
Ayah burhan berjalan ke arah kamarnya, tak lupa ia mengunci pintu setelah masuk kamar. ayah burhan
memutuskan untuk berganti baju tidur dan mencuci mukanya dulu sebelum tidur
Setelah berganti pakaian tidur, ayah burhan naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam selimutnya. Ayah burhan
mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video dengan seseorang
“kamu belum tidur” Tanya ayah burhan saat wajah yang ia tunggu sudah muncul di balik layar ponselnya
“gimana mau tidur, om kan belum kabarin mina” balas wanita tersebut yang tak lain adalah Jemina kakak dari
brian dan anak dari ayah bimo
Ayah burhan tertunduk lesu “maafin saya mina, padahal saya ingin menyampaikan hubungan kita pada anak-anak dan ayah kamu setelah Sheryl melahirkan tapi malah ada kejadian seperti ini “ ungkap ayah burhan dengan penuh sesal karena rencananya untuk meminta restu tertunda karena masalah sheryl yang ingin bercerai
“gak papa kok om, mina ngerti keadaan keluarga om yang sedang tidak baik, masih banyak waktu untuk
memberitahu mereka tentang hubungan kita, mina gak buru-buru kok om” balas jemina tak ingin ayah burhan merasa bersalah dengannya
“tapi tetap saja saya takut kehilangan kamu” balas ayah burhan dengan mimik wajah sedih
Jemina mengernyitkan dahinya “kenapa om mikirnya gitu” Tanya Jemina
“harusnya kamu bisa lihat usia saya, usia yang tak lagi muda sedangkan kamu masih muda dan banyak pria muda yang tertarik padamu, mungkin saja saya kehilangan kamu kalau gak cepat-cepat ngikat kamu” balas ayah burhan menyampaikan kekhawatiranya kalau jemina akan tertarik dengan pria lain
Jemina tersenyum simpul pada ayah burhan “saya cinta sama om apapun keadaan om, harusnya om bisa lihat itu. Buktinya mina sudah menyerahkan diri mina seutuhnya sama om, dan om bisa lihat kalau om adalah yang pertama buat mina" jemina menunduk dengan raut wajah sedih “malah mina yang sebenarnya takut. Takut om akan ninggalin mina setelah dapatkan hati dan tubuh mina” ungkap jemina menyampaikan ketakutannya
“jangan bilang gitu mina, saya benar-benar bersungguh akan menikahimu dan ingin kamu jadi istri saya apalagi
saya sudah mengambil yang paling berharga di diri kamu, hanya keadaan saja yang kurang memungkinkan saya untuk menikah denganmu dalam waktu dekat karena Sheryl sedang mengurus percerainnya dengan Mario” balas ayah burhan
__ADS_1
“Sheryl jadi cerai dengan Mario” Tanya jemina
“sepertinya iya, kondisi Sheryl kurang baik setelah penculikan itu. Fisiknya dan baby qiana memang baik-baik saja tapi kejiwaannya benar-benar ada masalah” jelas ayah burhan mengingat kondisi anaknya yang kurang baik
“om sudah bawa Sheryl ke psikolog” Tanya jemina yang juga ikut khawatir dengan sheryl
dulu memang pernah jemina tidak suka dengan kinan tapi jemina selalu bersikap baik dengan sheryl dan berhubungan baik dengan sheryl
“sudah, hans sudah membawanya konsultasi ke salah satu temannya yang berprofesi sebagai psikolog, tapi kata Hans kalau dalam waktu dekat Sheryl masih belum ada perubahan, mungkin hans akan ngirim Sheryl ke Inggris untuk konseling dengan psikiater kenalannya” balas ayah burhan
Jemina ikut sedih dengan kesedihan pria yang di cintainya “mina doain Sheryl segera pulih ya om” ucap jemina
“terima kasih sayang” balas ayah burhan
ayah burhan begitu bersyukur di tengah kekacauan dan kesediahan yang ia rasakan, masaih ada wanita cantik yang bia sedikit mengurangi kesedihannya dan selalu mendukung apapun yang ia lakukan
***
“tenang nona, jangan panik gitu” ucap romi mengingatkan kinan agar lebih tenang
Kinan menoleh ke arah romi “kamu gak ngerti sih rom, dia itu ngeri” ungkap kinan bergidik ngeri dengan orang
yang sedang di tunggunya
Walaupun kinan belum pernah bertemu langsung tapi melalui percakapannya menggunakan ponsel dapat ia rasakan aura kengerian orang itu
“aku juga pernah dengar dari daddy kalau om Bachtiar memang menyeramkan, dan hanya dengan daddy saja om bachtiar mau sedikit melunak” balas romi
“sepertinya sudah datang nona” romi melihat ada empat mobil masuk pekarangan rumahnya yang ia yakini
adalah Bachtiar Atharazka, ayah dari kayla
__ADS_1
“iya, sepertinya itu dia” kinan berdiri dengan tegap untuk menyambut kedatangan ayah dari kayla itu
Bachtiar atharazka turun dengan percaya diri dan dengan rahang tegasnya dan tatapan dinginnya menghampiri kinan yang sedang berdiri dengan gugup “saya mau melihat keadaan Sheryl terlebih dahulu” ucap om bachtiar langsung meminta bertemu dengan sheryl sebelum membahas tentang anaknya
“boleh om, silahkan” kinan berjalan lebih dulu ke arah kamar Sheryl
Om bachtiar mengikuti langkah kinan masuk ke kamar Sheryl “Sheryl” bisa om bachtiar lihat Sheryl yang terdiam
memandangi wajah bayi mungil yang ia yakini adalah anak Sheryl
Om bachtiar berjalan perlahan ke arah Sheryl “are you okay” Tanya om bachtiar mengusap pelan kepala Sheryl
Sheryl menoleh ke arah om bachtiar, matanya langsung berkaca-kaca melihat kehadiran om bachtiar di hadapannya “om” Sheryl langsung memeluk om bachtiar dan menangis kencang dalam pelukan dada bidang om bachtiar
Kinan tidak menyangka Sheryl akan menangis dalam pelukan pria yang tampak asing di matanya. Padahal selama ini Sheryl hanya diam dengan pandangan kosong saat bersama dengannya ataupun dengan ayah burhan bahkan pada om arkana saja Sheryl hanya diam saja tapi kenapa dengan orang ini Sheryl seperti bisa
meluapkan kesedihannya dengan bebas
Om bachtiar mengusap kepala Sheryl dengan lembut “maafin om, gak jaga kamu dengan baik” ucap om bachtiar menyampaikan penyesalannya atas apa yang terjadi pada sheryl
“hiks hiks hiks” Sheryl benar-benar meluapkan tangisnya tak perduli dengan baby qiana yang akan terbangun mendengar tangisannya
Kinan dengan cepat mengambil baby qiana dan meninggalkan Sheryl menangis dalam pelukan pria bernama Bachtiar atharazka itu
saat sudah ada di luar kamar sheryl, Kinan menoleh ke arah romi “kamu beneran belum pernah ketemu dengan dia” Tanya kinan
“belum non, biasanya daddy kalau ketemu sama dia hanya ngajak non Sheryl, gak pernah aja saya” balas romi dengan jujur
Ya walaupun memang romi adalah anak angkat om arkana tapi tetap saja dia hanyalah anak angkat yang tidak ada hubungan darah jadi tetap ada batasan dalam hubungan mereka
“kenapa sepertinya Sheryl begitu lepas saat ada dengannya, sedangkan dengan aku ataupun om arkana dan juga ayah dia seperti membuat dinding pembatas “ ungkap kinan merasa bingung dengan situasi yang ada di hadapannya
__ADS_1
“entahlah non, saya juga gak tahu kenapa non Sheryl bisa begitu” bingung romi tak paham dengan kedekatan sheryl dengan pria bernama Bachtiar atharazka itu