Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 205 - DI JUAL


__ADS_3

Siang hari sudah tiba. Harry sedang mengerjakan beberapa dokumen, setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tuanya bersama Kak Calvin dan Reyna.


Sedangkan Calvin sudah berada di lobby perusahaan Heaven sedang menunggu Harry dan Reyna. Calvin minta izin bekerja setengah hari dan sudah bicara dengan HRD di perusahaan Ryuujin.


10 menit kemudian Harry selesai bekerja dan langsung membersihkan mejanya dan langsung ke lobi menemui Calvin.


"Kak Calvin, apa kakak menunggu lama?" tanya Harry melihat kakak nya duduk di sofa sambil minum kopi.


"Tidak begitu lama. Dimana Reyna?" tanya Calvin.


"Kak Reyna sebentar lagi akan datang, dia sedang meminta tanda tangan Pak Satya setelah itu baru boleh pulang." kata Harry.


"Baiklah."


"Kak, menurut kakak apakah papa dan mama meninggalkan kakek di bandara?" tanya Harry ke Calvin.


"Kakak tidak tahu. Tapi dilihat dari reaksi kakek kemarin, pasti Papa dan Mama memang sengaja meninggalkan kakek di bandara. Buktinya tiket pesawat penerbangan kakek dibeli seminggu yang lalu bukan penerbangan yang sama dengan bapak dan Mama." kata Calvin.


"Kenapa Papa dan Mama melakukan itu pada Kakek, Kak? Apakah terjadi sesuatu dengan mereka?" tanya Harry.


Calvin hanya menggelengkan kepalanya. Calvin merasa kalau orang tuanya memang meninggalkan kakeknya di bandara.


Karena sama seperti waktu dia sedang bekerja di luar kota karena hal penting, akhirnya menitipkan Rayna dan anak-anaknya di rumah orang tuanya karena Rayna sedang demam.


tapi malah orang tuanya yang meninggalkan Rayna sendirian di rumah dan mereka pergi berlibur tanpa memberitahu pada Rayna.


Semua pelayan waktu itu sedang pulang kampung jadi tidak ada orang di rumah. Untung saja Bibi hanya pulang 2 hari saja setelah itu balik dan membantu Rayna menjaga Richie dan Rachel.


Waktu itu pas Harry dan Clara sedang camping di sekolah karena acara peringatan sekolah menyuruh semua murid untuk menginap di sekolah. Jadi Harry dan Clara tidak tahu tentang ini.


"Apa kalian menunggu lama?" tanya Reyna mendekati Harry dan Calvin.


"Tidak juga kak. Apa kita pergi sekarang?" tanya Harry.


"Sebelum itu kita cari makan dulu ya. Aku belum makan siang." kata Reyna.


"Bukankah Rayna sudah membawakan mu bekal?" tanya Calvin.


"Ada sih, tapi tidak cukup. Aku hari ini sangat sibuk sampai menguras energi aku menjadi merah, jadi harus di isi lagi." kata Reyna memegang perutnya yang lapar.

__ADS_1


Calvin dan Harry saling pandang dan terdiam mendengar perkataan Reyna. Apalagi Calvin, seingatnya Rayna telah memberikan Reyna makan dua porsi jumbo untuk makan siangnya, tapi ternyata Reyna masih belum kenyang.


"Kenapa kalian diam saja? Ayo berangkat." kata Reyna melihat Harry dan Calvin diam saja.


Calvin dan Harry langsung berdiri dan pergi dengan Reyna mencari makan. Setelah itu baru ke rumah orang tuanya.


30 menit Reyna makan siang, Harry dan Calvin hanya pesan minum dan buah saja karena mereka sudah makan siang.


"Har, apa jalannya di sini benar?" tanya Reyna.


"Iya kak. Lurus terus setelah itu baru belok kiri." kata Harry.


Reyna hanya menuruti perkataan Harry dan melajukan mobilnya. Setelah belok kiri, Reyna langsung melihat ada rumah besar di depannya.


"Apakah itu rumah kalian?" tanya Reyna.


"Iya kak. Kita langsung masuk saja ke dalam." kata Harry.


Tapi sampai depan gerbang, tidak ada satpam yang membuka pintunya. Akhirnya Harry dan Calvin keluar dari mobil dan membuka gerbang pintunya.


"Kenapa tidak ada orang? Apa mereka sedang keluar ya?" tanya Calvin tidak melihat siapapun.


Reyna parkir mobilnya di samping dan keluar dari mobil mendekati Harry dan Calvin.


"Bagaimana? Apakah ada yang menjawab?" tanya Reyna.


"Tidak ada yang buka pintu." kata Harry.


"Apa kau tidak punya kunci rumah mu?" tanya Reyna.


"Ada kak. Tapi karena biasanya aku hanya terbiasa menekan bel, karena Papa dan Mama yang suruh." kata Harry.


Harry langsung mengambil kunci rumah dan membuka pintu, sedangkan Reyna menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Harry pulang ke rumah harus menekan bel padahal rumahnya sendiri.


"Aneh. Kenapa tidak bisa di buka ya?" tanya Harry mencoba membuka pintunya.


"Kenapa Har?" tanya Calvin.


"Pintunya tidak mau terbuka kak." kata Calvin.

__ADS_1


"Sini, biar aku coba." kata Calvin langsung membuka pintunya.


"Apa kau salah mengambil kunci rumahmu?" tanya Reyna.


"Tidak mungkin salah kak. 1 Minggu lalu aku saja pulang pakai kunci ini kok." kata Harry.


"Tidak bisa di buka." kata Calvin mencobanya berkali-kali.


Reyna langsung saja berjalan ke samping kiri kaca melihat di dalam rumah itu. Reyna mendekat ke kaca langsung melihat ada kertas besar di kaca tersebut.


"Kalian berdua, ke sinilah." teriak Reyna memanggil Harry dan Calvin.


"Ada apa?" Calvin dan Harry langsung mendekati Reyna.


"Kalian baca itu." kata Reyna menunjuk ke arah kaca yang sudah tertempel kertas.


Harry dan Calvin membaca kertas yang tertempel di kaca itu, beberapa detik kemudian mereka terkejut apa yang di tulis di kertas tersebut.


"I-ini tidak mungkin kan..." kata Harry dengan lemas dan terkejut setelah membacanya.


Calvin menggenggam tangannya sampai memutih menahan emosinya setelah membaca kertas yang tertempel di kaca itu, bahwa rumahnya sudah di jual serta isi dalamnya juga.


"Apa yang mereka pikirkan???!!! Bisa-bisanya mereka kabur mengambil semua harta dan uangnya ke luar negeri bahkan meninggalkan keluarganya???!!" teriak Calvin dengan marah.


"Kak, bagaimana ini kak? Jika papa dan mama memang menjual semua isi rumah kita, bagaimana dengan kita? Apalagi Clara masih sekolah kak. Apa lagi papa dan mama tidak menjawab panggilan kita." kata Harry dengan lemas.


Harry tidak menyangka kalau orang tua nya Setega ini pada mereka, apalagi masih ada anak mereka yang masih sekolah.


"Bagaimana kalau kita cari siapa yang membeli rumah ini? Mana tau kita bisa menghubungi mereka dan menanyakan kepada orang tua kalian?" tanya Reyna.


"Bagaimana caranya? Kita bahkan tidak tahu siapa yang membeli rumah ini." kata Calvin masih menahan amarahnya.


"Kalian serahkan saja padaku. Aku akan mengurus semuanya. Sekarang kita pulang ke apartemen Harry menjemput Rachel, Richie dan Clara." kata Reyna.


"Bagaimana cara kau mencari tahu siapa yang membeli Rumah ini?" tanya Calvin dengan bingung.


"Kau hanya tinggal menunggu saja. Aku pasti akan menemukannya dengan mudah." kata Reyna.


Calvin dan Harry saling pandang akhirnya hanya bisa percaya pada Reyna. Akhirnya mereka bertiga pergi ke apartemen Harry menjemput Clara dan anak-anak.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2