Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 292 – KELAKUKAN TEMAN SARA


__ADS_3

“Apa yang mau di lakukannya?” gumam Reyna.


“Sepertinya dia ingin menjadikan orang itu menjadi pelampiasan kemarahannya.” kata Miyuki.


“Pelampiasan? Apa maksudmu?” tanya Reyna.


“Sara sekali marah suka melampiaskan kemarahannya ke orang lain. Sara tidak perduli orang itu berbuat buruk atau tidak padanya. Yang penting jika ada seseorang yang bisa melampiaskan kemarahannya dia tidak perduli dengan orang itu.” jelas Miyuki.


“Sepertinya dia ingin mendapatkan kemarahan musuhnya. Apa dia tidak perduli jika keluarganya akan membalas perbuatannya?” kata Reyna dengan dingin.


“Dia sama sekali tidak perduli. Sepertinya kebencianmu pada Sara sangat besar.” kata Miyuki dapat melihat Reyna sedang marah dari matanya.


“Kita lihat saja apa yang ingin di lakukannya.” kata Reyna dengan santai.


Miyuki tidak tahu kenapa Reyna begitu benci sama Sara walalupun Reyna sudah menceritakannya tapi Miyuki merasa kalau ada yang aneh dengan Reyna.


***


“Hay, teman-teman. Aku ada teman yang ingin mendapatkan perkerjaan di sini. Dia tidak punya uang untuk makan keluarganya. Jadi aku ingin kalian membantunya. Kalian boleh memerintahkan apapun padanya. Meminta minum, bawa barang kalian ataupun kasih kalian service juga boleh. Hehehe…” Sara bicara dengan sangat santai.


Rayna terkejut mendengar perkataan Sara. Apa yang di bilang padanya kepada semua orang sangat berbeda. Ternyata Rayna benar kalau dia tidak usah ikut ke sini karena Sara pasti akan melakukan hal buruk baginya yaitu menjadi pelayan.


Ren, Reyna, dan Andrew mendengar perkataan Sara langsung saja terkejut.


Reyna menatap tajam dan membunuh pada Sara karena memperlakukan saudaranya menjadi pelayan. Miyuki merasakan aura hitam di tubuh Reyna langsung saja terkejut dan merinding.


“Apa perlu aku bantu?” tanya Miyuki.


“Tidak untuk sekarang. Aku ingin melihat apa yang ingin di lakukannya.” jawab Reyna dengan dingin tapi aura hitamnya sama sekali tidak memudar.


“Pergi sana. Layani mereka semua.” kata Sara.


“Ap-Apa?? Kau mengatkan hal yang sangat berbeda dengan apa yang kau bilang ke aku.” kata Rayna dengan terkejut.


“Memangnya kenapa? Kau sudah mempermalukan aku waktu itu, jadi aku ingin ada balasan 10x lipat dari biasanya.” kata Sara dengan senyum licik.


Sara dengan cepat menarik Rayna ke temannya untuk menjadi pelayan semua tamu. Tapi Rayna memberontak dengan keras dan ingin pulang, tapi sayangnya teman Sara langsung saja menarik rambut Rayna dengan kasar bahkan jika Rayna memukulnya temannya membalas dengan menampar muka Rayna.

__ADS_1


Rayna yang merasakan kesakitan di muka dan rambutnya langsung saja menangis. Para tamu di sana semua ada yang tersenyum dan juga yang kasihan pada Rayna.


“Bagaimana kalau kau bermain denganku saja. Hm? Aku pastikan memberikan nilai yang fantastis.” kata seorang Pria yang tampan ke Rayna.


“Silakan saja. Aku rasa dia akan sangat senang.” kata teman Sara dengan senyum puas.


Sara yang mendengarnya pun juga ikut puas. Sara merasa sangat senang membawa Rayna ke acara Reuninya.


Lelaki yang ingin bermain dengan Rayna langsung saja memengang tangan Rayna dengan mesum. Lelaki itu melihat tubuh Rayna dari atas sampai bawah langsung mengetahui kalau Rayna Wanita cantik.


“Jangan pegang aku!!!” teriak Rayna ada lelaki yang memegang tangannya langsung saja ketakutan.


“Kenapa kau harus takut? Bukankah kau ingin mendapatkan uang untuk keluargamu?” tanya Teman Sara dengan senyum licik.


“Tidak! Jangan pegang aku! Pergi! Pergi!” teriak Rayna dengan hiteris. Trauma Rayna tiba-tiba keluar karena pria itu memegang tangannya.


“Hei.. Hei… Ap aini? Apa kau berpura-pura meminta tolong? Syang sekali tidak ada yang ingin menolongmu.” kata pria itu dengan senyum.


Pria itu ingin memegang tangan Rayna lagi tapi langsung berhenti setelah mendengar suara lantang.


“Jangan coba kau memegang tangannya dengan tangan virus kau itu!”


“Siapa kau?” tanya Pria itu dengan dingin.


“Siapa aku memangnya ada urusannya denganmu?” tanya Reyna dengan dingin.


“Siapa kau? Kenapa kau malah membelanya? Apa kau tidak tahu siapa dia?” tanya Teman Sara.


“Apa aku bertanya padamu semut?” tanya Reyna dengan dingin.


“Ap-Apa yang barusan kau bilang?” tanya Teman Sara menatap tajam Reyna.


“Kenapa dia bisa ada di sini?” tanya Sara dengan terkejut melihat Reyna ada di acara reuninya.


Reyna tidak memperdulikannya karena mata Reyna melihat ke Rayna yang sedang berjongkok di lantai sampai menutup telinga dengan kedua tangannya. Reyna langsung mendekati Rayna dan berjongkok biar sejajar dengan Rayna.


“Ray..”

__ADS_1


Rayna tidak mendengar suara Reyna karena Reyna bicara dengan pelan. Rayna tidak ingin mendengarkan apapun, tidak ingin bergerak karena sangat takut dengan tatapan lelaki itu.


“Ray…” Reyna bilang lagi dengan pelan dan lembut. Rayna mendengar ada yang memanggil Namanya langsung membuka matanya dan melihat orang di depannya.


“Rey…” gumam Rayna melihat Reyna ada di depannya.


“Siapa yang kau bilang semut, Hah!!” Teman Sara langsung marah pada Reyna. TEman Sara menarik Reyna dengan kasar dan mendorongnya dengan kasar.


“Sepertinya kau tidak punya telinga. Apa telinga kau bermasalah? Kalau begitu kau cepat ke rumah sakit memeriksa.” kata Reyna dengan terkejut.


“Siapa yang bilang telingaku bermasalah? Sepertinya kau perlu di ajarkan sopan santun.” kata Teman Sara ingin menarik rambut Reyna.


Reyna melihat Teman Sara ingin menarik rambuitnya dengan cepat menghindar. Reyna dengan cepat menarik rambut Teman Sara.


“Kenapa? Hm? Apa kau sudah tidak bisa melawan?” tanya Reyna dengan senyum menyeramkan.


“Kau…. Lepaskan….” Teman Sara merasakan kesakitan dan ingin memberontak.


“Jangan terlalu memberontak kalau kau tidak mau rambutmu tidak ada lagi.” kata Reyna dengan dingin semakin menarik rambutnya lebih kuat.


“Akh… Sakit…. Tolong….” Teman Sara merasakan kesakitan.


“Tolong? Kenapa kau malah meminta tolong sedangkan kau barusan menarik rambutnya dengan kuat. Dia memohon padamu tapi kau malah menarik rambutnya dengan kuat. Sekarang tidak ada orang yang menolongmu.” kata Reyna dengan dingin.


“Hiks.. Ampun… Maafkan aku…” Teman Sara meminta ampun pada Reyna.


Reyna melepaskan tangannya dan langsung menampar kedua pipi Teman Sara dengan kuat sampai hidungnya keluar darah.


“Akh… Hiks…” Teman Sara merasakan kesakitan dan menangis.


“Kenapa kau malah menangis sedangkan orang yang kau buat nangis saja tidak kau perdulikan sedikitpun.” kata Reyna dengan dingin.


“Hiks… hiks… Maafkan aku… Aku tidak akan melakukannya lagi…” Teman Sara akhirnya menangis dan meminta maaf pada Reyna.


“Pergi sebelum aku melakukan yang lebih parah dari ini.” kata Reyna dengan dingin dan tajam menyuruhnya pergi sekarang juga.


Teman Sara akhirnya pasrah dan berdiri. Teman Sara langsung pergi dari sana dan mendapatkan teriakan memalukan dirinya dari semua orang.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2