Gadis Culun Dan Lelaki Tampan

Gadis Culun Dan Lelaki Tampan
CH.151 - BERTEMU RAYNA


__ADS_3

"Anda salah orang Tuan! Aku bukan Reyna!" teriak wanita itu langsung mendorong Ren dengan kuat.


Ren yang di dorong oleh wanita itu langsung mundur dan kepalanya kena sofa.


"Aww... Sakit...." Ren memegang kepalanya karena kesakitan kena ujung sofa.


"Ah.. Ma-maafkan saya tuan. Apa tuan tidak apa?" tanya wanita itu.


"Ada apa? Aku mendengar teriakan di luar." teriak seorang lelaki langsung saja masuk ke dalam ruangan.


"Ka-kak Calvin." kata wanita itu melihat lelaki yang masuk kedalam.


"Ada apa? Apa kau baik-baik saja?" tanya Calvin melihat wanitanya.


"A-aku tidak apa. Tapi orang itu.." kata wanita itu melihat Ren sedang kesakitan.


Calvin melihat lelaki yang sedang duduk di sofa langsung menghampirinya.


"Apa anda tidak apa Tuan?" tanya Calvin membantu Ren berdiri.


"Tidak apa." jawab Ren langsung berdiri di bantu Calvin.


Ren berdiri melihat wanita yang berada di sebelah Calvin dengan intents. Wanita itu melihat Ren memperhatikannya langsung berlindung di belakang Calvin.


"Ada apa Ray?" tanya Calvin.


"Apa benar kau bukan Reyna?" tanya Ren melihat wajah wanita itu yang sangat mirip dengan Reyna.


"Bu-bukan tuan. Anda salah orang tuan. Saya tidak mengenal anda." kata wanita yang di panggil Ray oleh Calvin


Ren yang ingin mengatakan sesuatu langsung saja Hpnya berbunyi dan melihat nama yang tertara di Hpnya langsung saja menaikkan sebelah alisnya.


Ren melihat ke wanita yang mirip dengan Reyna dengan seksama tapi deringan Hpnya tidak berhenti berbunyi jadi Ren mengangkat telpon dari Reyna.


"Halo Ren."

__ADS_1


Ren yang mendengar suara Reyna di hpnya langsung saja terkejut.


"Halo Ren apa kau mendengar aku?" tanya Reyna di sebrang.


"Ah ya. Aku dengar." kata Ren dengan cepat.


"Aku mau pergi beli kue, apa kau juga mau?" tanya Reyna.


"Boleh. Apa saja yang kau beli pasti aku akan makan." jawab Ren dengan senyum.


"OK. Sebentar lagi aku akan sampai. Pastikan kau jangan terlalu memaksa bekerja. Istrirahat sebentar. Bukankah ini sudah jam makan siang." kata Reyna.


"Apa kau sudah makan siang?" sambung Reyna.


"Belum. Kai lagi pergi beli makan dan minum jadi aku lagi istirahat menunggunya." jawab Ren.


"Ok." kata Reyna dan langsung menutup sambungannya.


Ren melihat Reyna sudah mematikan sambungannya langsung melihat wanita yang mirip dengan Reyna yang seperti ketakutan.


Ren yang biasa nya tidak akan pernah meminta maaf sama orang lain atau orang yang baru di temuiya malah meminta maaf sama wanita yang mirip dengan Reyna.


"Ti-tidak apa tuan." kata wanita itu dengan gugup karena takut dengan Ren.


"Silakan duduk dulu. Ada apa kalian berdua ke sini?" tanya Ren mempersilakan mereka berdua duduk di sofa.


Calvin dan wanita itu langsung saja duduk di sofa. Sedangkan Ren mengambil minum gelas di kardus dan memberikan pada mereka berdua.


"Kalian berdua ada perlu apa ke sini?" tanya Ren ke inti.


"Kami ingin bekerja di sini tuan. Kami berdua mendengar kalau perusahaan ini sedang mencari karyawan. Ini file milik kami." kata Calvin mengasih map coklat ke Ren.


Ren membuka map coklat dan membaca dengan teliti. Setelah Ren membaca nama wanita itu ternyata namanya mirip dengan Reyna.


"Rayna?" gumam Ren dengan terkejut melihat nama sama dengan Reyna. Ren melihat wanita itu dengan teliti.

__ADS_1


Rayna yang melihat Ren melihatnya langsung saja gugup. Calvin yang melihat Ren mengamati Rayna langsung saja memegang tangan Rayna.


"Ada apa Tuan?" tanya Calvin melihat Ren dari tadi melihat ke Rayna.


"Tidak. Apa nama kau ini nama asli?" tanya Ren ke Rayna.


"I-iya tuan. Nama saya di berikan oleh almahum orang tua saya." jawab Rayna.


"Apa kau tidak memiliki saudara?" tanya Ren ingin mendapatkan informasi Rayna.


"Tidak tuan. Saya tidak memiliki saudara. Saya anak yatim piatu." jawab Rayna.


"Yatim piatu?"


"Ya tuan. Saya sudah berada di yatim piatu semenjak saya masih bayi." kata Rayna.


"Apa kau pernah ingin mencari tentang keluargamu?" tanya Ren.


"Pernah tuan. Tapi sayangnya tidak ada dapat informasi apapun. Bahkan saya pernah berpikir kalau saya adalah anak keluarga konglomerat, tapi sayangnya pikiran saya salah." kata Rayna menundukan kepalanya seperti sudah ingin menangis. Calvin yang melihat Rayna sudah sedih langsung saja menenagkannya.


"Kenapa kau berpikir kau adalah anak konglomerat? Bukankah kau bilang kau adalah anak yatim piatu?" tanya Ren.


"Sebenarnya saya sangat tidak asing dengan nama keluarga konglomerat itu. Saya pernah ke perusahaan mereka sayangnya waktu itu CEO mereka berada di luar negeri jadi saya tidak pernah melihat mereka secara langsung." kata Rayna.


"Jika kau bisa bertemu dengan salah satu anggota keluarga konglomerat itu. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Ren.


"Maka aku akan bertanya pada mereka apakah mereka pernah memiliki anak seorang gadis atau anak yang menghilang." kata Rayna.


"Jika kau bukan anak yang mereka cari bagaimana?" tanya Ren.


"Jika saya memang bukan anak mereka , maka saya tidak akan pernah putus asa mencari keberadaan orang tua saya. Saya yakin keluarga saya di suatu tempat pasti mencari keberadaan saya." kata Rayna.


"Walaupun keluargamu bukan konglomerat?"


"Ya. Saya tidak mempermasalahkan status keluarga saya. Saya hanya ingin melihat wajah orang tua kandung saya, walaupun orang tua saya tidak mau saya lagi, setidaknya saya ingin melihat wajah orang yang telah memberikan saya kehidupan." kata isi hati Rayna

__ADS_1


Ren tersenyum mendengar isi hati Rayna. Ren melihat wanita yang bernama Rayna yang sangat mirip dengan Reyna bukan hanya wajah dan penampilannya bahkan sifat mereka berdua juga sangat mirip yaitu baik hati, lembut, bahkan kuat menghadapi semua masalah mereka.


__ADS_2