Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 26 – HADIAH


__ADS_3

“Bersiap…”


1…


2…


3…


Reyna langsung memakan es krim itu dengan lahap.


Andrew dan Kai ragu melihat Reyna akan menghabiskan es krim itu dalam 1 jam.


“Ren, apa kau yakin kalau Reyna akan mengahabiskan es krim dalam 1 jam?” tanya Andrew ke Ren.


“Entah lah.” jawab Ren dengan dingin. Ren melihat Reyna memakan es krim itu dengan cepat dan lahap langsung menghembus nafasnya.


‘Aku rasa makan es krim jumbo besar itu belum cukup untuknya, pasti nanti Rey akan tambah lagi.’ batin Ren dengan pasti.


“Andrew, apa kau yakin Reyna akan menghabiskan es krim itu dalam 1 jam?” tanya Kai.


“Aku juga tidak tau, tapi aku melihat Reyna sangat percaya diri. Sedangkan Ren hanya diam saja.” jawab Andrew.


Setelah 20 menit Reyna sudah menghabiskan setengah mangkok Es krim itu dan membuat semua orang tidak percaya. Sedangkan Ren hanya menghembus nafasnya dengan pelan karena tau pasti Reyna akan menghabiskannya.


“Badan Reyna terbuat dari apa Andrew? Kenapa bisa dia menghabiskan setengah es krim jumbo besar itu dalam 20 menit.” tanya Kai dengan tidak percaya.


“Tidak tau.” jawab Andrew dengan tidak percaya apa yang dilihatnya.


Reyna berhenti makan sebentar dan menatap Ren dan yang lain.


“Ada apa Reyna?” tanya Andrew


“Hm… itu…” Reyna agak ragu mengatakannya.


“Kenapa? Kalau kau ingin mundur sudah tidak bisa.” kata Cecilia dengan senyum licik.


“Bukan itu.” jawab Reyna.


Ren melihat muka Reyna pasti ingin tambah es krim lagi dan bertanya, “Ada apa? Bilang saja langsung tidak usah ragu-ragu.” kata Ren dengan datar.


“Baiklah. Apa aku boleh tambah es krim jumbonya?” kata Reyna karena Ren mengatakan tidak usah ragu membuat semuanya membulatkan mata menatap Reyna.


“WHAT!! Kau ingin tambah lagi?” tanya Andrew dan Kai serempak.


“Yup, apakah boleh?” pinta Reyna dengan memohon.


“Kak, apa bisa tambah es krim jumbonya?” tanya Ren ke pegawai wanita itu.


“Bisa. Apa mau rasa yang sama?” tanya pegawai.


“Campur kak.” jawab Reyna dengan cepat.


“Baiklah, tunggu sebentar.” pegawai itu langsung pergi memesan es krim untuk Reyna.

__ADS_1


“Reyna, apa kau yakin ingin tambah? Apa perutmu tidak sakit makan es krim sebanyak itu?” tanya Andrew.


“Tidak.” jawab Reyna dengan datar.


 Setelah 15 Menit pegawai itu membawa es krim jumbonya. Semuanya langsung ngiler melihat es krim jumbo itu dengan banyak stik coklat dan cherry diatas. Sedangkan Reyna langsung saja ingin makan es krim itu


sekarang juga.



“Reyna apa kau yakin menghabiskan es krim itu semua?” tanya Kai


“Tentu saja.” kata Reyna dengan percaya diri dan langsung memakan es krim jumbo stoberi tadi dalam 10 menit dan langsung memakan Es krim itu.


Dalam 50 menit Reyna sudah menghabiskan es krim itu membuat semua orang tidak disana tidak percaya. Bahkan Cecilia dan Serena tidak percaya bahwa Reyna akan menghabiskan es krim jumbo itu bahkan 2 jumbo es krim sendirian.


“Kenyang.” kata Reyna sambil meminum segelas air.


“Apa sudah kenyang?” tanya Ren


“Sudah. Tapi aku ingin makan hidangan penutup.” kata Reyna dengan santai.


“…….” Semua orang terdiam.


“Bukankah tadi dia bilang sudah kenyang? Kenapa ingin makan hidangan penutup lagi?” tanya Kai dengan bingung.


“Entahlah. Tubuhnya sama sekali tidak normal.” jawab Andrew.


“Ingin makan apa lagi? Bukankah tadi bilang sudah kenyang?” tanya Ren dengan bingung


“…….”


‘Bagaimana bisa makan es krim jumbo besar 2 cup dan ingin makan yogurt lagi? Tubuh kau terbuat dari apa Rey?’ batin Ren.


“Kak, minta yogurt 1 ya?” kata Reyna ke pegawai


“Baik kak. Tunggu sebentar ya.”


Setelah pegawai mengambil 1 yogurt untuk Reyna, Reyna langsung saja menghabiskan setengah dalam 5 menit.


“Kak Reyna, apa yogurtnya enak?” tanya Mira


“Enak.. mau coba?” tanya Reyna mengasih sesendok yogurt ke Mira. Mira langsung memakan yogurt itu.


“Enak kak.” kata Mira.


“Jika Mira mau, ambil aja semuanya.” kata Reyna mengasih semua yogurt ke Mira.


“Terima kasih kak Reyna.” jawab Mira langsung mengambil yogurt ditangan Reyna dan memakannya.


“Kalau sudah selesai makan kita pulang. Biar aku yang bayar.” kata Ren sambil mengeluarkan dompet disakunya.


“Kenapa harus kau yang bayar?” tanya Reyna

__ADS_1


“Memangnya kenapa?” tanya Ren


“Bukankah harusnya yang bayar itu Cecilia?” tanya Reyna menunjuk ke Cecilia.


Cecilia terkejut karena tiba-tiba Reyna menyuruhnya untuk membayar semua pesanannya.


“K-Kenapa harus aku?” tanya Cecilia


“Bukankah kau yang bilang kalau aku berhasil menghabiskan es krim jumbo dalam 1 jam akan kau bayar? Masa kau lupa dengan janjimu?” tanya Reyna dengan senyum manis.


“Benar kata Reyna, harusnya kau yang bayar.” kata Kai yang langsung bicara.


“A-aku…” Cecilia langsung terbata.


“Bagaimana?” tanya Reyna.


“Ba-baiklah.. akan aku bayar.” jawab Cecilia langsung kekasir.


“Tidak usah, biar Om yang bayar semuanya. karena Om sudah berjanji mentraktir kalian semua.” kata Papa Mira langsung mencegah Cecilia untuk bayar dan langsung ke kasir untuk bayar.


“Orang sepertimu ternyata ada yang tidak menepati janjinya ya.” kata Reyna dengan menertawakan Cecilia.


Cecilia yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya marah dan kesal sama Reyna karena menertawakannya. Awalnya Cecilia sudah merekam video untuk mempermalukan Reyna ternyata Reyna bisa menghabiskan es krim jumbonya dalam 1 jam bahkan mau 2 cup besar jumbo membuat Cecilia tidak bisa mempermalukannya, bahkan dia sendiri yang dipermalukan oleh Reyna.


“Jika semuanya sudah makan kita keluar sekarang.” kata Ren sambil mengandeng tangan Mira.


Semuanya langsung berdiri dari meja dan keluar ketemu dengan Papa Mira.


“Ini hadiah untuk mu Reyna.” kata Papa Mira kasih boneka bear jumbo ke Reyna.


“Besar benar Om.” kata Reyna melihat boneka yang super jumbo setinggi 1 meter.



“Karena kau yang memenangkannya, boneka ini untukmu.” kata Papa Mira.


“Tapi saya tidak ingin hadiah. Kenapa tidak kasih sama Mira saja?” kata Reyna yang mengasih boneka beruang jumbo itu ke Mira.


“Apa benar boleh kasih ke Mira kak?” tanya Mira dengan mata berbinar-binar.


“Tapi…” kata Papa Mira langsung dipotong oleh Reyna.


“Benar tidak apa-apa Om, karena saya memang ingin makan es krim saja. Saya tidak ingin hadiahnya.” jawab Reyna senyum dengan tulus.


“Baiklah, jika memang itu mau mu. Tapi, hadiah tiket ke taman bermain untuk mu.” kata Papa Mira mengasih 2 tiket ke Reyna.


“Tapi om..” kata Reyna merasa segan menerima tiket itu.


“Tidak boleh menolak! Anggap saja hadiah karena kau memenangkan event ini.” kata Papa Mira dengan tegas dan tidak boleh ada penolakan.


Melihat Papa Mira berkata dengan tegas mau nggak mau Reyna menerimanya dan berkata, “Terima kasih Om.”


“Sama-sama. Kita pulang semuanya.” kata Papa Mira.

__ADS_1


“Ok!” jawab semuanya dengan serempak.


__ADS_2