Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Jalan bertiga (season 2)


__ADS_3

Qiana, Tiara dan cindy menghabiskan waktu mereka untuk jalan bertiga sekedar menikmati waktu liburan kuliah mereka mengganti waktu mereka yang terpisah jarak selama satu tahun belakangan "sayang ya Roland gak bisa ikut kita" cicit Cindy menyayangkan Roland yang tak bisa ikut bergabung karena harus membantu orang tuanya di perusahaan sehingga anggota geng semasa sekolahnya kurang lengkap


"dia kan harus belajar jadi pewaris tunggal perusahaan, jadi yang mau gak mau harus mengorbankan waktu bermainnya" balas Tiara


Qiana melirik kedua sahabatnya "kalian juga pewaris tunggal di keluarga kalian, kenapa kalian gak ikut terjun mengurus perusahaan dari sekarang, kalau aku mah jelas saudara laki-lakiku lah yang akan ambil alih perusahaan aku mah tinggal nikmati hasilnya" tanya qiana pada kedua sahabatnya yang jelas adalah anak tunggal tidak seperti dirinya yang mempunyai saudara lain yang nantinya akan mengambil alih perusahaan bukan dirinya yang seorang wanita


cindy yang berada di sebelah tiara menoleh ke arah Qiana "enak kamu ya qiana, punya saudara laki-laki jadi gak harus ambil pusing untuk nerusin usaha keluarga, tapi tetap dapat hasil karena pasti kamu dapat bagian saham perusahaan, mana perusahaan kamu juga cukup besar apa lagi perusahaan papa kamu itu, perusahaannya gak main-main cabangnya banyak kan" timpal cindy


"perusahaan papaku emang banyak cabangnya, yang di Inggris malah jauh lebih besar dari pada di sini, kalau yang di Indonesia mah besaran punya ayah mario" balas Qiana


"berasa paling kecil deh di antara kalian , kayanya perusahaan papiku aja yang biasa-biasa aja" sahut Cindy


"hussst gak boleh ngomong kya gitu" qiana memukul lengan cindy yang tak terlalu keras karena jarak mereka cukup jauh


"iya gak boleh ngomong gitu, walaupun perusahaan papimu kecil tapi semua kebutuhan kamu terpenuhi kan, lagian keluargamu itu jauh lebih baik dari kita" Timpal tiara lalu menoleh ke arah Qiana "iya kan qiana" tanya tiara meminta pembenaran oleh sahabatnya


qiana mengangguk "iya tahu, kamu harusnya bersyukur punya keluarga yang tak begitu sibuk dan meluangkan waktu banyak untukmu, coba kamu lihat aku deh" qiana menunjuk dirinya "mamaku selalu nemenin papaku ke luar negeri untuk ngecek perusahaannya dan aku sering di titipin vansh, sedangkan bundaku punya anak dua selain aku jadi waktunya betul-betul terbagi belum lagi kalau ayah yang lagi sibuk di kantor nanti bundaku harus bolak-balik ngurus ayahku ke kantornya aku juga kena getahnya ngurus dua bocil itu" jelas Qiana akan nasibnya yang jadi anak sulung dan mempunyai orang tua yang cukup sibuk


"iya bener itu cin, lihat aku juga deh saking sibuknya orang tuaku dan malah membuat mereka selingkuh akhirnyayang kena getah aku juga karena gak ada yang peduli dengan hidupku, waalaupun aku tetap bersyukur punya sahabat-sahabat yang baik dan punya pacar yang mencintaiku" kekeh tiara


"iya juga ya, harusnya aku bersyukur dengan hidupku, hidupku berkecukupan dan punya keluarga yang melimpahkan kasih sayang begitu besar untukku dan tak membaginya dengan yang lain" balas cindy


"ayok kita makan besar, terus kita belanja buat keperluan dapur kita" ajak tiara


mereka bertiga mulai berkeliling mall untuk membeli barang-barang mulai dari keperluan keseharian mereka, pakaian, makan nonton dan masih banyak lainnya. Mereka bertiga begitu bahagia bisa menghabiskan waktu bersama lagi setelah sekian lama


***

__ADS_1


terlihat cindy berdiri sambil memegang ponselnya dengan posisi agak jauh dari tiara dan Qiana"bicara apa ya serius banget" bisik tiara di telinga qiana saat melihat cindy begitu serius bicara


qiana mengedikkan bahunya "entahlah, gak tahu juga kita tunggu aja nanti dia juga akan cerita ke kita" balas qiana


cindy buru-buru berlari menghampiri tiara dan juga qiana "duh maaf teman-teman, mamiku minta aku pulang katanya kakek dan nenekku yang di kampung datang jadi aku di minta buat pulang sekarang"  ucap cindy dengan mimik wajah sedih


"wah rame dong sekarang rumahmu, biasanya kakek dan nenekmu datang pasti tantemu ikut, dan anak tantemu kan banyak banget" sahut tiara


"iya, rame emang karena tanteku juga ikut" balas cindy


"ya sudah kita anter kamu pulang sekalian sapa keluarga kamu" timpal qiana


"kita mampir buat beli kue dan buah dulu ya kata mami stok makanan di rumah cuma ada sedikit" pinta cindy


qiana mengacungkan jempolnya "oke" balas Qiana


setelah membeli aneka buah dan kue mereka datang ke rumah cindy untuk menyapa keluarga cindy yang baru datang dari kampung


mami sarah emnghampiri cindy "mana kue dan buahnya" todong mami sarah


"itu mih, qiana dan tiara yang bawa" tunjuk cindy


mami sarah melirik ke arah qiana dan tiara "bantu mami ya, soalnya keluarga tantenya cindy kumpul semua" pinta mami sarah


"iya tan" tiara dan qiana mengikuti mami sarah ke arah dapur untuk menyiapkan suguhan keluarga mami sarah


saudara kandung mami sarah memang hanya satu tapi anak dari kakak mami sarah yang bernama arum bramanta yang menikah dengan Andi saputra memiliki 5 orang anak yang jarak usianya tidak begitu jauh padahal usia mami sarah dan kakaknya hanya berjarak tiga tahun saja

__ADS_1


cindy langsung menyambut kakek dan neneknya serta saudara-saudara sepupunya yang berjumlah lima orang secara bergantian "kakek sama nenek kok repot-repot ke sini, padahal niatnya seminggu lagi cindy mau terbang ke jogja untuk liburan di sana sekalian papi kan ada kerjaan di sana" ucap cindy


"gak papa sayang, nenek kangen sama kamu, lagian kebetulan sepupu-sepupu kamu kan lagi libur sekolah" balas nenek Rita


"iya kak kami keburu kangen sama kakak, lama kalau nunggu kakak datang jadi kita aja yang ke sini" balas indah anak tante arum nomor tiga


"silhakan di makan ya semua, maaf kalau sajianya telat" mami sarah membawa berbagai piring berisis camilan serta buah-buahan dengan di bantu qiana dan tiara


"wah, qiana dan tiara juga ikut ke sini toh" sapa randi anak pertama tante arum yang seusia dengan cindy


"iya ran, sekalian mau lihat kamu dan adik-adik kamu jadi kita ikutan mampir ke sini" balas tiara


"sudah lama gak lihat kalian, jadi makin cantik saja kalian berdua" ucap randi


"bisa aja, kamu juga makin hitam dari pertama kita lihat" kekeh qiana


"nyebelin" randi yang memang memiliki kulit hitam karena turunan dari sangan ayah hanya bisa mendengus sebal akan ledekan qiana


"hitam gak papa ran, yang penting kan sehat" timpal tiara


qiana dan tiara menyalami keluarga jauh cindy satu persatu "nenek sama kakek ngineo berapa lama di sini" tanya tiara


"cuma dua hari saja, ayahnya anak-anak cuma dapat izin kerja dua hari " balas tante arum


qiana melirik ke arah sepupu-sepupu cindy "mau main ke rumah kak qiana enggak" tanya qiana


"enggak lah kak, takut ngerepotin nak qiana" tolak tante arum mewakili anak-anaknya untuk menjawab

__ADS_1


"enggak ngerepoti kok tante, aku ngajaknya ke rumah nenek aku, di sana kan halamanya paling luas jadi adik-adiknya bisa main lebih leluasa" ajak qiana


"ya sudah kalau gak ngerpotin" balas om andi


__ADS_2