Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 80 - Pertempuran Yang Belum Berakhir


__ADS_3

Setelah peristiwa dramatis yang terjadi dalam pertarungan dengan Arsen, Ash dan Tuan Theo membawa tubuh lemas Arsen ke pihak berwenang untuk diproses sesuai dengan hukum. Keduanya merasakan beban berat dari kejadian tersebut, tetapi mereka juga merasa lega bahwa keadilan akan dijalankan.


Namun, rupanya perjalanan mereka menuju sebuah ketenangan masih panjang. Tidak lama terdengar sebuah tembakan dan suara orang terjatuh ambruk tidak jauh dari tempat persembunyian Shena dan Tuan Thomi.


Tuan Theo terkena tembakan dari anak buah Arsen yang masih hidup dan tidak terima dengan kekalahan atasannya. Dalam lemahnya, mengetahui Tuan Theo tidak sadarkan diri karena tertembak, ia hanya menyeringai puas.


"Aku akan menambah gajimu nanti." Kata Arsen dengan lemahnya, tapi ia merasakan kesenangan.


Shena yang melihat kejadian itu tidak jauh, hatinya langsung hancur melihat ayahnya tertembak sampai tidak sadarkan diri.


"AYAHHH!!"


Ia berlari sekencang-kencangnya menghiraukan senapan yang bisa saja mengintai untuk mengenainya.


Ash yang tidak jauh berada di sampingnya pun, langsung melepaskan Arsen dan menghampiri Ayah mertuanya.


"Ayah. Tidak... Bangun!!! hiks.. bangun Ayah... hiks.. Ayah, hiks.. hiks... bertahanlah. Jangan tinggalkan aku. Ayah bangun!!" Teriak Shena histeris. Ia ambruk di tubuh ayahnya yang berlumuran darah keluar dari dadanya.


"Tuan, ambulance dan polisi akan segera datang." Ucap Dayn.

__ADS_1


Ash hanya mengangguk.


"Ayah akan baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir, dokter akan menanganinya." Ash berusaha menenangkan Shena dalam dekapannya yang sedari tadi menangis.


Dengan hati yang penuh tekad, Ash dan Shena tiba di tempat pertempuran, di mana Dayn masih menahan Arsen yang terluka. Ash segera bergabung dengan Dayn, sementara Shena berdiri di samping mereka dengan tekad yang kuat berharap ayahnya dapat diselamatkan.


"Aku tidak akan membiarkan kalian melukai mereka lagi!" seru Ash dengan suara yang penuh amarah. Dia menatap Arsen dengan tatapan tajam, menunjukkan keberanian dan ketegasannya.


Shena, meskipun masih terguncang oleh kejadian sebelumnya, mengumpulkan keberanian dalam dirinya. Dia meraih tangan Ash dengan erat, memberikan dukungan dan keyakinan pada suaminya bahwa dia bisa mengatasi semuanya.


"Aku di sini, Shena. Aku berjanji ayahmu akan baik-baik saja dan dia akan dihukum seberat-beratnya," kata Ash dengan suara mantap.


Dayn melihat ke arah mereka berdua dengan pandangan yang penuh rasa hormat. Dia tahu bahwa Ash dan Shena adalah pasangan yang tak terpisahkan, dan bersama-sama mereka dapat mengatasi segala rintangan.


Namun, Arsen hanya tersenyum dengan sinis, wajahnya penuh dengan kebencian dan ketidakpuasan. Dia mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Dayn, tetapi Dayn bertahan dengan kuat, tidak membiarkannya lolos.


"Tampaknya kalian bertiga terlalu yakin pada diri sendiri," kata Arsen dengan suara yang bergetar oleh kebencian. "Kauu akan menyesal telah melawan ku!"


Tiba-tiba, suara sirene polisi dan ambulance terdengar saling bersahutan di kejauhan. Pasukan keamanan yang dipanggil oleh Ash telah tiba, siap untuk membantu mereka melawan Arsen dan anak buahnya.

__ADS_1


Ash, Shena, dan Dayn merasa lega mendengar suara sirene itu. Mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dalam pertempuran ini, bahwa mereka memiliki dukungan yang kuat.


"Arsen, permainanmu berakhir," kata Ash dengan suara yang penuh ketegasan. "Kau tidak akan bisa melarikan diri kali ini."


Dalam serangan terakhir yang penuh tekad, Ash, Shena, dan Dayn bersama-sama melawan Arsen dan anak buahnya. Pertempuran yang intens dan berbahaya pun dimulai, dengan serangan dan pertahanan yang saling bergantian.


Pasukan keamanan melibatkan diri dalam pertempuran, membantu Ash, Shena, dan Dayn dalam menghadapi musuh-musuh mereka. Mereka bergerak dengan kecepatan dan keahlian, membentuk tim yang solid.


Dalam kekacauan pertempuran, Ash dan Shena saling melindungi satu sama lain. Mereka berdua menjadi satu kesatuan yang kuat, saling mendukung dan memberikan keberanian pada saat-saat yang paling kritis.


Saat pertempuran semakin sengit, Arsen dan anak buahnya menyadari bahwa mereka berada dalam keadaan terjepit. Mereka berusaha melarikan diri, tetapi pasukan keamanan yang tangguh dan Ash yang tak kenal takut menghalangi mereka.


Akhirnya, Arsen dan anak buahnya berhasil ditangkap oleh pasukan keamanan. Pertempuran itu berakhir, dan keadilan akhirnya tercapai.


Setelah pertempuran usai, Ash, Shena, dan Dayn duduk bersama di mobil ambulance mengantarkan Tuan Theo sembari merenungkan peristiwa yang baru saja terjadi. Mereka mengucapkan terima kasih satu sama lain atas keberanian dan dukungan yang mereka berikan.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kalian tidak ada di sini," kata Shena dengan suara yang terisak. "Kalian berdua adalah pahlawan sejati."


Ash dan Dayn tersenyum, merasa bangga atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka tahu bahwa mereka telah melindungi orang-orang yang mereka cintai dan menempatkan keadilan pada tempatnya.

__ADS_1


"Pertempuran ini mungkin telah berakhir, tetapi perjuangan kita tidak berakhir di sini," kata Ash dengan serius. "Kita akan terus melawan kejahatan dan melindungi keluarga kita. Bersama, kita akan menghadapi masa depan dengan keberanian dan keteguhan."


"Yang kita fokuskan sekarang adalah keadaan ayahku. Apakah ayah ku bisa diselamatkan?" Tanya Shena dan Ash hanya bisa mendekap dalam pelukannya.


__ADS_2