
Akhirnya Reyna dan yang lain sampai di bandara. Perjalanan mereka lumayan lama sekitar 3 jam-an.
Reyna langsung keluar dari pesawat sampai memakai kacamata hitam membuatnya lebih keren dan elegan.
Setelah mereka mengambil barang mereka yang di bawa oleh pengawal yang menjemput Reyna dan yang lain.
"Nona, jemputan nya sudah di depan. Apakah kita langsung balik mansion?" tanya pengawal yang sudah memasukkan semua koper semua orang.
"Hm... Kita pergi cari makan dulu baru balik mansion." kata Reyna melihat jam sudah jam 3 lewat.
"Baik Nona." kata Pengawal dengan patuh.
"Cal, kita pergi cari makan dulu setelah itu baru pulang. Apa kalian tidak ada masalah kan?" tanya Reyna ke Calvin.
"Boleh juga, dan lagi anak-anak sudah lapar." kata Calvin.
"Kalian ingin makan apa?" tanya Reyna pada Rachel dan Richie.
"Rachel apa saja boleh yang penting enak." kata Rachel.
"Kalau Richie?" tanya Reyna.
"Aku sama dengan Rachel saja Aunty." kata Richie.
"Kalau begitu kita pergi makan nasi di restoran. Makanan restoran ini sangat enak, pasti kalian pada suka." kata Reyna.
__ADS_1
Reyna menyuruh pengawalnya untuk pergi ke restoran makan. Pengawal hanya menuruti perintah Reyna dan langsung menjalankan mobilnya.
Di sisi lain di suatu Mansion.
"Pa, apa yang harus mama masak nanti?" tanya sang istri.
"Terserah Mama saja, Papa hanya ikut kemauan Mama." kata Sang suami.
"Jangan bilang terserah terus. Mama jadi tidak ada Mood memasak jika Papa selalu bilang terserah Mama terus." kata Sang Istri.
Sang Suami seperti salah bicara pada istrinya langsung mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bagaimana kalau masak specialis mama saja, seperti Masak ikan bakar saus yang mama buat dengan resep mama sendiri." kata Suami.
"Boleh juga Pa. Kalau begitu mama langsung pergi buat ke dapur." Sang istri langsung ke dapur dan mulai memasak.
"Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan." kata pengawal mendekati Sang Suami.
"Siapa?" tanya Sang Suami dengan wajah datarnya pada pengawalnya.
"Tidak tahu Tuan. Katanya panggil pemilik Mansion ini." jawab pengawal.
"Kalau tidak mau memberitahu, kenapa kalian tidak usir saja orangnya?" kata Sang suami dengan dingin.
"Maafkan saya Tuan. Tapi kami tidak bisa melawan karena mereka orang yang berpengaruh. Apa lagi mereka mengancam kita. " kata Pengawal.
__ADS_1
"Hanya karena mereka orang yang berpengaruh kalian tidak bisa mengusir mereka? Apa gunanya aku menyuruh mu untuk bekerja sebagai pengawal jika tidak bisa melawan mereka." kata Sang Suami dengan dingin dan marah pada pengawalnya. Pengawal itu hanya diam mendengar omelan dari Tuannya.
"Biar aku lihat siapa yang berani melawan dan bersikeras menemui ku." kata Sang suami langsung ke depan gerbangnya melihat siapa yang berani melawannya.
"Bagaimana? Apa kalian sudah memberitahu Tuan kalian?" tanya seorang Pria pada pengawal gerbang.
"Maafkan saya Tuan. Kami masih menunggu perintah dari Tuan kami." kata Pengawal dengan pelan.
"Sangat lama... Apa yang dia lakukan di rumahnya? Apa dia tidak mau menerima tamunya yang penting ini??" kata Pria itu dengan agak kesal karena pemilik rumah itu tidak mau menemuinya.
"Sudahlah. Dan lagi itu salahmu sendiri yang tidak mau memberitahu siapa mu kan? Pasti dia tidak akan mau bertemu dengan orang yang tidak tahu identitasmu padanya." kata seorang Wanita yaitu Istri dari yang Pria itu.
”Jika aku memberitahnya maka itu sudah bukan suprise lagi." jawab pria itu dengan enteng.
"Kenapa harus di sembunyikan? Ini yang membuat kita menunggu terlalu lama." kata Istrinya dengan menghela nafas dengan sifat suaminya.
"Siapa yang berani melawan Aku??!! Akan aku cincang mati kalian." teriak Sang suami dari pintu langsung menuju gerbang.
"Lihat. Dia akhirnya datang juga kan. Usaha aku tidak rugi menyuruh pengawal nya memanggil dia datang." kata Pria itu pada istrinya dengan senyum. Istri Pria itu hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Suaminya.
"Siapa kalian? Sampai ingin melawan aku?!!" teriak Suami Pemilik Mansion itu pada sepasang suami-istri itu.
"Aku tidak melawan atau memarahi mu. Itu salah kau sendiri yang tidak ingin menemui ku." kata Pria itu dengan enteng.
Pemilik Mansion itu langsung terkejut setelah melihat siapa tamunya. Sedangkan Tamunya hanya tersenyum melihat reaksi Pemilik Mansion.
__ADS_1
T.B.C