Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Pria gak peka


__ADS_3

sheryl jatuh lemas saat mendapati anaknya bisa di tangkap oleh om Arkana "anakku" gumam sheryl dengan lirih


ingin rasanya menghampiri anaknya tapi kakinya benar-benar lemas dan tak bisa berdiri dan om arkana tentu menyadari hal itu dan bergegas menghampiri sheryl dan memberikan baby qiana pada sheryl "ini" om arkana menyerahkan baby qiana


baby qiana begitu kasihan karena masih saja menangis tapi suaranya begitu lirih dan terlihat sesak nafas karena terlalu lama menangis


dengan gerakan cepat sheryl langsung menyusui anaknya dan menepuk pelan punggung baby qiana "tenang sayang, ada mama" sheryl benar-benar bersyukur anaknya sudah ada di tangannya


Hans yang datang bersama mario memegangi tangan regina yang tadi sempat akan kembali menyerang sheryl dan anaknya. Hans mencengkeram kuat tangan regina "sakit.." jerit regina merasakan sakit di pergelangannya karena cengkeraman Hans yang begitu kuat


Mario yang awalnya ingin menghampiri sheryl jadi mengurungkan niatnya saat melihat jerit kesakitan dari Regina "jangan terlalu keras memegangnya hans, dia kesakitan" ucap mario memperingatkan hans untuk tidak terlalu keras memegang regina


hans menautkan kedua alisnya "gak salah kamu ngomong kaya gitu" tanya hans tak percaya kalau mario masih bisa mengkhawatirkan regina yang kesakitan padahal regina hampir membunuh anaknya


sheryl tersenyum kecut mendengar ucapan mario "gila" sheryl berdecak masih dalam kondisi menyusui anaknya "bagaimana bisa kamu masih memperdulikan wanita yang coba membunuh anakmu" tanya sheryl tak percaya


"gak gitu sheryl" mario merasa salah berucap karena reaski sheryl yang begitu menakutkan


sheryl menatap om arkana "om bawa kesayangan om kan" tanya sheryl


om arkana mengernyitkan dahinya "bawa, memang kenapa" balas om arkana


dengan sekali gerakan sheryl mengarahkan tangannya ke pinggang bagian kanan om arkana untuk mengambil seseuatu dan  "DOR" terdengar suara tembakan yang cukup menggelegar

__ADS_1


beruntung di sana sudah tidak ada para tetangga regina karena anak buah om arkana sudah mengamankannya


Hans, mario dan om arkana menatap tak percaya ke arah sheryl  yang memegang pistol di tangannya tanpa takut "kenapa menembaknya, jangan mengotori tanganmu, om bisa melakukannya untukmu"  om arkana mengambil kembali senjata milikny yang ada di tangan sheryl, sungguh om arkana  menyayangkan sheryl yang menembak regina


"bagaimana bisa kamu menembaknya sheryl" tanya mario dengan nada suara meninggi


sheryl tentu tak percaya jika mario membentaknya hanya karena menembak regina padahal jelas di depan matanya bahwa regina mencoba membunuh anak mereka. anak yang baru di lahirkan sheryl dengan susah payah, anak yang selama kehamilannya begitu berat ia jalani tapi bagaimana bisa suami yang katanya mencintainya dan juga anak mereka tega membentak dirinya yang hanya menembak kaki regina. padahal itu hanya pembalasana teringan untuk regina. kalau tidak memikirkan anaknya yang jauh lebih membutuhkannya, sheryl pasti sudah membunuh regina di tempat


"kenapa" sheryl tersenyum miring "gak suka" tanya sheryl sedikit terkekeh "awalnya aku hanya mengucap asal akan meminta cerai darimu hanya untuk menyelamatkan anak kita yang hampir mati karena wanita gila itu tapi kondisi saat ini sepertinya menyadarkanku bahwa ucapan asalku adalah suatu keharusan" sheryl beranjak dari duduknya dan membenarkan posisinya setelah melihat baby qiana mulai tertidur


sheryl menoleh ke arah om arkana "bantu sheryl urus perceraianku dengannya" pinta sheryl membuat om arkana terbengong saking terkejutnya dengan permintaan sheryl


sheryl berjalan ke arah hans yang sedang melihat kaki regina yang tertembak "biarin wanita itu, nanti om yang akan urus, kakak antar aku ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan qiana "pinta sheryl berjalan lebih dulu ke arah mobil di bagian depan


Hans menoleh ke arah mario dengan tak percaya "kamu gak sadar mario" tanya hans merasa tingkah mario tak menyadari kekecewaan macam apa yang di rasakan sheryl padanya


mario mengernyitkan dahinya "apa maksudmu" tanya mario


"oh dasar gak peka" hans menepuk keningnya "sheryl sudah berada di titik jenuhnya sekarang dan kau masih belum sadar" tanya hans tak percaya


"sudah antar sheryl ke rumah sakit, biar saya yang urus di sini" sela om arkana meminta hans segera menganta sheryl ke rumah sakit


para anak buah om arkana masuk mengamankan tempat itu, dan juga sebellumnya  sudah mengevakuasi tempat itu jadi tak ada yang akan membocorkan bahwa sheryl menembak kaki regina

__ADS_1


hans yang mengenali om arkana tentu membungkuk hormat "baik om" hans bergegas menyusul sheryl


om arkana menghampiri regina yang masih memegang kakinya yang di tembak oleh sheryl "sakit" keluh regina sudah menangis karena kakinya tertembak


om arkana berlutut tepat di hadapan regina dan menatap sinis regina "kalau aku jadi sheryl bukan ini yang ku tembak " om arkana mencengkeram kaki regina yang tetembak tak perduli darah kembali mengalir dari kaki regina dan membuat regina memekik sakit


"aku pasti akan menembakmu di sini" om arkana menunjuk kepala regina dengan tangan satunya yang masih bebas


mario menatap tak percaya dengan pria di hadapannya "siapa anda, kenapa hans dan sheryl menaruh hormat pada anda" tanya mario yang belum mengenali siapa om arkana


om arkana berdecih "emang bener yang hans bilang buat kamu" om arkana menatap lekat mario "aku om nya sheryl" ungkap om arkana membuat mario begitu terkejut


"mungkin burhan gak bisa berbuat banyak padamu tapi beda dengan aku" om arkana meraih tangan yang mencengkeram kaki regina dengan santai dan mengusap tangannya yang berlumuran darah  dengan tisu yang di sediakan oleh anak buahnya dengan cepat "aku pasti akan membunuhmu jika berani menyakiti hati keponakanku" ucap om arkana dengan tatapan tajam


"sakit mario, tolong" rintih regina menggucang ujung celana mario memohon pada mario agar bisa menolongnya


mario menatap iba regina yang terlihat begitu kesakitan, mario bingung sendiri harus apa dengan regina, satu sisi dia merasa kasihan tapi di sisi lain dia tentu marah pada regina karena mencoba melukai anaknya


om arkana yang melihat tatapan mario pun berdecih "wajar jika sheryl minta cerai" om arkana kembali berjongkok dan memukul tengkuk regina membuat regina jatuh pingsan "mana mau dia terima kamu yang masih iba dengan orang yang coba bunuh anak kalian" om arkana langsung meminta anak buahnya membawa regina pergi dari sana


"tapi jika kau mau mencoba menyelamatkannya silahkan saja coba melawanku" om arkana menepuk pelan pundak mario dan pergi dari sana sambil tertawa sepanjang jalan


mario mencoba mencerna salah apa yang dilakukan karena ucapan hans dan om arkana membuatnya masih bingung kenapa sheryl marah dengannya lagi dan kembali meminta cerai

__ADS_1


__ADS_2