Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH. 304 – REN PANIK


__ADS_3

“Jawab dengan jujur jika mulut kau tidak mau tidak berbentuk. Siapa yang menyuruh menculikku?” tanya Reyna dengan dingin.


“Em…. Jika…. Jika aku bicara jujur, apa kau akan melepaskanku?”


“Tentu saja. Begitu juga dengan pengawalmu. Jadi jawab dengan jujur.” kata Reyna duduk bersilang sambil menatap pemimpin dengan tajam.


“Aku sedang di pekerjakan sama seseorang untuk menculik dan memberikan nona pelajaran yang pantas.” kata Pemimpin dengan gugup.


“Siapa dia? Apa alasan utamanya?” tanya Reyna.


“Aku tidak tahu nona. Wanita itu pakai topeng dan berbaju hitam. Alasannya aku juga tidak begitu mengerti. Dia hanya mengatakan menculik nona dan memberikan pelajaran saja.”


“Kau tidak sedang berbohong kan? Perkataanmu sama sekali tidak logis. Tidak mungkin bos kau menyuruh menculik dan memberikan pelajaran saja padaku sedangkan kalian sangat banyak. Kalau Cuma hanya 5 atau 6 orang masih bisa di terima. Jangan bilang kalau Bos kau itu juga ingin memperkosa atau ingin melakukan mesum videokan?” tanya Reyna dengan tatapan membunuh.


GLEK


Pemimpin itu ketakutan dengan tatapan Reyna yang ingin membunuhnya. Pemimpin itu langsung menjawab dengan jujur dan tidak ingin ada yang disembuyikannya lagi.


“Be-benar Nona… Saya tidak berbohong. Bos kami hanya menyuruh menculik dan memberikan Nona pelajaran saja. Setelah selesai baru kami diberikan uangnya.” jawab Pemimpin dengan jujur dan ketakutan.


“Kalau begitu kau telpon Bos kau kalau kau sudah melakukannya. Jangan memberitahu kalau kau gagal dalam misimu jika kau tidak ingin terluka.” kata Reyna dengan tajam.


“Ba-Baik Nona…” pemimpin ketakutan dengan tatapan Reyna dengan cepat menghubungi Bosnya.


***


“Hiks… Hiks…” Yuna berlari sambil menangis.


Yuna harus cepat mencari Ren supaya menolong Reyna. Yuna sudah mencari Ren di kelas dan di kantin tapi tidak dapat menemukan Ren.


“Ren kemana? Aku harus cepat memberitahu kalau Reyna sedang bahaya.” Yuna berlari ke Lorong melihat ruangan Kesehatan. Yuna ingat kalau disana ada Andrew. Yuna dengan cepat masuk ke dalam.


BRAK


“Astaga! Ada apa?” Andrew yang sedang menulis dokumen langsung terkejut mendengar suara buka pintu keras.


“Hiks… Untung saja ada orang.” Yuna lega karena ada Andrew.


“Hm? Kenapa Yuna? Kenapa kau menangis?” tanya Andrew melihat Yuna menangis.

__ADS_1


“To-tolong…. Re.. Reyna…” Yuna tidak bisa bicara dengan jelas karena menangis takut terjadi sesuatu pada Reyna.


“Tenangkan dirimu dulu. Jika kau bicara seperti itu aku tidak mengerti.” Andrew menuntun Yuna duduk di kursi dan memberikannya air.


“Ada apa?” tanya Andrew melihat Yuna sudah tenang.


“Re.. Reyna….” Yuna menangis lagi.


“Ada apa dengan Reyna?” tanya Andrew yang tiba-tiba punya firasat buruk karena Yuna menyebut nama Reyna.


“Reyna… Dia diculik.. Hiks.. Hiks… Reyna memberikan aku kabur dan Reyna di sana sendirian melawan mereka. A-aku takut terjadi sesuatu padanya.” Yuna menangis dan kedua tangannya gemetar.


“Apa?! Reyna di culik? Siapa yang menculiknya?” teriak Andrew dengan terkejut dan panik.


“A-aku tidak tahu…”


Andrew dengan cepat membangunkan Ren. Ren yang sedang tidur langsung terkejut karena Andrew memukul mukanya.


“BANGUN REN!!”


“AKH! Sakit tahu!!” Ren terbangun karena mukanya kesakitan.


“Kenapa kau malah bersantai? Apa kau tidak mau sama dia?” Andrew menatap tajam Ren karena Ren Kembali tidur lagi.


“Wanita kau sedang bahaya! Apa kau ingin bersantai disini dan tidak mau menyelamatkannya??” Andrew berteriak karena kesal dengan Ren.


“Hah? Siapa wanitaku?” tanya Ren yang otaknya masih belum berjalan dengan baik.


“Memangnya wanitamu banyak??!!”


“Siapa yang bilang, Hah??!! Wanitaku hanya satu!!” Ren bangun dan menatap tajam Andrew.


“Kau sudah tahu hanya ada satu, jadi kau jangan bertanya balik siapa wanitamu!!” Andrew tidak kalah dengan Ren.


Ren merasa ada yang aneh dengan Andrew, sedangkan Andrew merasa otak Ren masih belum berfungsi. Yuna melihat Ren sudah bangun langsung mendekati Ren dan memberitahu tentang Reyna.


“Ren… Tolong….” Yuna mendekati Ren sampai Ren bingung dengan perkataan Yuna.


“Tolong apa? Kenapa aku harus menolongmu?” tanya Ren balik.

__ADS_1


“Tolong Reyna, Ren. Reyna sedang bahaya…”


“Rey? Apa yang terjadi dengan Rey?” tanya Ren langsung bangkit mendengar nama Reyna.


“Reyna….” Yuna baru saja ingin bicara tapi sayangnya Ren duluan memegang kedua Pundak Yuna karena langsung cemas dengan Reyna.


“Apa yang terjadi pada Rey? Dimana dia?” tanya Ren dengan keras dan mulai panik.


Sekali Ren mendengar nama Reyna yang meminta tolong sudah membuat Ren paniknya tidak sedikit. Ren merasa sudah ingin pergi menyelamatkannya dan tidak penting dengan keadaannya lagi.


“Wanitamu sedang di culik dan dia membiarkan Yuna kabur meminta tolong.” jelas Andrew dengan singkat dan padat.


Ren melihat ke Andrew karena otaknya masih berpikir apa yang Andrew katakana. 5 detik kemudian Ren langsung berteriak dan panik.


“APA??!!! Rey diculik??? Siapa yang menculiknya??? Akan aku hajar sampai dia tidak ada didunia!!” teriak Ren dengan panik dan terkejut.


“Dari pada kita bicara disini, mendingan kita pergi menyelamatkannya. Yuna kau antarkan kita ke tempat Reyna.” Andrew menghentikan Yuna yang ingin menjawab pertanyaan Ren.


Ren dengan duluan berlari dengan cepat tanpa menunggu Yuna dan Andrew.


“Biarkan saja dia pergi sendiri. Kau kasih tahu lokasinya.” kata Andrew.


“Baiklah.” Yuna mengangguk saja.


Yuna, Andrew dan Ren pergi menyelamatkan Reyna. 10 menit sampai tujuan Ren dengan cepat masuk ke Gedung. Andrew dan Yuna tertinggal di belakang karena Ren berlari sangat cepat.


“REYY!!!”


Ren mendobrak pintu dengan keras. Reyna didalam terkejut mendengar suara keras dan melihat Ren yang mengeluarkan banyak keringat dan panik.


“Rey… Kau tidak apa-apa?” Ren melihat Reyna langsung mendekatinya dan memeluknya.


“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Reyna.


“Tentu saja menolongmu. Siapa yang menculikmu?” tanya Ren melihat rungan itu sudah banyak yang pingsan di lantai. Ren melihat ke orang yang sedang duduk di kursi.


“Apa dia yang menculikmu??!!” Ren menatap tajam pempimpin.


“Ya, tapi tidak apa karena sudah selesai.” kata Reyna dengan tenang.

__ADS_1


“Selesai?!!” Ren langsung bingung dengan perkataan Reyna.


T.B.C


__ADS_2