Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 9


__ADS_3

Lea membelalakan matanya lebar akan ucapan bunda Laras yang baru saja ia dengar "bagaimana bisa Anda setega itu pada anak anda sendiri" Lea tak percaya akan ancaman yang di berikan oleh bunda Laras padanya jika nekat memilih bersama dengan Edzar


Bunda Laras mengedikkan bahunya " pengalaman hidup mengajarkan saya untuk bersikap tega agar tidak di tindas jadi jika dia tidak menghargai saya sebagai wanita yang telah melahirkannya kenapa saya harus menghargai dia yang sudah saya besarkan dengan susah payah dan dengan penuh cinta" balas Bunda Laras


"kenapa tante benci banget sama saya, salah saya apa saya tante" tanya Lea dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya


"kamu tanya salah kamu apa" Bunda Laras berdecak heran "jangan bilang kalau ibumu tidak cerita kelahiranmu yang tak di rencanakan serta kegagalannya mencoba merebut suamiku dulu" ucap Bunda Laras dengan tajam


"deg" jantung Lea makin berdetak kencang "itu.... " suara Lea tersendat tak sanggup bicara seakan suaranya tersangkut di pangkal tenggorokan


melihat reaksi Lea tentu saja bunda Laras tahu kalau Lea tahu cerita itu "kalau kamu tahu cerita itu harusnya kamu tahu diri akan tindakanmu itu" tegas Bunda Laras


"tapi pernikahan tante sama om kan baik-baik saja dan masih bertahan sampai sekarang" sangkal Lea tak mau di salahkan akan cerita masalalu orang tuanya


"tapi sakitnya masih terasa jelas!" teriak Bunda Laras dengan lantangnya


"tenang nyonya" Salma jadi takut kemarahan bunda Laras akan berpengaruh pada kesehatan bunda Laras sebab Salma tahu betul Bunda Laras punya penyakit darah tinggi yang tak akan berakhir jika orang dengan penyakit darah tinggi kesal ataupun marah-marah


Bunda Laras mengusap lengan Salma "tidak masalah Salma" Bunda Laras menenangkan Salma kalau dirinya tidak apa-apa


Bunda Laras menatap tajam ke arah Lea "menjauh dari kehidupan putera saya atau akan saya hancurkan hidup kamu" ancam bunda Laras tak main-main


"gak akan, saya gak akan menjauhi Edzar " tolak Lea dengan tegas


"oke" Bunda Laras mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang


"saya mau kamu tuntut Lea Askiya atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan berikan dia hukuman yang berat karena berusaha mencemarkan nama baik perusahaan saya" ucap Bunda Laras dengan lantang agar Lea bisa mendengarnya dengan jelas


"iya nyonya" balas orang dari seberang telponnya

__ADS_1


"tante! " teriak Lea setelah mendengar bunda Laras ingin menuntutnya


"apa" tanya Bunda Laras dengan santai


"anak aku masih dua tahun tante, bagaimana anda tega biarin seorang anak jauh dari ibunya" balas Lea mengiba pada bunda laras agar bunda Laras membatalkan tuntutannya


"kamu yang mulai itu" Bunda Laras berlalu pergi dari ruangan satpam berpapasan dengan Edzar yang berlari ke arahnya dengan langkah tergesa-gesa


"bunda " panggil Edzar


"kalau kamu mau bela wanita itu silahkan saja lawan bunda, dan kita lihat siapa yang akan menang" ucap Bunda Laras


"aku gak mau bela wanita itu bun" balas Edzar


"lalu kenapa kamu biarin masalah ini berlarut-larut hah!" tanya Bunda Laras dengan suara tinggi


"maaf bunda" Edzar hanya diam menunduk tak mampu menjawab bundanya sebab ini adalah salahnya menunda-nunda mengusir Lea dari hidupnya


bunda Laras menoleh ke arah Salma yang ada di belakangnya "Salma temenin saya ke rumah sakit ya, kalau sampai darah tinggi saya kumat nanti ayahnya anak-anak gak akan bisa tidur " ajak Bunda Laras ingin di temani Salma


"iya nyonya tapi saya ambil tas dulu" balas Salma


"tinggal saja, yang penting kamu bawa ponsel kan, biar nanti Edzar yang antar tas kamu ke rumahmu" Bunda Laras langsung menarik Salma untuk pergi dari sana tanpa menunggu reaksi Edzar yang masih diam menunduk tak berani menatap bundanya karena lagi-lagi ia menyakiti hati bundanya karena orang yang sama walaupun kali ini bukan niatannya


"Edzar" panggil Lea dengan suara mendayu-dayu


"tolongin aku dong Edzar, masa bunda kamu mau nuntut aku" adu Lea dengan suara manja di buat-buat


Edzar mendongak dan menatap tajam ke arah Lea "harusnya aku habisin kamu dari dulu kalau karena kamu hati bundaku merasakan sakit" cecar Edzar dengan penuh amarah yang sangat sulit ia tahan

__ADS_1


Lea begitu terkejut saat Edzar membentaknya dengan kata-kata yang begitu kasar "kenapa kamu berubah sekarang Edzar" tanya Lea tak percaya dengan apa yang ia lihat


"kamu pikir aku masih laki-laki bodoh yang percaya ucapanmu begitu saja hah" teriak Edzar yang emosinya sudah di ubun-ubun


Lea meraih tangan Edzar "kamu hanya marah karena aku sempat menikah dengan orang lain kan, dan kamu merasa cemburu dengan itu jadi kamu berniat memberiku pelajaran, sekarang aku sudah paham betapa pentingnya kamu di hidupku jadi sudah ya marahnya" pinta Lea dengan wajah mengibanya yang mungkin membuat orang muak melihatnya


Edzar menampik tangan Lea dengan kasar "kamu itu emang gak bisa di ajak bicara baik-baik ya" Edzar menoleh ke arah James "laporan dia ke polisi sekarang" titah Edzar pada asisten pribadinya


"sudah saya hubungi tuan" balas James


"kamu tega sama aku Edzar" protes Lea


"jadi orang harus punya harga diri Lea, dan jaga image kamu di depan umum setidaknya untuk anak kamu bukannya mempermalukan diri dengan berlaku seperti ini" bentak Edzar


"itu karena aku cinta sama kamu Edzar! " balas Lea tak kalah berteriak


"kamu pikir aku percaya hah! " Edzar menunjuk ke arah Lea dengan tatapan nyalang "kamu bukan cinta aku tapi hanya sekedar ingin hartaku saja, jika aku di coret dari daftar keluarga, aku yakin kamu akan mundur teratur" tukas Edzar bergegas meninggalkan Lea di lobi perusahaan miliknya


"Edzar" teriak Lea yang tak di pedulikan sama sekali oleh Edzar


James menghalau Lea "jangan melewati batas nona atau saya akan menambah pasal tuntutan pada anda" ancam James yang begitu kesal pada makhluk bebal di hadapannya


Edzar melangkah lebar ke arah kantornya "SIAL" umpat Edzar menghancurkan barang-barang di kantornya


" kenapa jadi gini sih" kesal Edzar akan kejadian yang tidak ia duga sama sekali kalau bundanya akan datang ke kantor dan marah besar


padahal awalnya, ia hanya ingin melihat wanitanya mengatakan dirinya milik Salma di depan Lea tapi malah keisengannya berdampak besar seperti ini


kali ini pasti kakaknya akan marah besar jika tahu dirinya melukai hati bundannya karena wanita yang sama dan tidak mungkin dia akan di coret dari daftar keluarga jika bundanya tetap marah padanya

__ADS_1


"aku harus gimana" gumam Edzar mengacak rambutnya saking frustasinya


__ADS_2