reyna. Ren hanya bicara biasa seperti teman biasa pada Reyna.


Ren sudah menahan untuk tidak memeluk Reyna di kampus karena Reyna tidak ingin orang lain tahu tentang hubungan mereka.


****


Apa yang akan terjadi jika para Wanita dikampus tahu kalau Ren milik Reyna?


Nantikan kelanjutannya… 😊😊😊

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2