Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 76 - KENAPA PAKAI MASKER?


__ADS_3

“Kau kenapa Yuna?” tanya Reyna melihat Yuna yang sedang gemetar.


“Bukankah kau tadi bilang kalau ada yang tau tentang hubungan kita kau akan menjahit mulutnya? Dia mendengar semua pembicaraan kita.” tanya Ren senyum kearah Reyna.


Reyna terdiam mendengar kata Ren dan melihat ke Yuna yang sedang gemetar karena mendengar semua pembicaraannya dengan Ren.


“Apa kau mendengar semuanya Yuna?” tanya Reyna.


“Tentu saja. Dia dari tadi ada disini semenjak aku masuk ke ruangan ini.” kata Ren dengan santai.


“A-aku ti-tidak mendengar semua pembicaraan kalian. Ak-aku pa-pasti tidak akan memberitahukan hubungan kalian pada siapapun. Aku bersumpah.” jawab Yuna dengan terbata-bata dan ketakutan.


“Kenapa kau berkata seperti ketakutan begitu?” tanya Reyna.


“Dia ketakutan karena perkataan kau Rey.” jawab Ren dengan datar.


“Ah! Maaf, maksud aku bukan begitu Yuna.” kata Reyna yang merasa bersalah karena Yuna ketakutan karena perkataanya.


“Maksud aku kalau orang lain yang tau tentang hubungan aku dengan Rey. Kalau kau bukan orang lain lagi.” sambung Reyna.


Yuna masih ketakutan dan gemetar membaut Reyna mendekatinya dan memegang tangannya dengan lembut.


“Tenang saja aku tidak akan menyakitimu. Nanti aku akan memberitahukan semuanya nanti ok.” tanya Reyna dengan lembut.


“I-iya.” jawab Yuna dengan agak gemetar.


Reyna langsung memeluk Yuna dengan lembut supaya tidak ketakutan dengannya. Setelah beberapa menit Reyna memeluk Yuna, Yuna akhirnya tenang, Reyna langsung melepaskan pelukannya.


“Apa sudah tenang?” tanya Reyna dengan lembut.


Yuna hanya menggangguk kepalanya dengan pelan.


“Ren, kau balik lah ke panggung. Mau sampai kapan kau disini? Nanti ada orang yang melihat.” kata Reyna melihat Ren hanya diam saja.


“Kenapa aku harus balik? Aku kan khawatir denganmu.” kata Ren yang masih ingin dengan Reyna.


“Kau lihat aku baik-baik saja kan. Mendingan kau balik saja dari pada nanti akan merepotkan jika ada yang melihat kau ada disini.” kata Reyna.


“Jika aku tidak mau bagaimana?” tanya Ren dengan senyum.


“Maka kau akan tau akibatnya.” jawab Reyna dengan dingin.


“Apa kau tidak bisa bersikap baik sedikit dengan aku?” tanya Ren.


“Aku hanya tidak ingin mendapatkan masalah jika ada yang melihat kau disini.” kata Reyna


“Apa kau pikir aku akan diam saja ketika apa yang mereka buat padamu?” tanya Ren dengan dingin.


“Biarkan saja mereka. Nanti aku yang akan membalasnya. Kau jangan ikut campur urusan aku Ren.” kata Reyna.

__ADS_1


“Bagaimana aku tidak bisa ikut campur apa yang mereka lakukan padamu. Aku juga masih ada urusan denganmu.” kata Ren dengan dingin.


“Urusan apa?” tanya Reyna dengan bingung.


“Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau itu mendapatkan pemeran sebagai putri?” tanya Ren yang sudah menjadi marah.


“Itu salahmu sendiri kenapa tidak melihat buku drama kita.” jawab Reyna dengan cuek.


“Jangan bilang pada aku kalau kau suka dengannya Rey.” tanya Ren yang sudah menatap Reyna dengan tajam.


“Kenapa aku harus suka pada orang sepertinya?” tanya Reyna dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Kalau begitu kenapa kau mau menjadi peran putri? Bukankah itu membuka fakta kalau kau ada perasaan padanya?” tanya Ren dengan tajam.


“Kau jangan asal bicara Ren. Bukankah pas latihan kau juga tau kalau aku berperan sebagai Putri?” tanya Reyna.


“Bukankah kau hanya menggantikan peran karena orangnya tidak masuk?” tanya Ren.


“Siapa yang bilang begitu padamu?” tanya Reyna.


“Kai.” jawab Ren.


“Berarti dia membohongimu. Kenapa aku harus menggantikan peran sebagai putri? Aku saja tidak sudi kalau menjadi latihan pengganti peran Putri.” jawab Reyna dengan santai.


“APA!!” teriak Ren dengan terkejut.


“Sialan kau Kai! Beraninya dia membohongi aku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu.” kata Ren yang sudah tatapan seram karena sudah dibohongi Kai.


“Sudah. Mendingan kita kembali sekarang. Nanti ada orang yang curiga.” kata Reyna pada Ren.


“Tapi Reyna, apa kau tidak pulang saja?” tanya Yuna.


“Kenapa aku harus pulang?” tanya Reyna.


“Kau pulang mandi saja Reyna. Bukankah kau tadi kena basah kena air?” tanya Yuna.


Ren mendengar kata Yuna langsung menatap Reyna dengan teliti.


“Aku sudah ganti baju Yuna, jadi tidak masalah.” jawab Reyna.


“Tapi, kau memengang tangan aku tadi, tanganmu terasa dingin.” kata Yuna.


Ren langsung memengang tangan Reyna dan ternyata benar tangan Reyna terasa sangat dingin.


“Rey, mendingan kau pulang mandi air panas saja. Nanti kau bisa masuk angin.” kata Ren.


“Aku tidak apa-apa Ren. Kalau hanya begini saja aku tidak akan kena masuk angin.” kata Reyna dengan pasti.


“Tidak! Kau pulang sekarang juga. Dan kau Yuna temani Reyna pulang.” perintah Ren dengan tegas.

__ADS_1


“Baiklah.” jawab Yuna.


“Aku tidak apa. Kenapa kalian begitu egois sih!” kata Reyna dengan kesal.


“Ini untuk kebaikkan mu Rey. Dari pada kau nanti sakit malah akan merepotkan.” kata Ren.


“Kenapa merepotkan?” tanya Reyna dengan bingung.


“Karena aku harus menjagamu sampai kau sembuh?” jawab Ren dengan senyum.


“Bilang saja kalau jika aku sakit, kau ingin menginap di apartemenku Ren.” kata Reyna dengan santai.


“Hehe… Kau tau saja…” kata Ren dengan senyum tipis.


“Tentu saja tidak boleh! Jangan kau pikir aku tidak tau apa yang kau pikirkan Ren.” jawab Reyna dengan tegas.


“Rey, kau sangat dingin.” kata Ren.


“Kembali bekerja sekarang Ren. Kau sudah sangat lama disini. Aku tidak mau orang curiga.” kata Reyna.


“Ok, aku kembali. Tapi kau harus pulang sekarang juga dan mandi. Jika kau memaksa ingin membantu maka aku akan paksa kau pulang bersama denganku.” kata Ren dengan tegas.


“Tapi….”


“Tidak ada tapi-tapian. Atau kau ingin aku gendong kau pulang bersama sekarang juga.” ancam Ren.


"Baiklah, aku pulang." kata Reyna dengan pasrah karena tidak ingin ada yang melihat Ren menggendongnya.


"Bagus. Jika terjadi sesuatu kabari aku ya." kata Ren sambil menggelus kepala Reyna dengan lembut.


"Ya. Kau pergi sekarang. Nanti mereka mencarimu." kata Reyna.


"Tidak masalah. Apa pula masalah mereka jika aku tidak datang. Itu salah mereka sendiri karena lambat membersihkannya." kata Ren dengan santai.


"Terserah kau saja." jawab Reyna.


"Ingat pulang langsung mandi." kata Ren dengan tegas.


"Ya. Aku mengerti ketua." jawab Reyna.


"Ayo Yuna, kita pulang sekarang." kata Reyna langsung memakai masker dan mengambil barangnya.


"Kenapa pakai masker?" tanya Ren.


"Apa kau ingin semua orang tergoda denganku?" tanya Reyna dengan senyum membuka maskernya.


"Tentu saja tidak boleh!" kata Ren dengan cepat dan tajam.


"Jika tidak mau, biarkan aku pakai masker." kata Reyna dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2