
mata mario terbelalak lebar saat mendengar anak yang baru dilahirkan sheryl, anak kandungnya di culik "apa kau bilang tadi" mario menatap nyalang pria muda yang barusan masuk kamar untuk memberitahukan perihal anaknya di culik
mario melangkahkan kainya lebar mencengkram kerah pria berjas putih itu "jangan main-main kamu, baru satu jam lalu anak kami di sini kenapa bisa di culik, emang apa kerjaan kalian hah!" teriak mario pada pria berjas putih itu yang tak lain adalah dokter yang bekerja di rumah sakit miliknya
sheryl langsung menangis saat mendengar anaknya di culik "anak kita mas" tentu perasaan sheryl kali ini tak baik-baik saja setelah mendapat kabar kalau anaknya di culik
mario mendorong tubuh dokter rumah sakitnya dengan kasar dan begegas menghampiri sheryl "tenang sayang, mas pasti akan cari anak kita" ucap mario mencoba menenangkan istrinya walaupun dirinya sendiri tentu sedang tak baik-baik saja saat mendengar anaknya di culik
sheryl memeluk mario erat "kenapa anak kita di culik mas" tanya sheryl
mario hanya bisa diam tak bisa menjawab, kali ini dia benar-benar kecolongan di rumah sakit miliknya
mario mengurai pelukannya dan menatap lekat sheryl "mas pasti akan mencari anak kita sayang" ucap mario
kinan yang mendengar kabar anak sheryl di culik pun langsung berlari menghampiri sheryl "sheryl" kinan langsung berlari menghambur memeluk sheryl "kakak dengar hal itu" ucap kinan dengan suara lirih
suara sheryl tercekat "anakku kak" tangis sheryl pecah dalam pelukan kinan
"bisa minta tolong temani sheryl" tanya mario yang di jawab anggukan kepala oleh kinan
melihat sudah ada kinan yang menjaga sheryl, kaki mario melangkah lebar ke arah luar "jelaskan semuanya sama saya kenapa kalian bisa kecolongan seperti ini " kesal mario pada dokter di rumah sakit miliknya itu
mario menoleh pada Hans "kali ini kau harus membantuku" pinta mario dengan suara memohon
hans mengangguk "baiklah" balas Hans langsung mengiyakan
hans langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan anak sheryl, begitu juga mario. mario mulai menyisir semua tempat dan mengecek setiap CCTV yang ada di rumah sakit dan juga sekitar rumah sakit untuk mencari tahu siapa yang menculik istrinya
__ADS_1
kabar penculikan anak sheryl tentu sudah sampai di telinga semua kerabat dekat dan juga termasuk ayah burhan
"mina, jagain putera ya, saya harus ke rumah sakit buat lihat sheryl" ucap ayah burhan yang sudah terlihat jelas raut khawatirnya
jemina memeluk ayah burhan "iya, mina bisa jagain putera kok, om ke sana saja lihat sheryl dan bantu cari anak sheryl" balas jemina
ayah burhan mengecup kening jemina "terima kasih" ayah burhan langsung bergegas datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya
***
sheryl masih menangis dalam pelukan kinan, sheryl begitu sedih anaknya di culik "siapa yang nyulik anakku kak" tanya sheryl dengan isak tangisnya
kinan nampak berpikir "kira-kira siapa yang membencimu atau mario? mungkin saja ada salah satu orang yang dendam padamu atau mario jadi menculik anak kamu" tanya kinan
sheryl nampak berpikir "kalau yang benci mas mario ya banyak lah kak, dia kan pengusaha sukses yang sudah sering ngalahin beberapa pengusaha dan membuat kesal mereka karena kesombongan suamiku itu" sheryl terus memeras otaknya memikirkan siapa yang mungkin menculik anaknya karena walaupun banyak yang membenci suaminya tapi tak ada yang sampai mau mengganggu dirinya
"regina" tiba-tiba saja terlintas nama itu di benak sheryl
"wanita yang di tolak mas mario" balas sheryl
sheryl langsung menghubungi suaminya untuk memastikan sesuatu karena sheryl tahu kalau mario sedang mengecek CCTV "mas sudah lihat CCTV di ruang bayi" tanya sheryl langsung pada intinya
mario sedikit gugup, matanya jelas melihat siapa orang yang membawa baby qiana walaupun wanita itu menutup mukanya dengan masker tapi tetap saja mariomasih bisa mengenali dengan baik siapa wanita itu "itu....." mario sedikit ragu menjawab siap yang sudah menculik baby qiana
sheryl langsung menajamkan matanya "kalau sampai benar apa yang aku pikirkan, habis wanita itu mas" ucap sheryl dengan nada tegas
mario mengernyitkan dahinya "emang siapa yang kamu pikirkan?" tanya mario dengan hati-hati
__ADS_1
"denger ya mas, selama ini aku gak pakai cara keras karena aku menghargai kamu sebagai suamiku yang katanya ingin menjaga aku dan anak kita jadi aku menghormati cara kamu tapi aku ada batas kesabaran" bentak sheryl tak suka dengan sikap lembek suaminya yang menyebabkan anaknya dalam bahaya padahal jelas waktu itu anak mereka hampir celeka oleh orang yang sama
"jangan salah paham sayang" balas mario dengan gugup akan reaksi sheryl
"sumpah demi apapun mas, saat aku mendapatkan dia yang nyulik qiana maka aku yang akan menembaknya tepat di kepalanya" ucap sheryl dengan nada penuh amarah dan tak main
kinan menutup mulutnya tak percaya akan ucapan sheryl yang begitu menakutkan begitupun ayah burhan yang baru masuk ke ruangan rawat sheryl dan tak sengaja mendengar ucapan sheryl pada mario, ayah burhan tentu sangat terkejut sheryl mampu berucap mengerikan seperti itu
"sheryl" ayah burhan langsung mengguncang tubuh sheryl "apa yang kamu ucapkan ?" tanya ayah burhan tak percaya sheryl bisa berucap akan menembak seseorang, anaknya bukanlah penjahat yang bisa membunuh seseorang dengan mudah
air mata sheryl berjatuhan dengan bebasnya "anakku yah" tangis sheryl pecah mengingat anaknya yang di culik
hati ibu mana yang tak sakit saat mengetahui ada orang yang coba menyakiti anaknya, selembut apapun seorang ibu bisa langsung jadi monster jika itu bisa melindungi anaknya
ayah burhan memeluk sheryl dan mengusap punggunng sheryl dengan lembut "tenang sayang, kita pasti bisa menemukannya " ucap ayah burhan mencoba menenangkan sheryl
"aku takut dia menyakiti anakku yah" ucap sheryl masih terisak, tentu sheryl mengingat segila apa regina dulu. dan bukan tak mungkin regina akan kembali menyakiti anaknya
"kalau gitu minta bantuan om kamu saja" usul ayah burhan
sheryl mengurai pelukannya dan dalam sekejap menghentikan tangisnya "om yang mana" tanya sheryl tak mengerti apa yang di maksud oleh ayah burhan
ayah burhan menghela nafas "ayah tahu kalau kamu masih berhubungan sama om kamu, adik dari mendiang ibumu" balas ayah burhan
tentu ayah burhan pernah mendengar tentang Arkana abraham adik satu-satunya mendiang istri tercintanya yang di usir oleh Jovanka abraham, kakek dari sheryl karena terlibat dengan dunia hitam
"bagaimana ayah tahu itu" tanya sheryl tak percaya jika ayahnya tahu hal itu
__ADS_1
"tentu ayah tahu, biar gimanapun dia kan sellau melindungi kamu dari jauh karena kamu adalah keluarga satu-satunya yang ia miliki saat ini" balas ayah burhan
mendengar itu dari ayahnya, sheryl tak ingin menunda waktu lagi, ia langsung menelpon om arkana untuk meminta bantuan mencari tahu keberadaan anaknya