
"Rey, apa kau ada makanan?" tanya Ren.
"Kenapa? Apa kau lapar?" tanya Reyna.
"Ya."
"Apa kau tidak makan?" tanya Reyna.
"Tidak." jawab Ren datar.
"Kenapa tidak makan? Atau jangan jangan kau dari perusahaan langsung ke sini tanpa makan malam?" tanya Reyna menebak.
"Tentu saja. Karena aku ingin cepat bertemu dengan mu Rey." kata Ren dengan senyum langsung memeluk Reyna dengan lembut.
"Kau seperti anak kecil saja. Aku rasa sisa makan tadi sudah habis semua." kata Reyna.
"Kok Habis? Bukankah biasanya masih ada sisa?" tanya Ren dengan terkejut.
"Rachel dan Richie makan banyak tadi karena mereka sudah lama tidak makan masakan Rayna. Bahkan mereka berdua hanya makan nasi sedikit sisanya makan lauknya yang banyak." kata Reyna.
"Terus, jika tidak ada lauk lagi berarti aku makan nasi putih saja dong tanpa lauk." kata Ren dengan terkejut. Jika Ren hanya makan nasi putih yang ada hanya rasa hambar saja.
"Kalau tidak salah di dapur ada mie instan. Apa kau mau makan mie saja?" tanya Reyna.
"Makan mie tidak membuat ku kenyang Rey." kata Ren.
"Jadi kau mau makan apa?" tanya Reyna.
"Nasi goreng saja deh." kata Ren.
"Jangan bilang kalau kau ingin aku yang memasak?" tanya Reyna.
"Aku tidak ada tenaga untuk memasak." kata Ren.
"Baiklah. Aku akan memasakan untuk mu, karena kau sudah membantu aku." kata Reyna langsung berdiri dan ke dapur.
"Thanks Rey, kau memang yang terbaik." kata Ren dengan senyum.
"Apa kalian berdua mau juga?" tanya Reyna ke Calvin dan Harry.
"Boleh. Tapi jangan banyak ya." kata Calvin.
"Aku juga sama kak." kata Harry.
Reyna langsung ke dapur memasak Nasi goreng. Sedangkan ke 3 orang lelaki tampan itu berbicara sambil menunggu makan.
__ADS_1
"Ren, apa kau sengaja tidak makan malam karena ingin makan masakan Reyna?" tanya Calvin.
"Tentu saja. Karena aku sangat jarang makan masakan Rey. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." kata Ren dengan senyum.
"Bagaimana rasa makan siang mu?" tanya Calvin.
"Pedasss..." kata Ren dengan cepat.
"Hah? Tapi aku hanya biasa saja." kata Calvin dengan bingung.
"Memang pedas.. Bahkan aku merasa kalau bekal aku Itu di kasih cabe setan." kata Ren.
"Apa mungkin Ray mengasih cabe setan ke makanan mu ya?" tanya Calvin.
"Hah? Bukankah kau bilang kalau itu masakan Rey yang di buatkan untuk aku?" tanya Ren.
"Bahkan aku bisa tahu kalau itu masakan Rey, bukan masakan Rayna." sambung Ren.
Calvin bingung dengan perkataan Ren, seingat dia tadi pagi hanya bercanda saja kalau itu masakan Reyna.
Apakah mungkin memang Reyna yang memasak untuk Ren? Kalau Rayna yang memasak maka itu mustahil karena Rayna tidak mungkin memasukkan cabe setan ke makanan orang lain.
'Apa mungkin bekal itu memang Reyna yang buat? Tapi kenapa Reyna tidak mau memberitahu pada Ren langsung?' batin Calvin.
"Nasinya sudah siap. Mau makan di meja makan atau di sofa saja?" tanya Reyna yang baru selesai memasak.
Reyna langsung membawa nasi goreng seafood ke meja tamu dan membagikannya pada Ren dan yang lain.
Ren dan yang lain lang makan dengan lahap, apa lagi Ren yang makan dengan sangat cepat, bahkan belum sampai 10 menit sudah menambah nasi gorengnya.
"Masakan mu enak banget Reyna. Kau sama dengan Ray pandai masak." kata Calvin makan dengan lahap.
Padahal Calvin tadi sudah makan, malah makan banyak nasi goreng Reyna karena saking enaknya jadi ingin tambah lagi.
"Apa masih belum ada balasan dari orang mu Ren?" tanya Reyna.
"Sudah, 10 menit lalu." kata Ren sambil makan nasi goreng.
"Benarkah?" tanya Calvin.
"Ya. Tunggu selesai makan baru aku kasih tahu." kata Ren yang masih mau makan.
"Yang menjual rumah kalian atas nama Edward. Apa dia papa kalian?" tanya Ren.
"I-iya itu nama papa kami." kata Calvin dengan terbata.
__ADS_1
"Kak, jadi memang benar kalau papa yang menjual rumah kita dan pergi ke luar negeri." kata Harry dengan sedih.
"Apa kau ada informasi tentang papa mereka?" tanya Reyna.
"Em... Ada semua. Tapi...." kata Ren berhenti.
"Kenapa?" tanya Reyna.
Ren melihat ke Calvin dan Harry dengan agak lama seperti tidak ingin bicara tentang papa mereka.
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Calvin melihat Ren dari tadi melihatnya.
"Sebelum menjawab aku ingin bertanya pada kalian. Apa papa kalian selalu baik dan perhatian pada kalian?" tanya Ren.
Calvin dan Harry saling pandang dan bingung dengan pertanyaan Ren.
"Apa maksud mu Ren?" tanya Calvin.
"Apa orang tua kalian selalu bersikap baik pada kalian semua? Seperti selalu perhatian, memberikan apapun yang kalian mau." kata Ren.
"Papa kami selalu baik pada kami, walaupun dia orang yang keras dan tegas pada kami, kami merasa kalau papa kami baik pada kami." jelas Calvin.
"Kenapa Ren? Kenapa kau tanya seperti itu?" tanya Reyna dengan penasaran.
"Sebenarnya papa kalian mengambil uang dari perusahaan tempat dia kerja. Dia sudah berkali-kali korupsi ambil uang perusahaan dan sekarang dia jadi buronan di perusahaannya." kata Ren.
"Apa??!!!" teriak Calvin dan Harry dengan keras.
"Pelan kan suara kalian." kata Reyna membuat Calvin dan Harry menutup mulut mereka dengan cepat.
"Mendingan kita bicara di kamar kau saja Rey. Kamar mu kedap suara kan." kata Ren.
"Baiklah, kita ke kamar bicara saja. Takutnya mereka terbangun." kata Reyna langsung membersihkan piring di meja dan membersihkannya.
Setelah selesai, mereka semua langsung ke kamar Reyna.
"Apa kau yakin dengan perkataan mu tadi Ren? Tidak mungkin papa mengkorupsi uang perusahaan." kata Calvin dengan tidak percaya.
"Memang itu yang aku baca. Orang aku ini tidak akan pernah berbohong atau mendapatkan informasi palsu padaku. Kalau mau besok aku suruh orang ini bawa dokumennya ke aku dan aku akan memberikannya pada kalian. Kalian baca sendiri dengan mata kalian sendiri." kata Ren.
"Memangnya apa saja yang di lakukan oleh papa mereka Ren? Tidak mungkin hanya karena mengambil uang perusahaan sudah bisa menjadi buronan." kata Reyna.
"Sebenarnya papa mereka menjual narkoba dan barang ilegal ke dunia malam. Bukan cuma hanya sekali atau dua kali, tapi dia sudah melakukannya selama 10 tahun lebih." kata Ren.
"Sepertinya ada saksi yang melihat papa kalian melakukan transaksi ilegal dengan seseorang. Makanya sekarang papa kalian sudah menjadi buronan. Mungkin karena ini dia kabur ke luar negeri." jelas Ren.
__ADS_1
Calvin dan Harry terkejut mendengar penjelasan Ren. Mereka tidak percaya kalau papa mereka telah menjadi buronan.
T.B.C