
"Kenapa kalian tidak menjawab?" tanya Reyna.
"Apa kau berpikir kita akan mengatakannya padamu nona?" tanya lelaki itu.
"Hah~ hanya menjawab satu pertanyaan saja sangat susah. Apa orang tua kalian tidak mengajar kalian untuk bersikap sopan pada orang lain?" tanya Reyna.
"Nona tidak perlu banyak bertanya. Jika nona ingin tau siapa yang menyuruh kami, maka nona ikut dengan kami." kata lelaki itu.
"Aku sudah bertanya dengan baik. Kenapa kalian malah mengalihkan topik aku. Atau jangan-jangan kalian tidak ingin melukai aku dan ingin menculik aku gitu. Setelah menculik aku kalian baru membawa aku ke tempat orang yang menyuruh kalian." kata Reyna seperti merasa sangat malas bicara dengan orang seperti ini..
"Jika nona mengikuti kami, maka kami akan membawa nona ke tempat bos kami." kata lelaki.
"Kenapa kalian tidak menculik aku pas aku lagi pergi kerja? Kalian malah ingin menculik aku pas aku lagi ingin bersantai dan bersenang-senang. Kenapa aku merasa langit tidak adil dengan aku yang seperti tidak memperbolehkan aku untuk bersantai seharian saja." kata Reyna dengan lemas dan merasa malas melayani orang seperti kedua lelaki yang ingin menculiknya.
Setiap kali Reyna ingin bersantai dan bersenang-senang keluar pasti ada orang yang mengincar dan mengganggunya. Reyna merasa langit tidak berpihak padanya dan selalu ada yang ingin mengganggunya.
"Aku memberikan kalian kesempatan jika kalian berdua tidak mau memberitahu siapa yang menyuruh kalian maka kalian berdua akan tau akibatnya. Aku sekarang sudah kelaparan dan ingin makan siang dengan tenang tapi kalian malah ingin mencari masalah denganku." ancam Reyna merasa tidak ingin lama-lama berbasa-basi karena memang dirinya sudah merasa sangat kelaparan.
"Apa yang kalian lakukan?" terdengar suara lelaki di belakang.
"Siapa lagi itu?" tanya Reyna dengan bingung.
"Kalian berdua hanya membawa seorang gadis saja tidak bisa. Bagaimana kalian bisa mendapatkan uang jika tidka bisa membawa seorang gadis?" kata lelaki yang agak tinggi menatap ke dua orang yang menyuruh menculik Reyna.
"Sepertinya kalian punya banyak orang? Apa kalian ke sini ingin berpacaran dengan sesama lelaki?" tanya Reyna melihat ada seorang lelaki yang lain datang dengan beberapa temannya.
"Siapa yang bilang kita berpacaran?" tanya lelaki itu merasa Reyna telah membuatnya marah.
"Bukankah benar? Kalian semua lelaki datang ke taman hiburan tapi semuanya lelaki yang datang. Apa mungkin kalian ingin berpacaran dengan sesama lelaki atau mungkin kalian semua adalah gay?" tanya Reyna dengan polos.
Perkataan Reyna membuat semua lelaki di sana amarahnya meluap mengatakan mereka adalah seorang gay.
"Apa yang barusan kau bilang??!!" teriak lelaki itu dengan marah.
__ADS_1
"Dari pada kita banyak bicara yang tidak perlu mendingan kita cepat tangkap gadis ini dan membawa ke orang itu." kata lelaki lain.
"Tapi bagaimana jika temannya mencarinya?"
"Kenapa kita harus memikirkan hal sepele itu. Kita tangkap gadis itu dan tinggal memakai Hp nya untuk menghubungi temannya." kata ide temannya.
"Ide mu sangat bagus. Kita langsung saja tangkap dan membuatnya pingsan, setelah itu kita membawanya sama orang itu." kata lelaki yang lain setuju dengan ide temannya.
Reyna hanya diam mendengarkan apa yang ingin mereka lakukan padanya. Reyna menghela nafasnya dengan pelan karena mereka semua hanya ada bicara saja dan tidak melakukan tindakan untuk menculiknya.
"Jika kalian hanya ingin bicara hal yang penting maka aku akan pergi sekarang. Aku tidak akan bilang sama siapapun tentang apa yang kalian semua bicarakan." kata Reyna dengan santai melihat semua lelaki yang ingin menculiknya hanya bicara doang.
"Baiklah. Anda bisa pergi nona. Biar kami bicarakan tentang hal ini baru kita bicarakan lagi." kata lelaki yang berbaju biru.
Reyna : "......"
'Apa orang ini bodoh? Atau semua lelaki di sini orang bodoh dan tidak bisa memakai otak mereka?' batin Reyna menatap semua lelaki di depannya bodoh.
"Apa yang kau bicarakan sialan! Kita ingin menculiknya dan mengantarkan ke bos tapi kau malah mengizinkannya pergi!!" teriak salah satu lelaki yang paling tinggi dan gagah memukul temannya.
"Kenapa kalian semua jadi komedian atau pelawak saja? Aku rasa pekerjaan itu sangat cocok untuk kalian semua dari pada jadi seorang penculik." kata Reyna dengan santai melihat semua lelaki di depannya seperti ingin melakukan komedian yang asik bagi mereka.
"Apa yang kalian bicarakan dari tadi?!! Cepat tangkap gadis itu." teriak lelaki itu menyuruh semua temannya untuk menangkap Reyna.
Tanpa bicara mereka semua mulai mendekati Reyna dan ingin menangkapnya dan membawa ke bos mereka.
Reyna melihat mereka mendekatinya hanya santai saja. Seorang lelaki yang sudah menangkap tangan Reyna dengan cepat.
"Ketangkap kau. Aku ingin kau bersikap......." kata lelaki yang sudah menangkap tangan Reyna tapi sebelum dia bicara selesai mukanya sudah kena tinju sama Reyna.
Bugh....
"Jangan coba menyentuh aku dengan tangan kotor kalian." kata Reyna dengan datar sambil mengelap tangannya yang sudah di pengang lelaki itu.
__ADS_1
"Kau...."
Lelaki tiu tidak terima temannya kena pukul jadi dia juga mulai pukul Reyna. Reyna melihat ada yang ingin memukulnya langsung menghindar dan memukul perut lelaki itu dengan siku tangannya.
Bugh....
"AKH......" lelaki itu kesakitan karena Reyna memukul perutnya dengan kuat.
Reyna tidak berhenti karena lelaki itu sudah mulai ingin berantem jadi Reyna langsung saja mulai memukul mereka duluan sampai mereka tidak bisa memukulnya.
Bugh....
Brak....
Bugh....
Brak....
Reyna tidak memberikan mereka kesempatan untuk menyerang. Reyna melawan mereka dengan kuat tanpa berhenti.
15 menit kemudian Reyna langsung saja mengambil minuman bantal yang barusan dibelinya dengan santai. Semua lelaki disana tertunduk dilantai, ada yang pingsan, ada yang menahan kesakitan.
Lelaki itu terdiam dan mengeluarkan keringat dingin melihat temannya semua terjatuh semua dan melihat Reyna hanya santai saja meminum seperti tidak terjadi apa-apa.
'Apa apaan ini? Bukankah informasi yang diterima hanya seorang gadis kuliahan? Kenapa gadis ini bisa bertarung? Bahkan semua teman aku pada kalah semua. Seorang gadis bisa mengalahkan 8 orang sendirian. Apa aku bermimpi?' batin lelaki itu terkejut melihat semua temannya tidak berdaya semua.
"Bagaimana denganmu? Apa kau juga ingin melawan aku?" tanya Reyna melihat pemimpin mereka diam saja.
Lelaki itu tidak menjawab malah hanya diam melihat temannya tidak berdaya sama sekali.
"Kalian jika ingin menculik aku maka kalian harus mengetahui dulu informasi tentang aku sebelum menculik aku. Jika kalian semua hanya di bilang ingin menculik seorang gadis tanpa informasi nya maka kalian semua bukankah seorang dianggap sebagai penculik." kata Reyna.
"Aku rasa kalian sama sekali bukan penculik karena kalian bukanlah penculik karena pelajaran dasar tentang penculik saja tidak tau, apa lagi aku rasa jika kalian ingin menculik barang saja tidak akan berhasil juga." sambung Reyna.
__ADS_1
"Aku rasa kalian sangat cocok jadi pelawak bukan jadi penculik." kata Reyna dengan santai.
Lelaki itu mati kutu dengan perkataan Reyna karena apa yang dikatakan Reyna adalah kebenaran. Mereka memang tidak menanyakan informasi tentang Reyna dan berpikir bahwa misi yang mereka berikan sangat gampang. Ternyata gagal bahkan habis kena babak belur sama Reyna.