
“Rui, cepat kau kejar mereka berdua.” kata Riku.
“Iya Bos, ini sudah cepat.” kata Rui mengemudi.
“Bagaimana dengan tuan Elvano Bos?” tanya Rui tiba-tiba ingat dengan Elvano.
“Biarkan saja dia. Dia bisa pulang sendiri dengan mobilnya.” kata Riku.
Sedangkan Elvano yang berada di depan pintu pesta dengan muka kesal.
“Sialan kau Riku meninggalkan aku sendirian, sudah pakai mobil aku pula lagi. Gimana caranya aku mau pulang?” kata Elvano kesal melihat mobil yang di pakai Riku sudah pergi jauh.
“Oh ya, Rui kau pastikan cari informasi tentang gadis yang aku kirimkan foto itu. Aku kasih kau 3 hari untuk mendapatkan semua informasinya.” kata Riku.
“Baik Bos.” kata Rui.
“Bos, siapa gadis di foto itu yang mirip dengan nona Reyna itu?” tanya Rui. Rui tau kalau foto yang di kasih Bos nya bukan Reyna.
“Aku juga berpikir sesuatu, tapi aku masih belum pasti sampai aku dapat informasinya dulu.” katas Riku.
Rui tau kalau bosnya berpikir kalau gadis yang bernama Rayna itu ada hubungannya dengan nona Reyna tapi dia tidak bisa memastikannya sampai dapat informasinya dulu.
***
“Kenapa Rey?” tanya Ren melihat Reyna hanya diam saja.
“Tidak. Hanya memikirkan sesuatu.” kata Reyna.
“Apa kau memikirkan gadis yang bernama Rayna itu?” tanya Ren.
“Ya. Entah kenapa aku sangat penasaran dengan gadis yang mirip denganku itu.” kata Reyna.
“Nanti dia juga akan menyelidikinya. Kau tunggu saja sampai dia mendapatkan informasinya.” kata Ren dengan pelan.
“Tapi aku ingin mengetahuinya sekarang juga.” kata Reyna yang sangat penasaran.
“Baiklah. Aku akan membantumu.” kata Ren.
“Benarkah?”
“Ya. Tapi untuk sekarang kau tidur ya. Ini sudah sangat malam.” kata Ren membujuknya untuk tidur.
“Baiklah.” Reyna menurut dan pergi ke kamarnya tidur.
---- 3 Hari Kemudian ----
“Reyna, kira-kira kita akan magang dimana ya?” tanya Yuna.
“Tidak tau ya. Apa kau penasaran?” tanya Reyna.
“Ya. Aku sudah memilih banyak perusahaan, tapi tidak tau perusahaan mana yang akan menerima aku.” kata Yuna.
“Bukankah nanti sore akan diumumkan. Kita tunggu sampai sore saja.” kata Reyna.
“Benar juga. Tapi aku takut kalau tidak ada perusahaan yang menerima aku.” kata Yuna dengan cemas.
__ADS_1
“Tidak apa. Aku akan bersamamu.” kata Reyna membuat Yuna tersenyum.
Entah kenapa Yuna tiap bersama dengan Reyna, Yuna selalu merasa sangat tenang dan senang.
Tiba saatnya pengumuman mahasiswa yang akan pergi keluar kerja magang akan di keluarkan. Banyak orang yang sudah di tempat pengumuman kampus.
“Sepertinya sangat ramai.” kata Reyna melihat banyak mahasiswa yang kumpul.
“Reyna, aku beneran sangat takut.” kata Yuna sangat takut melihat pengumuman.
“Apa yang kau takutkan? Bukankah semua perusahaan di terima di kampus kita adalah perusahaan yang terbaik? Pasti semua mahasiswa dapat.” kata Reyna.
“Reyna…” kata Kai mendekati Reyna dan Yuna.
“Kai. Apa kau juga ingin melihat pengumuman mu juga?” tanya Reyna.
“Ya. Walaupun aku sudah tau dimana tempat magangnya.” kata Kai.
“Hah? Kau sudah tau dimana tempat magangmu?” tanya Yuna.
“Ya, aku kerja di perusahaan Ryuujin corporation tempat perusahaan orang tua Ren.” kata Kai.
“Kok bisa?” tanya Yuna.
“Karena Ren sudah memberitahu pada papanya untuk memasukkan aku ke perusahaan papanya.” kata Kai.
“Berarti ketua…” kata Yuna.
“Tentu saja masuk perusahaan Ryuujin karena itu adalah perusahaan papanya.” kata Kai.
“Ren sudah memasukkan kalian berdua ke perusahaannya. Nanti perngumumannya pasti akan keluar.” kata Kai.
“Benarkah?” tanya Yuna.
Kai mengangguk membuat Yuna tersenyum. “Terima kasih Kai. Nanti aku akan berterima kasih dengan ketua.” kata Yuna.
“Sepertinya sudah mulai agak sepi. Kita pergi lihat yuk.” kata Reyna melihat sudah mulai sepi.
Reyna, Yuna dan Kai melihat pengumuman magang mereka. Kai melihat namanya dan Ren ternyata memang masuk perusahaan Ryuujin tempat papanya Ren.
Sedangkan Yuna dan Reyna melihat nama mereka. Yuna sangat penasaran dimana tempat dia magang. Setelah melihat ada namanya di pengumuman Yuna senang. Tapi Yuna terkejut melihat tempat dia akan magang.
“Em… Reyna, apa aku salah lihat tempat magang aku?” tanya Yuna.
“Tidak. Kau tidak salah lihat Yuna.” kata Reyna.
“Apa aku salah lihat tempat perusahaan yang aku kerja adalah Heaven Corporation?” tanya Yuna merasa bermimpi.
“Kau tidak salah lihat Yuna. Bahkan aku juga akan kerja di Heaven Corporation.” kata Reyna.
“Benarkah???” tanya Yuna dengan gembira.
“Ya.”
“Yeyy… Aku akan bekerja sama dengan perusahan yang sama denganmu.” teriak Yuna dengan senang.
__ADS_1
“Bagaimana Reyna? Kalian berdua kerja dimana?” tanya Kai.
“Di Heaven Corporation sama dengan Yuna.” jawab Reyna.
Kai terkejut mendengar Reyna dan Yuna akan magang di tempat yang berbeda dengannya dan yang lebih terkejutnya lagi mereka berdua akan magang di Heaven Corporation yaitu perusahaan yang baru buka beberapa bulan lalu.
“Heaven Corporation? Bukankah itu perusahaan yang baru buka beberapa bulan lalu?” gumam Kai.
‘Bagaimana aku akan bilang dengan Ren kalau Reyna akan magang di perusahaan lain?Bisa-bisa Ren akan marah pula kalau Reyna akan magang di tempat lain.’ batin Kai.
“Bagaimana kalau kita pergi cari makan? Bukankah kau tidak makan banyak tadi siang?” tanya Reyna.
Yuna karena saking groginya takut tidak dapat tempat magang sampai makan sedikit saja tadi siang. Jadi Yuna measa kelaparan setelah melihat tempat magangnya.
“Baiklah. Kai apa kau mau ikut makan juga?” tanya Yuna.
“Tidak. Aku ada urusan jadi tidak bisa pergi makan bareng kalian.” kata Kai.
“Ok. Kalau begitu sampia jumpa besok Kai.” kata Yuna.
“Dahhh……” kata Kai.
Setelah Reyna dan Yuna pergi Kai langsung saja pergi menemui Andrew.
“Bagaimana Kai? Apakah Reyna dan Yuna bekerja di tempat yang sama dengan kalian?” tanya Andrew.
“Tidak.”
“Hah? Apa maksudmu?”
“Reyna dan Yuna tidak magang di tempat yang sama dengan ku dan Ren.” kata Kai.
“Apa???” teriak Andrew terkejut.
“Kenapa bisa tidak sama? Bukankah Ren sudah memasukkan nama mereka di perusahaannya?” tanya Andrew
“Ya. Tapi aku tidak tau kenapa mereka bisa magang di tempat lain.” kata Kai.
“Mereka berdua bekerja dimana?” tanya Andrew.
“Di Heaven Corporation. Perusahaan baru buka beberapa bulan lalu.” kata Kai.
“Apa!!! Kenapa mereka mereka bisa masuk perusahaan baru itu? Aku memang mendengar kalau perusahaan akan menerima anak magang di kampus kita. Bukankah perusahaan baru itu yang akan memilih sendiri mahasiswanya untuk masuk.” kata Andrew.
“Benar. Dan Reyna dan Yuna berhasil terpilih menjadi magang diperusahaan itu. Mereka berdua sangat beruntung bisa maagang di perusahaan baru itu.” kata Kai
“Beruntung apanya? Kalau Ren tau tentang ini bagaimana?” tanya Andrew.
“Justru itu yang ingin aku bicarakan padamu.” kata Kai.
“Jangan bilang kau ingin aku juga berpikir untuk mereda amarah Ren.” kata Andrew menebak Kai.
“Tentu saja.” jawab Kai dengan santai.
“Sialan kau! Aku bukan pelindung kau!!” teriak Andrew dengan marah ke Kai ingin Ren marah juga padanya.
__ADS_1