Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 33 - Meeting Bersama Mantan


__ADS_3

Shena tertarik oleh sebuah tangan. Mulutnya di bekap. Shena tidak dapat mengenalinya di persembunyian, Karena orang yang menariknya juga memakai pakaian dan Hoodie gelap. Ia takut itu adalah orang yang mengejarnya tadi yang berhasil menangkap dirinya!


Shena terus meronta-ronta, Dia sungguh tidak bisa bergerak. Kedua tangan berada di belakang punggungnya, di genggam erat oleh pria yang menariknya tadi, sedangkan mulutnya masih tetap ditutupi dengan tangan besar pria itu. Genggaman makin erat ketika Shena semakin meronta. Shena berusaha melepaskan diri, dia terus saja menangis dan bicara dalam dekapan. Sampai suara langkah kaki yang berlari melewati mereka berdua.


Dan langkah seseorang melewati mereka, pria itu tidak juga melepaskan Shena. Shena terus meronta, menggelengkan kepala meminta di lepaskan. Disertai isakan yang tanpa henti sedari tadi. Sedangkan pria itu sendiri, wajahnya tidak begitu jelas, karena hoodie yang menutupinya.


"Sudah pergi!" Bicara seseorang tepat di telinga Shena.


"Uh!! Hiks..." Refleks Shena menoleh ke belakang dan tangisnya semakin deras kala menatap pria itu.


"Dia sudah pergi." Ucapnya sembari melepaskan cengkraman dan dekapan pada tangan dan mulut Shena.


Shena bernapas lega. Dia refleks menabrakkan kepalanya pada dada bidang Arthur, tangisannya pun makin terisak keras. Bukan karena takut, melainkan lega karena Arthur datang tepat waktu dan rupanya yang menyelamatkan dirinya dari dalam bahaya.


Arthur membalas dekapan, mengusap punggung dan kepala Shena untuk menenangkannya.


"Ssstt... Sudah aman. Tidak perlu takut. Ayo pulang." Ucap Arthur.


Shena makin terisak dalam dekapannya. Tapi Arthur, Menggendong Shena untuk masuk ke dalam mobil dan pulang.


Mansion Ash...


"Tidurlah. Aku akan menjagamu." Kata Arthur. Membaringkan Shena di ranjang dan menyelimutinya.


"Siapa pria itu? Mengapa mengikutiku? Selama aku menghabiskan waktu hari ini sendirian, Aku merasa di ikuti." Tanya Shena yang terlihat ketakutan.


Arthur hanya diam, tidak berniat menjawabnya.


"Kenapa kau diam? Siapa pria yang mengikutiku tadi?" Tanya Shena nada menggertak.

__ADS_1


Arthur menghela napas kasar.


"Mungkin orang yang akan berniat jahat padamu, Karena melihat wanita cantik yang berjalan sendirian." Jawab Arthur dengan sebuah candaan.


"Apa ada hubungannya dengan Ayahku? Atau Paman Ash?"


"Tidak ada. Jangan berpikir macam-macam. Pria tadi hanya kebetulan mencari mangsa saja, dan sasarannya kau, untung saja aku datang tepat waktu."


"Kau yakin?!" Tanya Shena masih ragu.


"Ehemm... Sekarang tidurlah. Aku akan tidur di sofa."


Shena membaringkan badannya di ranjang, Arthur pun juga membaringkan badannya di sofa. Hingga Shena terlelap, Arthur masih terjaga dengan ponsel di genggaman.


...***...


Pagi Hari...


"Kau.. Ingin kemana?" Tanya Shena berteriak dan Arthur pun menghentikan langkahnya, lalu menoleh.


"Ke Perusahaan sebentar. Ada meeting. Aku harus menggantikan Ash mengurus perusahaannya." Jawab Arthur.


Shena mengangguk, dengan menunduk.


"Ayoo!!" Arthur menarik lengan Shena untuk mengikutinya.


"Eh.." Pekik Shena terkejut saat ia ditarik.


"Kau juga ikut aku ke perusahaan. Kau tahu bukan perintah Ash, Aku harus menjagamu 24 jam! Dan tadi aku mengerti dari raut wajah mu." Kata Arthur beriringan berjalan bersama menuju mobil.

__ADS_1


"Agh... Iyaa.." Kata Shena demikian dan menurut saja.


Perusahaan AV Corporation...


"Tuan Oliver. Mereka sudah menunggu di Ruang Meeting." Kata Kenan pada Arthur yang saat ini menggantikan sementara sepupunya untuk memimpin perusahaan dibantu dengan orang kepercayaan Ash lainnya yang semuanya hebat dalam mengelola perusahaan.


"Baiklah." Balas Arthur memasuki Ruangan Meeting bersama Shena yang selalu dibawanya kemana-mana. Shena yang tidak ada hubungannya dengan bisnis, ini adalah hal pertama kalinya ia akan melihat bagaimana proses meeting yang sering dilakukan Ayah dan suaminya itu berlangsung.


Meeting sudah berjalan 60 menit.


"Bagaimana menurutmu Tuan Arthur?! Kita akan memperoleh keuntungan yang cukup lumayan dengan menerapkan sistem ini. Tuan Ash pasti sudah menitipkan keputusannya padamu, bukan?" Tanya Arsen si klien yang melakukan meeting bersama perusahaan Ash itu.


Di kursi sebelah dan seberangnya sepasang sejoli saling menatap, sesekali Shena menundukkan kepala karena tidak sanggup menerima tatapan tajam dari sang mantan. Entah kenapa, Shena merasa ngeri dengan tatapan Arsen. Tidak lupa, Kedua tangan Shena yang berada di bawah meja gemetar dengan memilin ujung dress nya. Kenapa rapatnya jadi terasa sangat lama jika begini...


"Jika tahu dia kliennya, Mana ingin aku masuk ke Ruangan Meeting ini!!" Batin Shena sangat terganggu.


"Mewakili Tuan Ash, Saya rasa itu sangat berisiko. Turunkan harga 25% dari harga pasar." Kata Arthur dari diskusi panjangnya.


"Tapi, Kita tidak akan-..." Frey menimpali, namun perkataannya menggantung.


Arthur memotong ucapan Frey.


"Iya. Atau tidak sama sekali!!" Hardik Arthur penuh penekanan.


Shena pun sangat terkejut mendengar dan melihat Arthur layaknya CEO sungguhan dan mirip sekali seperti Ash yang selalu berbicara pedas. Arthur yang ia kenal adalah pria pecicilan yang senang bercanda, tapi saat ini Ia sangat terkagum karena seketika penampilan Arthur berbeda dengan wajah tanpa senyum sama sekali seperti Ash, Pria dingin itu. Dia seperti aktor yang hebat mendalami perannya sekarang.


"Baiklah, Kita turunkan 25% dari harga pasar." Kata Arsen. Dan pandangannya tidak beralih dari Shena sedikitpun.


Shena kembali menunduk. Merasa tatapan Arsen yang masih belum teralihkan. Begitu juga dengan Arthur yang sedari tadi tanpa Shena sadari terus memperhatikan gerak gerik keduanya. Ada apa diantara mereka berdua?!

__ADS_1


"Baiklah. Sudah cukup pertemuan hari ini. Senang bekerja sama dengan kalian. Upaya kalian untuk memenangkan hatinya, Hari ini sudah terbayar lunas karena Tuan Ash sudah menerima kontrak kerja kalian bersama kami. Harap jangan mengecewakannya di lain waktu!"


Arthur berdiri, dan mengajak Shena pergi setelah saling memberi salam.


__ADS_2