Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 63 - Godaan Istri


__ADS_3

Setelah aksi Shena yang di dalam kamar mandi tadi, Ash menjadi kesal sendiri. la tidak ingin berbicara dengan Shena sedikitpun, bahkan ia pun tidak akan ingin tidur di satu ranjang yang sama. Pria berwajah tampan itu lebih memilih tidur di atas sofa saja agar dirinya aman dari sesuatu yang tidak diinginkan.


Namun, Sialnya Shena seakan sengaja menguji kelelakian dirinya dengan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


Ash sesekali memandangi Shena yang tengah duduk selonjor dengan pakaian tidurnya yang seksi. Bahkan dengan jahatnya wanita itu terkadang tidur dengan cara memunggungi dirinya hingga bokongnya benar-benar terlihat jelas oleh mata Ash.


"Sial! Gadis Kecil ini sengaja mengerjai ku. Dia sengaja menggodaku malam-malam begini.." Helaan napas kasar terdengar dari bibir Ash yang mencoba sedikit bersahabat. Bukan tidak mungkin untuk Ash menyentuh Shena sesuka hatinya dan kapanpun yang ia ingin. Hanya saja itu akan menjadi bencana untuk mereka berdua.


"Wanita ini sengaja menggodaku ditengah malam seperti ini! Tapi dia juga pasti akan marah besar ketika aku menyentuhnya.." Gerutu Ash menahan sekuat tenaganya untuk tetap biasa saja.


Sebenarnya sejak di dalam kamar mandi tadi senjata pusaka milik Ash sudah berdiri kokoh untuk melawan lawannya. Namun, Karena Ash tidak ingin kalah dengan godaan Shena terpaksa ia menahannya dengan sekuat tenaga.


Ash kembali memperhatikan Shena yang terus saja berpose layaknya model majalah seksi yang sedang pemotretan di depan sana. Entah sengaja atau tidak, tapi ini membuat Ash sangat tersiksa.


"Matilah kau gadis kecil. Aku akan benar-benar menghabisi mu, Tunggu saja waktumu nanti." Ash mengepalkan tangannya erat.


Saat ini Ash duduk membayangkan malam panasnya bersama Shena semalam sebelum mereka berdua berangkat ke Bali. Sungguh! Malam itu adalah malam yang sangat menggairahkan baginya walau belum sempat menjamah ke bagian lainnya. Tapi tidak masalah, bagi Ash itu adalah salah satu strateginya untuk mencapai puncak kemenangan.


Hampir satu jam, Ash berperang melawan pikiran kotornya sendiri, Namun rasanya apa yang ada di dalam tubuhnya sudah hampir meledak. Tidak ingin membuatnya semakin tersiksa lagi, Ash masuk ke dalam kamar mandi dan tersiksa bermain solo lagi.


"Ternyata Gadis kecil itu bisa membuatku tersiksa seperti ini. Kau tunggu saja pembalasan dari ku nanti.."


Ash terus bermain di bawah derasnya air shower yang dingin. Tangannya terus bergerak untuk memuaskan hasratnya sendiri.


Sementara itu, Shena yang melihat Ash masuk ke kamar mandi hanya tersenyum penuh kemenangan. Shena tidak tahu apa yang dilakukan Ash di dalam sana. Yang jelas saat ini ia bahagia melihat wajah Ash tersiksa.

__ADS_1


"Baiklah, Karena aku sudah puas mengerjai beruang kutub itu, Jadi sekarang waktunya aku akan tidur.."


"La.. Lala.. Lala.." Shena bersenandung dengan kuatnya hingga Ash mendengar jelas dari dalam kamar mandi.


"Kau tunggu saja waktumu itu tiba gadis tengil. Kita lihat saja nanti, Apakah kau masih akan bisa bersenandung seperti itu lagi?" Ucap Ash dengan penuh kekesalan.


...***...


Pagi pertama di Bali...


Shena membuka jendela hotel villa miliknya yang memperlihatkan langsung laut yang begitu indah. Ia menghirup udara sejuk pagi sambil menutup matanya. Sungguh, ini begitu menenangkan baginya.


Shena bergegas berjalan masuk kembali ke dalam kamar untuk membangunkan Ash dan mengajaknya melihat sunrise. Namun, sayangnya suaminya itu sudah tidak ada lagi di sofa tempatnya semalam tertidur.


"Paman! Paman Ash! Paman di dalam?" Shena mengetuk pintu kamar mandi yang terlihat tertutup. Shena menggedornya beberapa kali, Namun tetap tidak ada yang menyahut.


"Aku buka saja..." Shena membuka pintu kamar mandi yang ternyata kosong.


"Hah? Kemana beruang kutub itu sepagi ini pergi tanpa membangunkan ku.." Ucap Shena tampak kesal.


Shena mengambil jaketnya dan berniat ingin keluar sendiri saja. Namun, Lagi-lagi para bodyguard tidak memberikannya izin. Shena yang tidak bisa melihat sunrise ditepi pantai seperti keinginannya langsung kembali membanting pintunya dan menangis. Ia membuka dan melempar jaketnya sembarangan, Lalu masuk ke dalam selimut.


"Dasar beruang kutub tua egois jelek.." Maki Shena di dalam selimut sambil menangis. Niatnya untuk melihat sunrise di pantai gagal sudah, dan kini hanya ada matahari yang betul-betul hanya sinarnya yang masuk melalui celah jendela.


"Aku benci pria mesum itu, Kau lihat saja nanti aku akan membalas mu.."

__ADS_1


Larangan yang dibuat Ash tentu saja tidak bisa diterima oleh Shena. Lihat dirinya saat ini hanya seperti burung di dalam sangkar emasnya. Mana ada hubungan suami istri seperti ini, bukan? Pria bebas melakukan apa saja, sedangkan dirinya harus dikurung dan tidak melakukan apapun tanpa izin dari suaminya.


Tadinya Shena berpikir ia bisa menikmati waktunya selama di Bali dengan tenang. Saat Ash bekerja maka ia akan menikmati pemandangan indah yang ada di sana. Menikmati apa yang tidak pernah ia nikmati selama ini.


Dan karena masih marah, Shena memilih untuk berhenti makan. Tadi saat pelayan resort mengantarkan makanannya, Shena langsung menyuruh mereka membawanya kembali pergi. Karena melihat wajah pelayan yang takut makanannya tidak dibayar, Akhirnya Shena mengatakan agar mereka tetap mencatatkan semuanya agar nanti bisa dibayar oleh suaminya.


Setelah kepergian si pelayan, Shena masih tetap tidak ingin beranjak dari atas kasur, bahkan memilih untuk tidak menggosok gigi dan mencuci muka.


"Tidak perlu mandi atau sikat gigi. Toh aku tidak akan kemana-mana! Jika pun si beruang kutub itu mengajakku, Aku tidak akan ingin.." Ucap Shena sangat kesal.


Inilah Shena, Sekali ia merajuk maka itu pasti akan berhari-hari. Inipun ia lakukan saat sesuatu permintaannya tidak pernah dikabulkan oleh Ayahnya saat kecil. Dulu Shena sering sekali meminta yang aneh-aneh, Namun ayahnya akan memilih untuk tidak mengabulkannya. Padahal Shena adalah anak orang kaya raya, permintaannya pun tidak seperti anak-anak lainnya yang meminta barang mahal atau apapun itu. Shena hanya ingin bermain seperti anak yang lainnya di luar rumah, tapi itu tidak bisa dapatkan. Ayahnya selalu melarangnya dan memilih untuk mendatangkan anak-anak seusianya ke rumah saja. Tapi saat remaja, Shena bisa mendapatkan kebebasan sesungguhnya dan sekarang malah terkekang kembali oleh suaminya.


Sudah merasa jenuh dengan ponselnya, Shena mendengar pintu kamarnya dibuka. la mulai memasang wajah yang malas dan tidak mempedulikan siapa yang masuk itu.


Ash masuk dengan pakaian olahraganya karena tadi ia sedang berlari sambil menikmati sunrise. Karena Shena masih tidur jadi Ash tidak ingin mengganggunya.


"Sudah bangun?" Tanya Ash duduk ditepi ranjang dengan sebotol air minumnya. Shena masih belum berbicara apapun.


"Sudah sarapan? Tadi aku meminta pelayan membawakan makanan ke kamar.."


Shena tidak ingin menanggapinya dan fokus dengan ponselnya saja. Ash mengerutkan keningnya bingung, Jika di lihat-lihat sepertinya Shena sedang kesal dengannya.


"Kau kenapa? Katanya semalam ingin pergi ke tempat yang kau inginkan, kenapa belum siap-siap?" Seperti tanpa dosa Ash menanyakan itu.


Shena tidak ingin peduli dengan perkataan Ash, Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2