
di katai pedofil tentu ada rasa tak nyaman di hati Dion "mungkin kamu pikir saya pedofil karena suka anak kecil, tapi sungguh saya berusaha menampiknya tapi kenyataannya mas gak bisa ngelupain kamu dan menyingkirkan wajah kamu di benak mas" jelas Dion tentang apa yang di rasakannya selama ini
"terus makanya mas daftar jadi guru di sekolah qiana dulu" tanya qiana mematikan Dion yang jadi guru qiana setelah setengah tahun qiana bersekolah
"gak daftar kok, langsung masuk aja kan itu sekolahan keluarga mas Dion" balas Dion dengan entengnya
"terus maksud mas ceritain ini ke aku apa coba" tanya qiana
kenapa juga sekarang Dion menceritakan tentang kekayaan keluarganya, padahal dulu tidak
"mas pengen menikah denganmu, jadi mas pengen meyakinkan kamu kalau mas bisa bahagiain kamu dan gak terikat hanya sebagai seorang guru dengan gajih kecil " jelas Dion
"orang tuaku tahu latar belakang mas dion" tanya qiana ingin tahu apa orang tuanya tahu hal ini
"tahu, mereka tahu karena mas sudah bilang ke mereka tentang niatan mas yang ingin menikahi kamu" jelas Dion
"tapi maaf mas, untuk saat ini aku belum ada keniatan untuk menikah dengan siapapun itu. saya mau berhubungan baik dengan mas Dion hanya murni karena mas dion yang pernah jadi guru saya, tidak lebih dari itu" balas qiana
"kita gak harus langsung menikah, tunangan saja juga boleh qiana" Dion memberikan option lain untuk qiana agar bisa tetap jadi milknya
"maaf mas dion, seperti yang aku bilang waktu itu kalau aku belum ada keniatan untuk menikah apalagi pacaran, dan jika mas mau menikah cari orang lain saja" tolak qiana tegas tentang dirinya yang tak ingin menjalin hubungan dengan siapapun
Dion memejamkan matanya, mungkin ini terlalu cepat saat Dion menyatakan cintanya pada qiana yang memang begitu selektif mencari pasangan hidup "tapi mas maunya sama kamu" balas Dion dengan suara lirih
"maaf mas, aku hanya mau sebatas berteman kalau mas terus ngomong menjalin hubungan, maaf aku gak bisa ketemu mas dion lagi" qiana beranjak dari duduknya tapi langsung di tahan oleh Dion
"maaf qiana, mas gak akan bahas ini lagi deh kalau kamu belum siap untuk berkomitmen, sekarang kita makan dulu ya" pinta Dion yang merasa harus mengalah pada qiana yang memang memiliki watak keras
qiana menghela nafas dan kembali duduk "tolong mengerti qiana mas dion, qiana tidak ingin pacaran dan hanya langsung menikah tapi bukan berarti qiana akan memilih suami dengan asal. Qiana hanya akan menikah dengan orang yang memang qiana yakini sebagai suami yang bisa qiana cintai dan hormati" jelas qiana
__ADS_1
"iya, mas paham" dion memaksakan senyumnya di depan qiana
***
seusai jam kuliahnya, qiana duduk di bangku taman sambil menyandarkan punggungnya di pohon besar di area kampusnya untuk menunggu putera menjemputnya
pria itu begitu posesif menjaga qiana, lebih seperti menjaga istrinya bukan adik sepupunya
"tak tak tak" langkah kaki putera mendekat ke arah qiana yang tertidur di bawah pohon
mungkin karena keadaan yang begitu mendukung dimana ia memang lelah dan terpaan angin dari pohon besar itu, membuat qiana bisa tertidur dengan mudahnya
putera menyunggingkan senyumnya ke arah qiana yang tertidur di bawah pohon dan duduk di samping pohon, sungguh terpaan angin sore itu membuat ia juga ingin menyandarkan kepalanya
putera memejamkan matanya sesaat, mengingat suatu keyataan besar di hidupnya yang membuat dunianya seakan jungkir balik saat itu
Flash back on
"putera" panggil papa hans
putera menoleh ke arah papanya "ada apa pah, Hans mau pergi nemenin qiana ke acara kelulusannya" putera tidak ingin menunda bicara dengan ayahnya dan membuat waktu menjaga princess nya terlewat
"hari ini biarin dia berkumpul dengan teman-temannya dan jangan terus mengikutinya seperti seorang suami yang takut kehilangan istrinya" balas Hans dengan suara tegasnya
"aku tuh mau jagain qiana pah, aku gak mau sampai qiana nikah selepas dia SMA ya" ungkap putera
"kalau dia nikah muda emang kenapa? orang tuanya saja tidak masalah dengan hal itu selagi pria pilihan qiana adalah orang yang baik. dan kami semua tahu latar belakang Dion dan kami juga tahu kalau Dion bersungguh-sungguh ingin bersama qiana dan bukannya beramin-main dengan adik kamu" balas papa hans
"DEG" jantung putera rasanya tercekat mendengar penuturan itu dari mulut papanya, berarti keluarga besarnya sudah tahu perihal Dion dan ada kemungkinan menyetujui perniakahn qiana nantinya
__ADS_1
putera menggelengkan kepalanya "aku gak mau qiana nikah muda, dia harus kejar impiannyadulu" balasputera dengan yakinnya
papa hans menghela nafas "kita bicara dulu hari ini putera" ucap apa hans
putera memindai wajah papanya yang terlihat nampak frustasid an cukup tertekan dalam satu waktu itu "papa mau bicara apa" tanya putera
"kita ke ruang kerja mama dan papa dulu" ajak papa hans
putra mengikuti langkah papa hans ke ruang kerja papa dan mamanya yang ada di lantai 1 itu "duduk dulu" papa hans mempersilahkan putera duduk di kursi yang ada di depannya
melihat putera yang sudah duduk, papa hans mengambil sebuah map cokelat di lacinya dan memberikan itu pada putera " buka itu, dan papa akan jelaskan secara perlahan agar kamu mengerti kenapa kakekmu memberikan seluruh hartanya padamu padahal ayahmu tidak mengambil bagian sedikitpun" ucap papa hans
putera membuka map tersebut dan membacanya dengan perlahan, di bagian bawah tertera 99,99 % memiliki kemungkinan hubungan ayah dan anak tapi yang membuat ia kaget adalah nama yang ada di bagian bawah
"apa maksudnya ini pah, kenapa ada tes DNA antara aku dan kakek" putera menuntut jawaban dari papanya "dan kenapa dia tertera sebagai ayah kandungku bukannya kakekku" tanya putera
kini putera mulai memutar otak cerdasnya. harusnya dia dan kakek Bimo tidak memiliki darah yang sama karena ayah brian bukanlah anak kandung kakek Bimo, jadi bagaimana bisa dia dan kakek Bimo memiliki darah yang serupa
hans menghela nafas panjang "inilah yang coba kami tutupi selama ini darimu, tapi karena kamu sekarang sudah besar, papa akan menjelaskannya perlahan padamu agar kau mengerti" papahans mulai mencerita perasaan kakek bimo dulu saat mama kinan menjadi istri dari ayah brian mulai dari awal
sungguh cerita itu membuat putera syok berat, ternyata dia anak hasul pemerkosaan dan ternyata ayah kandungnya adalah orang yang selama ini ia anggap kakek "papa tahu kalau kamu mungkin kecewa, tapi mama, papa, ayah brian dan ayah kandung kamu sudah mencoba menerima keadaan yang mungkin tidak bisa di ubah, bahwa kamu adalah anak kandung Bimo, dan kini jadi pewaris satu-satunya keluarga Hendrawan " jelas papa Hans
"aku gak mau nerima harta kakek" tolak Putera
"coba kamu pikirkan lagi" tanya papa Hans
putera mengernyitkan dahinya tatkala papanya malah tersenyum tipis ke arahnya "coba kamu pikirkan lagi putera, saat nanti semua orang tahu bahwa kamu adalah anak Bimo, bukankah nantinya kamu ada kesempatan untuk menikahi qiana" ucap papa hans
putera membolakan matanya lebar saat papanya itu. Bagaimana bisa papanya tahu apa yang sempat menjadi angan-angannya jika antara dia dan qiana tidak ada hubungan darah
__ADS_1
"kamu dan dia tidak ada hubungan darah sama sekali" ucap papa hans dengan senyum tipisnya