Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Sebeharga itu (Season 2)


__ADS_3

"mama" Rania memeluk sang mama  begitu erat


"kamu sudah pulang sayang" balas sang mama memeluk Rania begitu eratnya


"iya mah, ayah mana" tanya Rania saat tak mendapati sang ayah ada di samping mamahnya


"lagi di belakang, saudara jauh kita datang semua buat hadirin acara bahagia kamu jadi ayah masih sibuk mengobrol dengan mereka


"ayah sama mama kapan ngabarin mereka" tanya Rania


Mama Rania menggandeng lengan sang putri "minggu lalu mama minta saudara-saudara kita yang ada di sumatera untuk datang kemari agar bisa ngehadirin acara bahagia kamu sayang" balas mama Rania yang bernama mama Indah Permatasari


Rania menghentikan langkahnya "maafin Rania ya mah kalau Rania gak kasih tahu mamah dulu malah mamah dan ayah tahu dari orang lain" sesal Rani


Mama Indah mengusap lengan Putrinya dengan lembut "kenapa harus minta maaf sayang, ibu malah bahagia banget saat dengar kamu mau nikah, awalnya mamah takt banget kamu gak nikah-nikah karena terlalu fokus sama kuliah dan kerjaan kamu tapi saat mamanya Vansh datang kemari, mamah bahagia banget akhirnya mamah masih bisa melihat putri mamah satu-satunya ini akan menikah " jelas mama Indah

__ADS_1


"jangan bilang gitu dong mah, tuhan pasti akan kasih umur panjang buat mama dan ayah agar bisa lihat Rania menikah dan kasih mamah cucu" timpal Rania yang matanya sudah berkabut karena orang tuanya selalu membahas umur mereka yang entah sampai kapan lagi


Mama Indah mengajak Rania masuk ke kamar agar bisa istirahat terlebih dahulu "umur gak ada yang tahu sayang" Mama Indah mengusap ramput Rania dengan lembut


"mungkin kamu gak kaget lagi bagaimana cerita perjuangan mama dan ayah kamu untuk memiliki kamu sayang, 17 tahun ayah dan mamah menikah tapi masih belum di karunia anak, 3 kali mamah keguguran dan 2 kali gagal bayi tabung bahkan dulu mamah dan ayah berobat kemana-mana agar bisa memiliki anak tapi saat ayah dan mamah berusaha ikhlas menerima kondisi yang tidak bisa memiliki anak, tuhan memberikanmu untuk ayah dan mamah. Betapa bersyukurnya ayah dan mama sama tuhan waktu itu " ungkap Mama Indah mengulang cerita yang tidak bosan-bosan ia utarakan memiliki anak setelah 17 tahun menikah


"tabungan ayah dan mamah dulu sampai habis bahkan kami juga punya tunggakan hutang di bank karena mengusahakan memiliki anak, dan hampir saja kamu tidak bisa bersekolah karena mamah dan ayah yang tidak punya uang lagi dan hanya punya uang untuk makan dan bertahan hidup dari hasil gaji ayah dan mamah yang tak seberapa karena habis di potong untuk membayar hutang" ungkap mama Indah menceritakan perjuangannya dalam memiliki anak sampai menguras harta bendanya


"jangan di ingat lagi mah, Rania kan sekarang sudah menyelesaikan S2 Rania, dan sekarang Rania juga sudah menjabat sebagai direktur loh" sahut Rania


"untuk itu mamah sangat bangga sama kamu sayang, kamu bisa bersekolah tanpa bantuan ayah dan mamah bahkan kamu juga membangun ibu rumah ini bahkan nambahin beli pekarangan di sebelah mamah padahal dulu rumah kita cuma dari papan dan anyaman bambu saja" ungkap mama Indah dengan isak tangis setiap mengingat masa sulitnya dulu


Tapi memang Tuhan itu Maha Baik, di tengah kesulitan ekonomi yang harus mereka alami. Rania tumbuh jadi wanita yang sangat cerdas sehingga bisa mendapatkan Beasiswa semenjak ia duduk di Bangku SMP karena sering memenangkan berbagai macam perlombaan dan itu berlangsung sampai ia menyelesaikan pendidikannya


Rania selalu menangis saat mamanya menceritakan kisah sulitnya "jangan ngomong itu terus dong mah, sekarang kan Rania sudah bisa bahagiaan mama dan ayah, bisa beliin apapun yang mamah dan ayah mau, setiap inget itu Rania pengen nangis tahu"keluh Rania

__ADS_1


Mama Indah memeluk Rania begitu erat "kamu itu sangat berharga buat mamah nak, barang-barang mewah itu gak akan sebanding dengan kamu, kamu adalah harta terindah dan terbesar di hidup mama dan ayah dan Mamah sangat bahagia kamu bisa mendapat pasangan serta keluarga yang bisa menghargai kamu dan menyayangi kamu dengan begitu baik" ungkap Mama Indah dengan linangan air mata  sebab ia sangat bahagia bahwa anaknya bisa mendapatkan pasangan yang baik serta keluarga yang sangat baik dan masalah kaya itu sebagai bonusnya saja


Mama Indah tahu kalau keluarga Vansh adalah saat Mama Sheryl dan papa Bachtiar datang untuk meminta Rania menjadi istri Vansh begitu santun dan dengan segala kerendahan hati yang mereka punya. Keluarga Vansh juga begitu menyanjung Rania padahal kedua orang tua Rania cukup tahu bagaimana pribadi Vansh dan Vansh anak yang cukup pintar tak kalah dengan Rania, hanya saja faktor ekonomi Vansh jauh lebih mendukung dari pada Rania dalam menuntut cita-citanya


Keluarga Vansh juga tidak mengeluh sama sekali saat bertandang ke rumah Rania berkali-kali padahal jelas rumah Rania adalah rumah yang sangat kecil tanpa AC di dalamnya padahal jelas sekali kalau kehidupan keluarga Vansh cukuplah mewah dan ada AC disetiap sudut rumah Vansh. Orang tua Rania tahu hal itu sebab pernah bertandang ke sana saat Rania dan vansh masih sama-sama duduk di bangku SMA, orang tua Rania datang menjenguk tapi kondisi kosan Rania yang begitu sempit sehingga menyulitkan orang tua Rania untuk beristirahat


Dan dengan kebaikan hati Vansh yang tak bisa melihat salah satu sahabtanya kesusahan, Vansh menawarkan orang tua Rania untuk menginap di rumah besarnya  sehingga kedua orang tua Rania sudah mengenal baik orang tua Vansh walaupun rumah mereka terpisah jarak ratusan mil


"mamah gak papa kan kalau Rania nikah sama Vansh" tanya Rania sekedar memastikan pikiran sang mamah


"tentu sayang, bagiamana mungkin mama tidak setuju, cuma maafin mama kalau mama menolak untuk tinggal bersama kalian di Jakarta" ucap sang mama


Rania mengurai pelukannya "kenapa mah, bukannya dengan gitu kita bisa tinggal bareng dan sering bertemu" tanya Rania


"kami lebih suka rumah ini, rumah yang penuh kenangan atas perjuangan hidup ayaha dan mamah" mama Indah mengusap rambut Rania dengan lembut "tapi untuk kenyamanan dan ketenangan kamu, mama nerima tawaran calon suami kamu untuk memperkerjakan orang suruhannya dan juga mobil yang akan di berikan pada ayah dan mama untuk keperluan kamu agar kamu tidak kepikiran mama sama ayah di sini" jelas mama Indah

__ADS_1


Rania kembali memeluk mamanya dan terisak di sana, sebesar itu kasih sayang orang tua untuk anaknya yang rasanya tak bisa di balas dengan apapun di dunia ini "terima kasih sudah jadi orang tua Rania mah, Rania bahagia banget jadi anak ayah dan mamah, Rania sayang mamah" ungkap Rani tulus dari dasar hatinya


"mama dan ayah juga sangat bahagia memiliki kmu sebagai anak kami" balas mama Indah


__ADS_2