Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 32 - HADIAH


__ADS_3

“Karena nona pergi begitu saja dan tidak ada kabar membuat Bos tidak fokus kerja dan sekarang dirumah kamarnya sedang frustasi karena tidak dapat menemukan nona.” kata Rui dengan pelan.


“Oh.. dia lagi stress ya.” kata Reyna dengan senyum kecil.


“Nona kenapa nomor nona tidak aktif? bahkan tidak bisa dilacak?” tanya Rui


“Aku tidak mematikan nomor aku. Bukankah aku menelepon kau pakai nomor aku?” kata Reyna.


“Terus kenapa Bos telpon nona tidak bisa masuk ataupun aktif?” tanya Rui.


“Jawabannya mudah Rui, karena aku memblokir nomornya.” kata Reyna dengan santai.


Rui terkejut perkataan Reyna dan bertanya, “Kenapa nona melakukan itu? Apakah nona tidak tau kalau bos khawatir sama nona?”


“Karena dia telah membuat aku marah.” jawab Reyna cuek sambil minum jus.


“Apakah terjadi sesuatu pada kalian berdua?” tanya Rui


“Apa bos kau tidak mengatakan apapun?” tanya Reyna


“Tidak nona, Bos hanya berdiam sendiri dikamar bahkan tidak mau keluar dari kamarnya. Saya memberikan makan untuk bos saja susah, apalagi dia sama sekali tidak mau bergerak dari kasurnya.” kata Rui.


“Itu salah dia sendiri. Siapa juga tidak mau mendengarkan apa yang aku minta.” kata Reyna dengan cuek karena merasa kesal.


“Coba aku tebak, pasti Bos kau sekarang dikasur dengan wajah sendu merindukan aku dan dia pasti dikamar aku selama aku pergi.” kata Reyna dengan sangat pasti.


“Em… Benar nona, sekarang bos berada dikamar nona bahkan tidak mau keluar kamar nona sedetikpun. Karena nona tidak bisa dihubungi dia menyuruh semua orang mencari nona sekarang.” kata Rui menjelaskan keadaan Bosnya.


“Apa Bos kau itu menjadi bodoh? Apa dia ada mencari aku dikota ini?” tanya Reyna


“Tidak nona, Bos tidak mencari nona dikota ini karena bos pasti mengira nona masih diluar negeri, karena Bos sudah memblokir nama nona disemua bandara dinegara itu untuk mencegah nona untuk tidak bisa kemanapun.” jawab Rui.


‘Sudah aku duga pasti dia tidak akan mencari aku sampai ke kota ini, karena berpikir aku tidak akan bisa pergi


keluar negeri karena sudah memblokir nama aku di bandara. Untung saja kalau aku sudah pergi duluan sebelum dia memblokir nama aku dibandara.’ batin Reyna


“Rui kau benar tidak bilang sama siapapun kan kalau kau datang menemui aku?” tanya Reyna


“Benar nona, saya datang sendiri tanpa beritahu siapapun termasuk Bos.” jawab Rui.


“Bagus. Kalau kau beritahu dia, maka kau akan aku lempar kau keluar jendela sekarang juga.” kata Reyna.


Rui hanya bisa menelan salivanya jika nonanya akan melemparkannya keluar jendela. Apartemen nonanya sangat tinggi bahkan nonanya tinggal di paling atas lantai 55. Jika Rui akan mengasih tau Bosnya kalau bertemu dengan nonanya maka dia sendiri yang akan mati ditangan Reyna karena memberitahu lokasi nonanya sekarang.


“Apa Truknya masih lama Rui?” tanya Reyna melihat sepertinya sudah lebih dari 10 menit menunggu truknya datang.

__ADS_1


“Sebentar lagi nona, mungkin 5 menit lagi, karena jalan lagi macet.” jawab Rui melihat Hp-nya mendapat pesan dari seseorang.


“Baiklah, mendingan kau duduk saja dulu atau makan sebentar. Aku ke kamar sebentar. Kalian jika ada yang mau makan atau minum ambil saja dikulkas.” kata Reyna langsung ke kamar.


“Baik nona/ Kak.” kata Rui, Max dan Trevor serempak.


“Dimana teman kalian yang lain?” tanya Rui ke Max dan Trevor.


“Ada dekat market sini kak.” jawab Max.


“Market? Kenapa mereka bisa ada disana?” tanya Rui.


“Karena kak Reyna menyuruh teman kami untuk berkumpul, jadi aku menyuruh mereka tunggu dekat market sini saja kak. Tempat tinggal kami jauh dari sini, oleh karena itu aku menyuruh mereka tunggu dimarket saja.” jawab Max.


“OK. Apa semuanya teman kalian semua seumuran dengan kalian?” tanya Rui


“Paling muda berusia 14 tahun dan aku paling tua berusia 18 tahun.” jawab Max.


“OK, kalau berusia 14 tahun pasti sudah bisa bekerja kan?” tanya Rui.


“Tapi, anak itu kakinya mengalami patah tulang, karena seminggu yang lalu mengalami kecelakaan.” kata Max.


“Apa orang yang menabraknya tidak bertanggung jawab?” tanya Rui.


“Tidak kak, orang kabur.” jawab Max dengan menundukkan kepalanya


“Benarkah kak?” tanya Max dengan berbinar-binar bahwa temannya bisa kemungkinan sembuh.


“Ya benar. Apa kalian semua saudara kandung?” tanya Rui.


“Aku dan Trevor adalah saudara kandung sedangkan yang lainnya tidak. Tapi kami menanggap mereka semua adik kandung kami.” jawab Max dengan tulus.


“Baiklah, setelah mobil truknya datang kita kerumah sakit dulu melihat keadaan kakinya dulu.” kata Rui.


“Baik kak. Terima kasih.” kata Max dengan senyum.


“Kak dengan begini pasti dia akan senang kak karena bisa ada kesempatan untuk berjalan kembali.” kata Trevor dengan gembira.


“Benar Trevor. Kita doakan saja semoga tuhan masih memberikan kesempatan untuknya supaya bisa berjalan kembali.” kata Max dengan senyum.


Rui melihat mereka sepertinya sangat peduli pada temannya walaupun bukan saudara kandung membuat hati Rui senang dan tenang.


“Kenapa kalian senyum-senyum apa ada sesuatu yang gembira?” tanya Reyna yang baru keluar dari kamar.


“Iya kak, kak Rui ingin membawa teman kami kerumah sakit untuk melihat kakinya yang patah.” jawab Trevor dengan gembira.

__ADS_1


“Baguslah kalau begitu. Semoga teman kalian bisa sembuh.” kata Reyna dengan senyum.


“Iya kak.” jawab Max dan Trevor serempak.


“Apa truknya masih belum sampai Rui?” tanya Reyna


“Bentar nona saya tanya dulu.” jawab Rui ingin telpon tiba-tiba ada telpon dari Bosnya dan menatap Reyna.


“Em.. nona apakah saya boleh angkat telpon dari bos?” tanya Rui


“Apakah dia telpon atau video call?” tanya Reyna.


“Telpon biasa.”


“Angkatlah, jangan beritahu kalau aku ada bersama denganmu. Bilang padanya kalau kau ingin memberikan sesuatu padanya dari aku dan pastikan jangan biarkan dia mencari aku dikota ini.” kata Reyna memperingatkan Rui untuk tidak memberitahukan siapapun bahwa dia bertemu dengannya.


“Baik nona.” jawab Rui langsung mengangkat telpon itu.


“Halo Rui.” kata Bos


“Iya Bos.” kata Rui


“Kau dimana? Kenapa tidak kembali sampai sekarang?” kata Bos


“Saya diluar negeri Bos.” kata Rui


“Ngapain kau disana?” kata Bos


“Saya lagi mempersiapkan hadiah untuk Bos.” kata Rui


“Mempersiapkan hadiah apa?” kata Bos


“Hadiah dari nona Reyna Bos.” kata Rui


“Dari Reyna kau bilang????” teriak Bosnya dengan terkejut


“Benar Bos.” jawab Rui menjauhkan Hp-nya karena Bosnya berteriak keras.


“Dimana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja?” kata Bos langsung gembira kalau Reyna telah ditemukan.


“Nona baik bos, tapi dia tidak ada disini, nona hanya menyuruh saya untuk datang membawa hadiah untuk bos dan membawakannya ke tempat bos” jawab Rui membuat Reyna memberikan jempol untuk Rui.


“Hadiah apa? Apakah banyak?” tanya Bos dengan antusias.


“Saya masih belum tau Bos, saya masih dalam perjalanan. Kata nona Reyna bahwa hadiahnya banyak. Bos tunggu saja dirumah, saya akan membawakan hadiahnya ke tempat bos.” jawab Rui

__ADS_1


“Bagus Rui. Rupanya Rey aku masih peduli padaku, aku tunggu dirumah.” kata Bos dengan gembira dan langsung mematikan telponnya.


“Bagus Rui, kau memang yang terbaik.” kata Reyna senyum kasih 2 jempol dan Rui hanya senyum kecil.


__ADS_2