
qiana menghampiri putera yang kini sedang berdiri menunggunya "kok kakak di sini" tanya qiana
"mau jemput kamu lah" balas putera
"kayanya aku nyuruh pak anto buat jemput deh, bukannya kakak" sahut qiana
" iya emang kamu nyuruh pak anto buat jemput tapi aku yang larang dia, tadi waktu k rumah kamu, kata damian kamu lagi nemenin vansh ikut acara sekolahnya jadi aku nyusul ke sini deh " balas putera
"dasar kak putera, gak bisa ya hidup sehari gak ada qiana" kekeh qiana
putera memeluk leher qiana dengan satu tangannya "iya lah gak bisa, kamu kan adik kesayangan kakak" balas putera
"ya sudah bantu vansh bawain barang kita ya" pinta qiana
qiana dan putra berjalan ke arah villa untuk mengambil barangnya dan vans yang tersisa di kamar
Dion yang sedari tadi melirik ke arah qiana, menatap tak suka akan interaksi qiana dan putera yang terlihat begitu dekat tapi dia bisa apa, dia kan bukan siapa-siapanya qiana
***
putera menurunkan barang bawaan qiana dan vansh dari bagasi mobilnya "kak aku panggil pelayan bentar" qiana pamit masuk untuk memanggil pelayan agar baranganya di bawa masuk ke dalam
"iya" balas putera
setelah pelayan keluar, putera berjalan masuk ke dalam rumah menghampiri qiana yang sedang bermalas-malasan di kamarnya
"kebiasaan banget sih kamu princess" putera menghampiri qiana dan menaikan kaki qiana yang masih menggantung di tepi ranjang
"lelah kak" balas qiana yang tidak ingin bergerak sama sekali
"pasti kamu ikutin semua lombanya ya" tanya putera
"hehehehe, iya kak" balas qiana
"kebiasaan" putera menjitak kepala qiana dengan cukup keras "jangan terlalu semangat kalau ujung-ujungnya kamu kelelahan seperti ini" ucap putera yang tak ingin qiana terlalu lelah
"gak papa sih kak, sesekali ini dan gak sering-sering amat buat ikut vansh di acara sekolahnya' bals qiana
"ngomong-ngomong siapa pria yang tadi ajak kamu ngobrol" tanya putera
__ADS_1
qiana mengerutkan keningnya "siapa" tanya qiana tanpa merubah posisi rebahannya
"laki-laki yang ngobrol sama kamu waktu kakak datang" balas putera
"oh, itu guru matematika qiana di sekolah" bals qiana
"kok bisa ada di sana juga bukannya kata kamu, sabtu ada pelajaan matematika ya" tanya putera
"dia gantiin kakaknya untuk jadi perwakilan keluarga keponakannya " balas qiana
"emmmm" putera mengangguk " dia sudah menikah belum" tanya putera
"katanya sih belum kak, kenapa" tanya qiana yang kini duduk menghadap putera
putera tentu tahu arti tatapan Dion pada qiana tapi dia tidak ingin mengucapkan hal itu yang anntinya membuat qiana merasa tidak nyaman di kemudian hari dengan gurunya "enggak papa, cuma mau nanya saja" bals putera
"ya sudah aku tiduran bentar ya kak, capek banget soalnya" ucap qiana yang kini memejamkan matanya dan memunggu putera
putera menyelimuti qiana "cup" putera mengecup kening qiana dan melangkah perlahan ke arah pintu lalau menutupnya pelan
putera menyempatkan diri untuk melihat vansh yang ternyata juga sudah tertidur, putera kembali melanjutkan langkahnya untuk turun ke bawah "hai damian" sapa putera
"kamu gak main" tanya putera yang melihat damian tumben ada di rumah padahal baisanya dia selalu bermain bersama teman-temannya
"lagi malas kak, soalnya di ajaknya keluar kota, aku kan lagi di suruh mama buat nemenin qiana, bisa di gorok sama ayah kalau ketahuan main dan ninggalin qiana " balas damian
"iya juga sih" putera duduk di sebelah damian yang sedng duduk di sofa ruang keluarga
"kakak gak main, biasanya hari minggu kakak main sama pacar kakak setelah lihat qiana" tanya damian
"lagi jomblo, kemarin putus gara-gara di amuk sama kakek karen pacar kakak marahin qiana" balas putera
"kakak sedih gak putus dari pacar kakak" tanya damian
"enggak lah, ngapain sedih putus sama pacar yang marah-marah gak jelas sama adik kakak" balas putera
"tapi menurut aku wajar kalau pacar-pacar kakak cemburu sama qiana soalnya perhatian kakak selalu terpusat buat qiana jadi wajarlah kalau mereka cemburu" ucap damian
"mas sih" tanya putera
__ADS_1
"itu sih menurut sudut pandang aku, gak tahu juga kalau anggapan aku salah kak, aku kan belum pernah pacaran, yang sering pacaran sih revano " balas damian
putera jadi memikirkan ucapan damian padanya tentang perhatian yang diberikannya untuk qiana tapi putera segera menampiknya, menurutnya wajar saja dia memberikan perhatian itu pada qiana karena perhatiannya untuk adik-adiknya, dilan dan neo juga menurutnya sama porsinya
***
qiana membuka mata dan mendapati sudah pukul 8 malam saja, pantas saja ia merasa lapar "lapar" gumam qiana mengusap perutnya
qiana berjalan menyusuri anak tangga untuk turun ke bawah untuk mencari makanan "masih ada gak ay makanan" gumam qiana mencari-cari makanan yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar
makanan matang sepetinya kosong karena ini sudah malam "masa masak sendiri, gak bisa masak" gumam qiana membuka isi kulkas bingung akan makan apa
"kamu lapar" suara seseorang yang membuat qiana berjingkat kaget
"ya ampun kakak" qiana mengusap dadanay yang masih berdegup kencang karena terkejut " jangan kagetin qiana napa" kesal qiana yang di kagetkan oleh putera
'kamu saja yang lebay, kakak kan suaranya pelan tapi kamu sudah kaget " kilah putera
"ya kan aku lagi fokus lihat menu yang ada di kulkas, bisa di buat apa" balas qiana mencebikkan bibirnya
putera berjalan ke arah qiana dan menarik pintu kulkas yang masih berada di tangan qiana " biar kakak yang masak buat kamu, tadi masakanya kakak suruh di bawa pulang sama pelayan yang biasanya pulang ke rumah soalnya gak bagus juga kamu makan yang lama karena kakak pikir kamu akan lebih malam bangunnya" ungkap putera
"gak tahu juga kenapa qiana sudah bangun, mungkin faktor kelaparan kali" balas qiana
"ya sudah duduk saja, kakak gak akan lama masaknya" ucap putera
"kakak emang yang terbaik deh" balas qiana begitu senang putera akan memasak untuknya
"bisa aja kamu muji kakak" putera di buat tersenyum senang dengan pujian sederhana yang di ebrikan qiana untuknya
tak sampai 15 menit, nasi goreng buatan putera jadi "nih makan dulu" putera menyodorkan piring berisi nasi goreng agar bisa di nikmati qiana
"makasih ya kak, aku makan nih" qiana mulai menyendokan nasi goreng buatan putera ke mulutnya
" maskan kakak emang yang terbaik" puji qiana
"semua juga kamu bilang terbaik, masakan mamaku, bunda kamu, mama kamu dan nenek kan kamu bilang enak" sahut putera
"kita kan emang harus memuji orang yang sudah bekerja keras untuk kita" kekeh qiana
__ADS_1