Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 10 - Hak Milik Perusahaan


__ADS_3

Pagi menjelang. Shena terbangun dari tidurnya. Benar saja, semalam Shena tidur satu ranjang dengan Paman Ash itu. Tapi sekarang, setelah Shena bangun, Paman itu malah tidak ada di sampingnya. Setelah Shena membersihkan diri di kamar mandi, Shena turun ke lantai 1, berniat mencari Ayah dan penghuni lainnya.


Setelah melewati beberapa maid yang sedang bekerja sesuai tugas mereka masing-masing, Shena tidak juga menemui sosok yang dicarinya.


"Maaf... Apa kalian tahu Ayah ku kemana? Aku mencarinya dari tadi tapi tidak ketemu." Tanya Shena pada Maid yang sedang mengelap jendela.


"Emm.. Saya juga belum tahu, Nyonya. Dari tadi saya tidak melihat Tuan Besar." Jawa Maid itu.


Tiba-tiba seorang pria masuk dari pintu utama.


"Tuan Theo dan Tuan Ash sudah pergi pagi-pagi sekali." Ucap pria itu yang baru dilihat Shena, namun ia merasa familiar dengan wajah itu.


"Kau siapa?" Tanya Shena demikian.


"Nyonya, Apakah bulan madu membuat mu lupa mengenali wajah ku? Padahal aku adalah supir yang anda paksa keluar saat anda melarikan diri dengan membawa mobil itu."


Shena mengernyitkan dahi untuk mengingat.


"Agh, Iya benar. Aku hampir melupakan mu. Maaf atas kejadian di hari itu."


"Saya Dayn, merupakan Asisten Pribadi. Tuan Ash menugaskan pekerjaan baru untuk menjaga dan mengawasi mu, Nyonya."


"Tapi aku tidak membutuhkan penjaga dan pengawas. Aku bisa menjaga diriku sendiri."


"Maaf Nyonya, Tapi ini perintah."


"Aku tidak peduli itu perintah atau apa. Aku tidak-..." Ucapannya terpotong dengan datangnya pria lain.


"Tapi Anda harus menuruti perintahnya Nyonya Muda. Jika tidak, Tuan Ash akan marah pada kami." Ucap pria lain lagi yang baru datang.


"Ck... Siapa lagi ini?!" Tanya Shena lagi dengan wajah kebingungannya.


"Ya Ampun... Gemas sekali! Tahan thur, Dia istri Ash Vinson." Gumam Arthur nama pria itu dalam hati.


"Aku Arthur. Sepupu dari Ash. Aku juga yang akan mengawasi mu di sini selama Ash tidak ada."


"Terserah kalian!!" Sebal Shena tidak mengerti lagi tindakan suaminya itu terlalu berlebihan. Ia beranjak pergi meninggalkan keduanya.


Keduanya hanya saling pandang, melihat kepergian Shena. Dan mereka tertawa kecil karena sepertinya Nyonya nya itu kesal.


Di sisi lain...


Theo Corporation


__ADS_1


"Meeting 19 menit lagi di mulai." Ucap Asisten Pribadi Ash yang baru karena Dayn sekarang mendapatkan tugas lain untuk menjaga istri Tuannya. Namanya Kenan. Ia adalah seorang yang dahulunya bekerja sebagai Asisten Tuan Theo dan kini beralih mendapatkan kepercayaan bekerja bersama menantunya.


"Sudah kau siapkan berkasnya?" Tanya Ash.


"Sudah Tuan Muda. Tuan Theo, Apa anda ingin ikut juga dengan kami?!" Tanya Kenan pada atasan terdahulunya.


"Aku akan menunggu kalian di ruang tunggu biasanya saja."


"Baiklah Ayah, Kami pergi. Padahal jika Ayah ikut bersama dengan kami, sebuah pertunjukan besar akan kita nikmati bersama." Ujar Ash.


Tuan Theo hanya tersenyum.


"Semoga kalian berhasil, Nak.." Ucapnya hanya demikian.


Ash mengangguk. Ia melangkah pergi, diikuti Kenan di belakang.


...***...


Mansion Ash...


Shena dengan pakaian yang sangat rapi, dan tas yang dijinjingnya, menuruni tangga dengan bersenandung lirih.


"Kau ingin kemana, Nyonya?!" Tanya Arthur menggema.


Tiba-tiba mengejutkan Shena, karena Arthur duduk di sofa belakang tangga, tentu saja Shena tidak tahu.


Arthur pun berdiri.


"Aku dan Dayn akan mengantarmu."


Shena menghentikan langkahnya.


"Ayolahh... Aku hanya pergi sebentar. Tidak akan lama." Rengeknya sangat malas.


"Jika begitu, biar saya yang mengantarkan, Nyonya." Ujar Dayn sama saja.


"Tidak. Jika pergi berdua denganmu, Teman-teman ku akan mengira kau kekasih ku!"


"Jika begitu dengan ku saja. Mungkin temanmu akan mengira aku suami mu. Ingin aku antar sendirian atau berdua dengan Dayn?! Hemm!!" Ucap Arthur terkekeh menggoda Shena.


"Menyebalkan sekali. Terserah kalian!!" Kesal Shena. Melangkah pergi dengan menghentakkan kakinya kesal.


Kedua pria itu tersenyum menang. Dan mengikuti langkah Shena dari belakang.


Di sisi lain...

__ADS_1


Sedangkan di Ruang Meeting, Sudah berlangsung 10 menit atas diangkatnya pemimpin baru Perusahaan Theo Corporation.


"Baiklah, Sebagai pemilik perusahaan Theo Corporation yang baru, Saya rasa sudah tidak perlu pengenalan lagi. Karena anda-anda semua tentu saja sudah mengenal saya. Tapi tidak apa, mungkin beberapa dari kalian masih belum mengenal Saya. Perkenalkan, Saya Thomi Myles. Pemegang saham terbesar sekaligus pemilik Theo Corporation yang baru dan sebentar lagi akan berganti nama. Dari sini mungkin dari kalian sudah tahu apa tujuan saya mengadakan meeting secara resmi ini. Karena saya ingin semua tahu jika Theo sudah melarikan diri dengan utang yang besar, dan Saya sebagai kakaknya akan menebus dosa itu untuk membangkitkan kejayaan perusahaan ini dan sekarang berada dalam kepemimpinan Saya yang baru." Pengumuman Thomi yang merupakan Kakak Tuan Theo, Namun serasa musuh buyutan adiknya karena mereka terlibat hubungan yang tidak baik sudah sejak lama akibat Warisan yang tidak terbagi rata, Iri pada kejayaan adiknya dan selalu berusaha merebut kekuasaan Tuan Theo.


Tepuk tangan para pegawai yang hadir setelahnya, namun tepuk tangan mereka terdengar tidak tulus dan suka. Karena yang pastinya Thomi itu jauh berbeda dengan Theo yang memperlakukan pegawainya sangat ramah dan baik. Mereka tidak siap untuk dipimpin oleh seorang CEO yang kejam dan pasti akan makan hati setiap hari.


Pintu ruang meeting terbuka secara tiba-tiba tanpa diketuk. Masuklah Dua orang pria tampan dengan beberapa bodyguard di belakang.


"Maaf, Saya terlambat. Sepertinya di sini sedang ada acara penting, ya." Ujar Ash dengan santainya.


"Hei. Siapa kau anak muda? Sepertinya kau salah masuk. Di sini sedang ada meeting penting. Silakan keluar!!" Ketus Thomi mengernyitkan dahinya.


"Maaf Paman. Beliau adalah Ash Vinson. Pemimpin sekaligus ahli waris Theo Corporation yang baru." Ungkap Kenan memberitahu.


"Bagaimana bisa? Saya pemimpin Theo Corporation yang baru. Bahkan saya juga pemegang saham terbanyak di sini. Pengacara saya yang mengurus semuanya, bahkan pemilik sebelumnya juga pergi melarikan diri, bagaimana bisa pemuda ini pemimpin yang baru?! Jangan berimajinasi kau Kenan, Aku tahu Tuannya mu itu sudah berbuat dosa dan kau sebagai Asisten masih belum menerima kebangkrutannya sampai membela pria pengutang itu?! Ada yang salah di sini." Gertak Thomi memaki.


"Maaf, Tuan Thomi. Tapi di surat wasiat beliau, Perusahaan Theo Corporation sudah di ahli wariskan kepada anak dan menantunya bagaimanapun kondisi perusahaan ini, dalam keadaan jaya atau bangkrut sekalipun. Anda bisa membacanya." Ucap Ash mengambil alih untuk balik menyerang.


Ash memberikan map bersampul coklat itu.


Thomi menerima map dari Ash dengan kasar dan kemudian membacanya.


"Apa ini semua sedang di rekayasa?! Bagaimana bisa seperti ini?! Jelas-jelas pengacara saya yang mengurus semua kepemilikan perusahaan ini. Apa kalian mencoba menipu saya?!"


"Saya rasa sudah cukup jelas apa yang ditulis Ayah mertua saya di dalam surat itu. Bagaimana saya berbohong jika ada stempel dari pengadilan negeri dan juga tanda tangan persetujuan di dalamnya." Ucap Ash membombardir Thomi dengan perkataannya agar membuat Thomi malu.


"Kapan keponakan ku itu menikah dengan mu?! Kau sama-sama orang terpandang. Berita kecil pun selalu ada celah untuk tersebar pesat ke berbagai negara dan kau selalu menjadi pusat perhatian."


"Anda meragukan kemampuan Saya. Anda pikir untuk menyembunyikan rahasia besar itu sulit bagiku?!" Ucap Ash menarik bibirnya menyeringai.


"Ck, Ini tidak bisa dibiarkan." Tuan Thomi menggerutu kesal. Lalu, menatap tajam ke arah sekertaris pribadinya yang tidak bisa membela apapun.


"Bagaimana Tuan Thomi?! Anda masih mempertahankan posisi ini, atau kita selesaikan di depan meja pengadilan?! Kau bisa saja dipenjara karena terdeteksi memalsukan data." Kata Ash.


Tuan Thomi kalah telak dengan Ash. Ia tidak bisa berkata-kata lagi karena yang ditunjukkan Ash adalah keterangan Asli dan miliknya palsu. Ia benar-benar sudah dibuat malu oleh Ash dan daripada tambah rumit lagi, ia memutuskan untuk pergi.


"Saya pergi dulu." Tuan Thomi melangkah pergi tanpa menghiraukan perkataan sekretarisnya yang mencoba mempertahankan argumennya, dan tatapan mengejek dari tamu dan pegawai lainnya yang bernapas lega karena tidak jadi dipimpin oleh CEO Angkuh dan Kejam itu.


"Syukurlah kami sangat senang dan tidak menyangka Tuan Ash akan menjadi pemimpin kami. Selamat datang di perusahaan kami, Tuan Ash." Ujar pegawai dan lainnya yang senang dan serentak menyambut kedatangan Ash sebagai pemimpin baru mereka.


"Baiklah, Meeting hari ini cukup sampai di sini." Ash melangkah keluar ruang meeting, di ikuti Kenan dan bodyguardnya.


"Kami permisi, maafkan atas ketidaknyamanannya." Ucap Kenan pamit sebelum membungkukkan badan, Lalu pergi menyusul Ash.


Di luar gedung, Tuan Thomi sangat marah. Ia benar-benar kecewa sebab tidak mendapatkan kekuasaan perusahaan yang sudah lama ia dambakan untuk memimpin dan merebutnya.

__ADS_1


"Ck, Keparat!! Drama macam apa ini?!" Kesalnya sudah naik ke ubun-ubun.


Mobilnya pun pergi meninggalkan gedung perusahaan sampai menghilang dari pandangan.


__ADS_2