
"Kak Cal, apa kakak baik-baik saja?" tanya Rayna melihat keadaan Calvin.
"Tidak apa. Apa kau baik-baik saja? Kau tidak di lakukan apa-apa sama bajingan itu kan?" tanya Calvin langsung berdiri memeriksa tubuh Rayna.
"Aku tidak apa kak." kata Rayna dengan senyum.
"Syukurlah. Aku sangat cemas dengan mu Ray. Untung kau baik-baik saja." kata Calvin memeluk Rayna dengan lembut dan mencium dahi Rayna.
Rayna membalas pelukan Calvin karena senang Calvin mengkhawatirkan dan juga menolongnya. Setelah beberapa menit mereka berpelukan, Rayna langsung melepaskan pelukannya dan melihat ke orang bertopeng.
"Apa dia mati?" tanya Rayna.
"Tidak. Masih hidup Rayna. Dia cuma hanya pingsan." kata Reyna.
"Sepertinya dia ingin mati membuat mu sebagai sanderanya." kata Ren.
"Dia meremehkan aku." kata Reyna dengan santai.
"Bawa dia." kata Ren ke pengawalnya.
"Baik Tuan muda." kata Pengawal langsung tersadar dan membawa orang bertopeng itu ke luar.
"Ayo Rey, kita keluar sekarang ya. Hari sudah mulai sore menjelang malam." kata Ren merangkul tangannya di badan Reyna.
"Ya. Aku jadi teringat dengan anak-anak. Rachel pasti mengkhawatirkan kita." kata Reyna.
"Ah iya... Bagaimana dengan keadaan Rachel dan Richie? Aku sangat khawatir dengan mereka karena aku di culik dan tidak bisa menjemput mereka di sekolah." kata Rayna dengan cemas.
"Mereka tidak apa Rayna. Rachel dan Richie sekarang ada di apartemen Harry. Aku bilang sama Harry kalau aku dan kau sedang pergi keluar karena urusan penting." kata Reyna.
"Aku jadi merasa bersalah dan berbohong dengan anak-anak. Padahal aku sudah janji sama mereka untuk menjemput mereka berdua." kata Rayna.
"Jangan bersedih Rayna. Aku juga tidak ingin berbohong dan bilang dengan jujur pada anak-anak. Aku takutnya mereka pasti akan cemas dan semakin sedih jika tau kau di culik." kata Reyna dengan pelan sudah mau hampir menangis. Calvin langsung menenangkan Rayna.
"Nanti aku akan bicara dengan Rachel dan Richie ya. Kau jangan menangis. Bukankah kau sebagai seorang ibu tidak boleh memperlihatkan kesedihan mu pada anak-anak? Nanti mereka pasti akan sedih dan menangis melihat mu." kata Reyna menghapus air mata Rayna yang sudah turun.
"Hm....." Rayna mengangguk menghapus air matanya.
"Ayo kita pulang." kata Reyna bergandeng tangan dengan Rayna.
Reyna dan yang lain langsung keluar dari ruangan kecil itu. Baru saja turun ke lantai 4, mereka melihat pengawal orang bertopeng itu melihat Reyna dan yang lain.
"Kalian! Apa yang kalian lakukan pada Bos aku?" tanya Pengawal orang bertopeng itu dengan marah.
"Tidak ada. Bos kau itu tiba-tiba ke gagang pintu dan langsung pingsan." kata Reyna dengan santai. Sedangkan Rayna berlindung di belakang Reyna karena takut dengan Pengawal orang bertopeng.
__ADS_1
"Jangan berbohong kau. Kalian pasti para Lelaki yang memukulnya sampai seperti itu kan?" tanya Pengawal orang bertopeng.
Ren dan Calvin saling pandang dan langsung tersenyum. Pengawal orang bertopeng itu tidak tau kalau yang membasmi Bosnya adalah Reyna bukan mereka berdua.
Pengawal itu langsung melempar pisau kecil kearah Reyna dan yang lain, mereka langsung menghindar. Pengawal itu langsung memiliki kesempatan dan langsung menarik Reyna sebagai sanderanya.
Reyna : "......"
Ren : "......"
Calvin : "......"
Mereka berdua terdiam kecuali Rayna karena terkejut melihat Reyna di jadikan sandera lagi.
"Apa orang di sini semua pada bodoh atau tidak punya otak?" tanya Ren ke Calvin.
"Entah lah." jawab Calvin.
"Kenapa kalian semua pada diam? Biar aku bunuh saja gadis ini karena kalian telah memukul Bos aku." kata Pengawal orang bertopeng.
"Apa kalian berpikir kalau wanita itu hanya bisa di jadikan sandera?" tanya Reyna.
"Apa maksudmu?"
"Apa kau berpikir wanita itu lemah?" tanya Reyna ke Pengawal orang bertopeng.
"Apa kau memukulnya?" tanya Reyna.
"Hampir. Bahkan aku mau memukul wajahnya yang cantik itu yang sama seperti mu." kata Pengawal orang bertopeng.
"Begitu ya." kata Reyna selesai bicara langsung memukul perut Pengawal orang bertopeng itu dengan sikunya dan setelah lepas langsung memukul pengawal orang bertopeng dengan bertubi-tubi.
Buk...
Buk...
Buk...
Pengawal itu kesakitan karena Reyna memukulnya. Reyna dengan terakhir menendang kepala Pengawal itu dengan kuat sampai terseret agak jauh.
Brak...
"Akh...." Pengawal itu kesakitan di seluruh tubuhnya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Reyna mendekati pengawal itu.
__ADS_1
"Kau.. Aku tidak menyangka kalau gadis seperti mu bisa bela diri." kata Pengawal langsung berdiri dengan rasa kesakitan di perut dan mukanya.
"Tidak semua wanita itu lemah." kata Reyna dengan datar.
Pengawal itu ingin melawan Reyna, tapi Reyna menghindari semua pukulannya. Pengawal itu yang tidak mau kalah, tanpa sengaja memegang dada Reyna membuat Reyna terkejut.
Reyna dengan cepat Reyna pukul muka pengawal itu dengan kuat sampai terdorong beberapa meter ke belakang.
"Apa yang barusan kau pegang sialan??!!!" teriak Reyna memukul Pengawal itu dengan kuat sampai terdorong beberapa meter.
"Apa? Ada apa Rey?" tanya Ren mendengar Reyna berteriak langsung mendekati nya.
"Apa yang dilakukan oleh sialan itu padamu?" tanya Ren dengan cemas.
"Dada mu sangat lembut nona." kata Pengawal itu kesakitan di mukanya.
Ren yang mendengar perkataan pengawal itu langsung mengerti kenapa Reyna marah dan berteriak langsung menatap tajam lelaki itu dengan tatapan membunuh.
"Kau baj*ngan sialan! Beraninya kau menyentuhnya!!" teriak Ren langsung mengamuk dan dengan brutal memukul Pengawal itu dengan kuat dan tanpa ampun.
Buk..
Buk...
Ren tidak berhenti memukulnya, walaupun pengawal itu jugalah melawan tapi Ren lebih unggul dan kuat darinya.
Pengawal itu sudah pingsan dan memar di tubuhnya, tapi Ren masih memukulnya karena masih tidak puas karena telah menyentuh Reyna.
"Apa kau tidak apa Rey? Di mana dia menyentuh mu? Biar aku lihat." kata Ren.
"Apa yang mau kau lihat?" tanya Reyna dengan bingung.
"Tentu saja mengeceknya." kata Ren yang tangannya sudah ingin bermain-main.
Reyna langsung mengerti apa yang ingin Ren cek, langsung mukanya merah dan menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Jangan berani kau pegang." kata Reyna dengan menatap tajam Ren.
"Aku kan hanya mengecek, bukan menyentuh nya." kata Ren dengan senyum jahil dan jarinya sudah bergerak-gerak ingin bermain.
Buk..
"Diam kau singa mesum! Jangan coba-coba berani menyentuhnya jika kau tidak ingin aku potong jari-jari kau itu!" teriak Reyna memukul wajah Ren dengan kuat sampai Ren kesakitan.
Sedangkan Rayna masih berlindung di belakang Calvin, takut pengawal itu menyentuh atau memukulnya, walaupun pengawal itu sudah pingsan di buat babak belur oleh Ren dan Reyna.
__ADS_1
T.B.C