Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Pikirkan saja nanti


__ADS_3

mario masih memandangi wajah laras menunggu reakasi wanita yang sudah ia renggut kegadisannya itu " bagaimana kalau kamu hamil" tanya mario


hati laras benar-benar ketar ketir tak karuan, walaupun jika ia beneran hamil tak ada yang akan memprotesnya karena ibu tirinya yang hanya ingin uang nya saja dan tak pernah benar-benar peduli dengan laras. dan adiknya toh sebentar lagi akan lulus kuliah, jadi sesuai janjinya untuk menyolahkan adiknya sampai jenjang S1 selesai jadi gugurlah tanggung jawabnya sebagai anak dari ayahnya yang memberikan tanggung jawab untuk menyekolahkan anak ayahnya dan ibu tirinya itu sampai selesai


sebenarnya mungkin sedikit tidak adil untuk laras, dulu saja saa ia sekolah ia harus mencari uang mati-matian seorang diri, dan sat ia lulus SMA ternyata ayahnya meninggal karena kecelakaan, dan sialnya ayahnya meninggal dengan menitipkan adiknya agar di bantu sekolah jadilah saat uang yang ia kumpulkan untuk melanjutkan kuliah harus di berikan pada ibu tirinya untuk biaya hidup dan melanjutkan sekolah adik tirinya yang saat itu masih duduk di bangku SMP


"saya gak tahu tuan" laras jadi bingung sendiri apa yang akan terjadi padanya jika ia hamil, kemungkinan besar pasti ia akan di pecat jika sheryl tahu kalau dirinya hamil apalagi anak dari ayah qiana


"atau kita nikah saja" ucap mario sekenanya


"haa" laras tidak percaya ucapan mario "jangan mengada ngada deh pak, emang bapk pikir pernikahan kaya mainan yang asala pilih suka gitu" balas laras tak setuju dengan ajakan mario


"terus gimana dong" balas mario


"sudah lah tuan, anggap gak terjadi apa-apa saja untuk saat ini ,kalau saya hamil kita pikirin itu nanti" balas laras pada akhirnya


"oke kalau gitu" mario beranjak dari duduknya "kita akan bahas lagi jika benar kamu hamil" mario berjalan keluar kamar laras dengan langkah perlahan


***


qiana sedang membantu laras membuat kue di dapur dengan toping aneka buah yang sempat mario beli di pasar " bagus gak nona" tanya laras tentang hasil kue buatannya dan qiana


"bagus bik, foto dulu ya buat di kirim ke mama" qiana menyerahkan ponselnya pada laras agar laras bisa mengambil gambarnya untuk di kirimkan sheryl


"sudah nona" laras menyerahkan ponsel qiana karena sudah selesai mengirim foto pada sheryl


"yuk makan sama ayah bik" ajak qiana


"iya nona" laras membawa kue yang ia buat ke ruang tengan di mana sudah ada mario di sana yangs edang menonton TV


"cobain kue bikinan qiana dan bik laras yuk yah" ajak qiana


"wah kalian bikin kue" mario tersenyum melihat kue bikinan anaknya "pinternya anak ayah" amrio mengecup pipi qiana

__ADS_1


"yang buat bukan qiana doang loh yah tapi bik laras juga, bik laras gak di cium kaya qiana" tanya qiana dengan polosnya


"hah" mario melongo mendengar ucapan anaknya


"papa biasanya cium qiana dan mama kalau kita habis buat sesuatu kenapa ayah gak gitu" tanya qiana penuh harap


mario mendekat ke arah laras yang memang posisinya tepat di batasi oleh qiana saja "cup" mario mengecup pelipis laras membuat laras membelalakan matanya lebar


"sudah kan sayang" tanya mario


"iya ayah" qiana mulai menikmati kue buatannya dan juga mario yang juga ikut memakannya sedangkan laras sudah kehilangan nafsu karena tingkah mario yang begitu tak tahu malunya


"sudah ngantuk bik" ucap qiana mengucek matanya


"kita sikat gigi dulu baru tidur" ajak laras menggendong tubuh mungil qiana


"tapi pengen di dongengin ayah" pinta qiana


"ya sudah nanti ayah ke sana setelah ganti pakaian tidur ya" balas mario


baru laras akan pergi qiana menahan tangannya " bik laras temenin qiana sampai tidur dulu, baru pergi" pinta qiana


"nanti kan mau di dongengin sama ayah" balas laras


"tapi pengen di temenin bibik juga" pinta qiana memanjukan bibirnya beberapa senti itu


"ya sudah temani dulu sampai tidur" ucap mario yang baru saja masuk kamar qiana


"temenin ya bik" rengek qiana


"ya sudah" laras naik ke ranjang dan tidur di sebelah kanan qiana sedangkan mario rebahan di sebelah kiri qiana


"mau dongen apa sayang" tanya mario

__ADS_1


"dongeng putri tidur yah" pinta qiana


"oke" mario mulai membacakan dongeng putri tidur yang ia baca dari tab miliknya yang sempat ia bawa


tak lama bercerita qiana pun sudah tertidur pulas "cup" mario mengecup pipi qiana yang sudah tertidur


laras bangun secara perlahan untuk pergi dari kamar qiana, karena berlama-lama di sana sungguh canggung rasanya karena ada mario


laras membuka pintu kamar qiana dengan gerakan pelan "tunggu" mario menahan tangan laras


laras melirik ke arah tangannya yang di tahan mario "ada apa lagi" tanya laras dengan nada ketus


mario menutup kamar qiana dengan gerakan pelan dan mendorong tubuh laras sampai mentok di dinding "ayo kita pikirkan lagi setelah memiliki anak" ucap mario langsung melahap bibir laras


laras meronta dan mendorong tubuh mario menjauh " tuan sudah gila apa ya" tanya laras dengan ketus


"iya mungkin" mario kembali menabrakan bibirnya ke bibir laras, tak memperdulikan laras yang terus memukul dada mario


perlahan gerakan pukulan itu mulai melemah dan berganti menjadi melingkar di leher mario, sentuhan mario begitu memabukan untuk laras sampai membuat laras seolah kehilangan akal dan mulai menerima ******* mario dan bahkan kini laras dengan beraninya membalas mario


mario menggendong tubuh laras bak koala tanpa melepaskan pangutannya. mario membawa tubuh laras masuk ke dalam kamarnya "ceklek" mario mengunci pintu kamarnya tanpa melepas laras dari gendonganny


mungkin dua orang itu sudah gial karena terlena dengan perbuatan yang memabukan itu. dengan cepat mario melucuti benda penghalang di tubuh mereka dan mereka pun saling bertukar peluh dengan suara merdu yang makin membakar hasrat mereka  berdua


"huuuhhh" mario menghela nafas dan ambruk di sisi sebelah laras yang sudah memejamkan matanya karena begitu lelah


mario menoleh ke samping menatap laas yang seakan ingin tertidur "jangan tidur dulu ras" pinta mario


"ngapa lagi sih tuan, nagntuk ini sudah capek, sudah dua kali juga" balas laras masih memejamkan matanya


" belum selesai ras" ucap mario mengarahkan tangan karas ke pusaka miliknya yang masih berdiri dengan tegak


laras menoleh ke arah mario "gak capek apa tuan" rengek laras dengan muka memelas

__ADS_1


"nanti kamu juga mendesah lagi " mario kembali memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu memabukkan di tubuh laras yang benar-benar tak bisa laras tolak, dan akhirnya laras hanya mengeluarkan suara-suara indah yang makin membuat mario semangat untuk memompa laras sepanjang malam


__ADS_2