Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Memantapkan hati untuk membuatmu kembali


__ADS_3

sheryl memeluk om bachtiar dan mengusap punggungnya lembut "salam buat kak brian dan kayla ya om" ucap sheryl


om bachtiar mengurai pelukannya dan menatap sheryl lekat "kamu yakin gak mau pulang" tany om bachtiar lagi


sheryl kembali menggelengkan kepalanya "enggak om" balas sheryl


"pa pa pa pa" qiana menggoyangkan kakinya ingin ikut memeluk om bachtiar sama seperti mamanya


"wah anak papa cemburu ya" om bachtiar mengambil qiana dari tangan pengasuhnya dan mencium pipi mungilnya


"jangan nakal selama papa pergi ya" pinta om bachtiar terus mengecup pipi qiana


"sudah om, nanti terlambat" sheryl dan qiana melambaikan tangan ke arah om bachtiar yang berjalan ke gate penerbangan internasional


***


brian dan kayla sedang begitu antusias menyiapkan acara ulang tahun anak pertama mereka "sayang, sini" panggil brian meminta kayla menghampirinya


kayla berjalan ke arah brian "ada apa mas" tanya kayla


"lihat deh" brian menunjuk ke arah baner di dekat podium "bagus tidak" tanya brian


kayla memindai setiap sudut baner tersebut "lumayan kok mas" kayla kembali ke aktivitas yang lain untuk dekor acara ulang tahun anak mereka


"ya ampun, kalian belum mandi" om arkana yang baru datang menggelengkan kepalanya melihat brian dan kayla yang masih saja sibuk dan belum mandi padahal acara ulang tahun anak mereka akan berlangsung dua jam lagi


"hehehehe, sorry dad" brian menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"ya sudah sana mandi, dan sekalian urusin anak kalian dulu, biar daddy yang urus para pekerja" ucap om arakana


"ya dad" brian dan Kayla masuk kamar mereka untuk bersiap-siap


***


tamu undangan sudah mulai berdatangan dan kado untuk damian sudah menumpuk, ya bintang utama hari ini adalah damian Abraham, anak pertama Kayla atharazka dan brian hendrawan


kinan dan hans yang sedang menggendong putera datang menghampiri Kayla dan brian "selamat ulang tahun damian" kinan mengecup pipi gembul damian

__ADS_1


"Terima kasih sudah datang" ucap Kayla


"tentu mba harus datang, kamu kan adik mba sama seperti sheryl" balas kinan


mendengar nama sheryl di sebut brian jadi sedih "sheryl masih belum mau pulang" tanya brian


"masih belum, padahal dokter sudah ngabarin mas hans kalau sheryl sudah baik-baik saja dan di anjurkan bertemu mario agar ia bisa menghadapi ketakutannya" balas kinan


"aku ke sana dulu ya, putera mau makan kayanya" putera terus saja menggoyangkan tubuhnya dan menunjuk ke arah makanan


"ya mas" kinan membiarkan putera bersama hans pergi


kinan kembali menoleh ke arah Kayla "aku dengar dari mas hans kamu hamil lagi kay" tanya kinan


Kayla mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan pria di sebelahnya "iya nih kak, mas brian sih ngeyel gak bolehin aku KB, jadi damian mau punya adik lagi deh" balas Kayla


"gak masalah Kayla, yang penting kan kamu sekarang ada suami, mau hamil berapa kali pun selagi suami kamu bisa bertanggung jawab gak masalah" nasehat kinan


"kenapa kamu sama hans gak cepet-cepet, punya anak biar nanti anak kita bisa seumuran" tanya brian


"maunya sih gitu, tapi kata mas hans suruh nunggu putera sudah genap 3 tahun, baru boleh punya anak, katanya kasihan sama aku kalau kerepotan urus dua anak degan jarak usia yang dekat" balas kinan


"iya maaf sih sayang" brian melingkarkan tangannya di pinggang sangat istri


"ya sudah, aku samperin putera dulu ya" kinan menghampiri putera dan hans yang sedang makan, di sana juga sudah ada ayah Burhan dan jemina bersama anak mereka revano aranda


"mas" Kayla menyenggol lengan brian


"ada apa" brian menoleh ke arah Kayla


"itu" kayla mengkode dengan lirikan matanya


brian menoleh ke arah lirikan mata Kayla


"wah, pengusaha super sibuk kita datang juga" brian memeluk mario yang datang


"iya dong, ini kan ulang tahun anak kamu" balas mario

__ADS_1


mario mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan seperti mencari sesuatu dan brian paham apa yang di cari mario "dia gak datang mario, jadi mau kamu puterin rumah ini juga percuma" ucap brian tak ingin mario berharap ada sheryl


mario menoleh ke arah brian dengan raut kecewa " ini sudah hampir dua tahun dia menghukum ku dengan menjauhkan ku dari anakku, bahkan kita juga sudah bercerai, dan dia masih belum ingin kembali" tanya mario dengan sorot mata yang begitu sedih


"maafkan aku mario, kami semua. sudah membujuknya untuk pulang tapi dia tetap kekeh tidak mau pulang" balas brian dengan jujur


"kalau gitu setidaknya beri tahu aku di mana dia tinggal aku rindu anakku" pinta mario dengan wajah memelas


"maaf mario, lebih baik tanya ayahnya saja ya" tunjuk brian ke arah ayah burhan


mario datang menghampiri ayah burhan "sore yah" sapa mario


ayah burhan tentu tahu suara siapa itu karena selama beberapa waktu ini suara itu selalu datang menghampiri dirinya "tolong jangan minta alamat sheryl mario" tukas ayah burhan menatap tajam mario


"aku rindu anakku yah" sahut mario


"aku kan sudah rutin mengirim foto dan video tumbuh kembang qiana" balas ayah burhan


"memeluknya akan berbeda yah" ucap mario memelas


"tolong tunggu saja sampai sheryl siap pulang, dan kau bisa bertemu anakmu sepuasmu" ucap ayah burhan


"kapan? sampai kapan yah, ini sudah hampir dua tahun aku tidak bertemu anakku setelah kejadian itu" balas mario


ayah burhan mengeratkan rahangnya, iya jadi kesal setiap ingat kejadian itu "kau pikir gara-gara siapa anakku sampai sakit, kau jauh dari anakmu kau pikir aku tidak hah! " kesal ayah burhan


jemina mengusap lengan ayah burhan "sabar yah, jangan emosi" ucap jemina


ayah burhan menoleh ke arah jemina "gimana gak emosi coba mah, dia selalu nuntut ketemu anaknya sedangkan ayah mau nuntut siapa untuk ketemu anak ayah" tanya ayah burhan


hans sebenarnya merasa kasihan dengan mario tapi dia juga tak bisa apa-apa "kali ini aku hanya bisa bilang sabar sama kamu mario, kami selalu menasehati sheryl agar segera pulang dan mengizinkan qiana bertemu denganmu" ucap hans


"cucu kakek" suara bariton seorang pria yang tak lagi muda tapi masih terlihat gagah itu


"itu kakek" Kayla melambaikan tangan damian anaknya pada om. bachtiar yang baru saja sampai


"wah cucu kakek sudah besar" om bachtiar menggendong damian dan mengangkatnya tinggi-tinggi

__ADS_1


mario melihat ke arah om bachtiar, mario memicingkan matanya ke arah om bachtiar yang ia tahu betul bahwa pria itulah yang selama ini menyembunyikan sheryl dan membuat dia selalu kesulitan melacak di mana Sheryl padahal dia sudah kerja keras dan sampai ikut terjun ke dunia mafia agar bisa mengalahkan pria itu dan agar bisa menemukan wanita yang paling di cintainya


"aku pasti menghancurkan orang itu dan membuatmu kembali padaku" batin mario


__ADS_2