Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Aku akan melindungimu


__ADS_3

Romi memandangi kayla yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan selang infus yang terpasang di tangan kiri kayla


"apa yang terjadi denganmu" batin romi memandangi  tubuh lemah kayla yang masih belum sadar


pikiran romi sungguh berkecamuk bingung saat dia beritahu dokter jaga bahwa kayla terlalu lelah karena kondisi fisik kayla yang sedang hamil muda. tapi yang ada dalam pikiran romi dengan siapa kayla hamil, selama hampir setahun ini bekerja bersama menjaga kinan, tak pernah sekalipun romi melihat kayla ada dekat dengan seseorang jadi dengan siapa kayla hamil


di tambah romi dan kinan pernah mendengar cerita kayla saat di desa. cerita tentang hidupnya yang kabur dari rumah keluarganya karena ada masalah keluarga yang tak bisa di ceritakan kayla pada romi dan kinan, lalu bagaimana dengan ini, bagaimana nasib kayla yang hamil tanpa suami maupun keluarga


"eeeeeuuuuggghh" kayla mengerjapkan matanya dan memegang keningnya yang masih serasa berdenyut


romi menahan kayla yang ingin duduk "jangan duduk dulu kay, kamu masih lemah" nasehat romi melarang kayla untuk duduk


kayla mengitarkan pandangannya ke penjuru ruangan  "ini di mana kak" tany kayla


"di rumah sakit, tadi kamu pingsan" balas romi


kayla kembali teringat dirinya yang sedang menunggu sheryl dan mario periksa kandungan "tuan mario dan non sheryl pasti nyariin kita, ayo cepat balik" kayla berusaha bagun tapi di cegah oleh romi


"jangan banyak gerak dulu kay, kamu masih lemah. lagian tuan mario sudah bilang untuk nemenin kamu di rumah sakit. konsen ke kesehatan kamu aja" ucap romi


"tapi nanti putera nyariin kak" sahut kayla


"sudah lah kay, mereka juga pasti ngerti dengan kamu yang sedang sakit" balas romi


kayla kembali membaringkan tubuhnya. pikirannya terus berkelana entah kemana. Romi bisa melihat kayla yang sedang banyak pikiran dan romi bisa menebak kalau kayla sudah tahu perihal kehamilannya "kamu sudah tahu kondisi kamu" tanya romi


kayla menautkan kedua alisnya "maksud kakak apa" tanya kayla


"tentang kehamilan kamu" balas romi


"DEG" jantung kayla seakan berhenti berdetak "kakak sudah tahu" bibir kayla bergetar saat berucap itu


"iya kakak tahu dari dokter yang periksa kamu tadi, katanya kamu terlalu lelah di tambah lagi kondisi kamu yang sedang hamil muda" balas romi


"hiks hiks hiks " kayla terisak "mereka sudah tahu ya kak, pasti aku akan di pecat" tangis kayla makin pecah


"sudah kay" romi mengusap pipi kayla dengan tisu yang ada di nakas "jangan menangis, itu gak baik buat kandungan kamu" nasehat romi


"kehamilan aku pasti akan membuat mereka mecat kayla" rengek kayla


"kakak belum kasih tahu kalau kamu sedang hamil sama majikan kita" balas romi menenangkan kayla


kayla memandangi wajah romi dan mulai meredakan tangisnya "benar kak" tanya kayla masih dengan suara sesenggukan


"iya" romi kini menatap lekat kayla "sekarang, kasih tahu kakak siapa ayah anak itu. kakak akan minta dia tanggung jawab sama kamu bila perlu kakak patahin tangannya karena sudah merusak hidup kamu" ucap romi dengan suara tegas


kayla hanya terdiam tak menjawab pertanyaan romi membuat pikiran romi eentah berkelana kemana "apa dia gak mau tanggung jawab sama perbuatannya "tebak romi

__ADS_1


kayla menggelengkan kepalanya "dia mau menikahiku kak, tapi aku menolaknya" balas kayla


romi mengernyitkan dahinya "kenapa kamu gak mau menikah dengannya, padahal sudah ada anak di antara kalian" tanya romi


kayla kembali menangis "aku gak mau menikah sama bajingan macam dia kak" ucap kayla dengan nada amarah saat mengingat bayi ayahnya


"aku gak mau menikah dengannya hanya karena rasa tanggung jawabnya yang menghamiliku, aku gak mau kak" ungkap kayla dengan emnangis histeris


romi memeluk kayla untuk menenangkannya "sudah kay, jangan sedih ya" pinta romi


"nanti saat kehamilanku suda terlihat gimana kak, pasti aku di pecat dan aku gak mungkin menikah dengan bajingan itu" rengek kayla meluapkan ketakutannya


"sudah ya, tenang kay. kakak pasti akan menjagamu dan membantumu sebisa mungkin" ungkap romi


"tolong jangan beritahu siapapun tentang kehamilanku ya kak" pinta kayla


"baiklah, kakak akan diam tentang kehamilan kamu" balas romi pada akhirnya


"terima kasih kak" balas kayla


***


Kinan dan Hans sedang melihat putera yang sedang aktif bergerak di ruang tamu


"pinternya anak papa" Hans mencium pipi gembul putera yang sudah terlihat lelah bermain


"capek ya" kinan mengusap pipi putera yang terlihat sedang merengek


kinan mengedikkan bahunya "gak tahu mas, ayah mah sekarang sering keluar" balas kinan


"jangan-jangan kamu mau dapat mama tiri" tebak hans


"masa sih mas" tanya kinan tak percaya bahwa ayahnya akan menikah lagi


"kali aja, kan ayah kamu sudah bercerai dengan mama kamu mau dua tahun kan, biasanya pria gak betah sendiri" balas Hans


"tapi dulu ayah nikah sama mama karena mau jaga kinan mas, bukan karena pengen cepet-cepet nikah" elak kinan


"ya kan kali, kalau gak juga gak papa" balas hans


"sore kinan" sapa brian menghampiri kinan dan Hans


kinan menoleh ke arah brian "eh brian, mau ketemu putra ya" tanya kinan


"iya, sekalian antar hadiah dari ayah" Brian menunjukkan kotak mainan berukuran besar pada kinan


"jangan kebiasaan beliin mainan terus, itu gak baik. lemari mainan putera masih penuh mainan yang belum di buka loh. putera kan masih belum bisa main" pinta kinan pada brian agar tidak memanjakan putera dengan mainan

__ADS_1


brian mengedarkan pandanganya ke sekitar "rumah kayanya sepi" tanya brian


"sheryl sama mario ada di kamar, kalau ayah lagi keluar" balas kinan


"kayanya gak lihat pengasuh dan pengawal kamu itu" tanya brian lagi


hans sedikit menyunggingkan senyumnya sedangkan kinan menatap heran pada brian yang menanyakan perihal kayla dan romi padahal biasnya  juga tidak peduli


"tumben kamu nanyain pekerja di rumah" tanya kinan heran


"ya mau nanya apa? kalau nanya kamu nanti ada yang cemburu " balas brian dengan ketus melirik ke arah Hans


hans terkekeh "gak akan cemburu kok, karena aku tahunya kinan cuma cinta sama aku" balas hans dengan yakin


brian memutar bola matanya malas mendengar ucapan hans yang begitu yakin kinan mencintainya "nanyain pengasuh kamu karena biasanya dia yang naro hadiah putera, dia kan cerewet banget, bisa kena amuk sama dia kalau sembarangan naro barang" ucap brian


"sudah langsung taro aja di kamar putera, kanaya lagi gak di rumah soalnya" balas kinan


"emang kanaya kemana" tanya brian


"di rumah sakit, dia dua hari lalu pingsan jadi di rawat di rumah sakit" balas kinan


brian membelalakan matanya lebar " pingsan? pingsan kenapa" tanya brian terlihat cemas


kinan menatap heran reaksi brian "katanya sih kecapean, makanya aku suruh dia istirahat di rumah sakit walaupun dia kekeh minta pulang" balas kinan


"di rumah sakit mana" tanya brian lagi


"di rumah sakit mas hans kerja lah, kan rumah sakit mario juga biar gampang " belum sempat kinan selesai berucap brian segera ingin berlari keluar


tapi saat akan keluar dia melihat kayla yang sedang di papah romi masuk ke dalam rumah


brian bergegas menghampiri kanaya "kenapa kamu gak ngabarin saya masuk rumah sakit" tanya brian


"nagapain juga saya harus ngabarin anda saat masuk rumah sakit" balas kayla


"kamu lupa kalau sedang hamil anak saya, jadi saya berhak tahu" balas brian dengan nada tinggi


kayla membelakan matanya lebar "jangan sembarangan ngomong kamu!" bentak kayla


kinan dan romi membelalakan matanya lebar mendengar penuturan brian sedangkan hans hanya tersenyum miring mendengar ucapan brian


romi mendorong tubuh brian "jangan mengada-ngada kamu!" bentak romi dengan suara lantang


"saya gak mengada-ada, kayla  memang sedang hamil dan itu anak saya" balas brian


romi melepaskan pegangannya pada kayla  dan " bugh" romi langsung meninju muka brian dengan kasar "dasar gila kau! beraninya menyentuh kayla!" romi menatap geram brian

__ADS_1


"ini bukan urusanmu" balas brian mengusap bibirnya yang berdarah


"tentu saja ini adalah urusanku, karena dia orang yang berharga untukku, gak akan aku biarkan kau mengacaukan hidup kayla!" tunjuk romi dengan nada penuh amarah


__ADS_2